NEWBORN
1 Februari 2018

4 Stimulasi Agar Bayi Bisa Merangkak dengan Lincah

Apa tanda-tanda bayi Moms siap melakukannya?
Artikel ditulis oleh -
Disunting oleh -

Apakah Moms sudah mengetahui pada usia berapa bayi bisa merangkak? Normalnya bayi baru akan mulai merangkak setelah bisa duduk tegak (sekitar usia 8 bulan).

Tanda-tanda bahwa bayi sudah siap untuk mulai merangkak biasanya ditandai dengan kemampuan mengangkat kepalanya untuk melihat-lihat sekeliling dan otot lengan, kaki serta punggungnya cukup kuat untuk mencegahnya terjatuh ke lantai saat bayi merangkak.

Selama beberapa bulan, bayi akan secara bertahap belajar bergerak dari posisi duduk berputar ke berbagai arah. Perlahan Si Kecil akan mulai menyadari bahwa dia bisa membolak-balikan tubuhnya saat badannya tegak lurus dengan lantai.

Kemudian, sekitar usia 9 atau 10 bulan, Si Kecil akan mulai bergerak merangkak. Saat sudah mulai lincah, ia akan sering terlintah berpindah posisi dari merangkak ke posisi duduk atau sebaliknya.

Guna mendukung tumbuh kembangnya, Moms pun bisa membantunya untuk memberikan latihan-latihan sederhana yang bisa menstimulasi bayi agar bisa merangkak dengan lincah. Begini caranya:

1. Tummy Time

Sejak awal, jauh sebelum si kecil siap untuk merangkak, pastikan Moms memberikan jadwal tummy time secara rutin kepadanya.

Seperti yang diketahui, tummy time adalah aktivitas bagi Si Kecil untuk menikmati waktu tengkurap.

Membiasakan bayi dengan posisi tengkurap dan mengajaknya bermain dalam posisi tersebut selama beberapa menit setiap hari ternyata sangat berguna untuk membantunya meningkatkan kekuatan otot.

Di mana kekuatan otot bayi dibutuhkan pada saat mereka mulai merangkak. Selain itu, memberikan waktu bayi tummy time juga bisa mencegah kepala peyang yang sering terjadi pada bayi yang tergolong lebih lama menghabiskan waktunya telentang.

Baca Juga : Ini Cara Memaksimalkan Motorik Kasar Bayi

2. Stimulasi Bayi untuk Bergerak

Dalam menstimulasi Si Kecil agar mau merangkak bisa dilakukan dengan merangsangnya agar bergerak dan berusaha meraih benda atau mainan favoritnya.

American Academy of Pediatrics (AAP) juga menyarankan Moms menggunakan bantal, bantal sofa atau kardus untuk membuat rintangan sehingga Si Kecil akan berusaha mencari cara mengambil mainannya degan melewati setiap rintangan yang Moms buat.

Teknik stimulasi bayi ini akan membantu meningkatkan kepercayaan diri, ketangkasan sekaligus kecepatan Si Kecil. Namun, jangan pernah tinggalkan ia sendiri saat melakukannya.

3. Menyiapkan Kondisi Rumah yang Mendukung

Bayi yang mulai merangkak akan menjadi sangat aktif bergerak. Pastikan bahwa kondisi rumah sudah mendukung keamanan dan kenyamanan Si Kecil.

Misalnya memastikan bahwa Moms sudah memasang pintu untuk jalur yang mengarah ke tangga. Pasalnya, ia sangat mungkin merangkak di tangga dan hal ini bisa sangat membahayakan.

4. Stimulasi Lewat Pijatan

Memberikan stimulasi pada bayi melalui pijatan juga bisa membantu proses pembentukan, kelenturan sekaligus koordinasi otot bayi dengan baik. Sehingga akan sangat berguna di dalam mendukung stimulasi bayi merangkak.

Umumnya bayi memang merangkak pada usia 8 bulan.

Namun, jangan langsung menyangka Si Kecil mengalami kasus keterlambatan fisik saat belum berhasil mencapai milestone merangkak pada usia tersebut ya, Moms. Konsultasikan dengan dokter anak untuk mengetahui penyebabnya secara pasti.

Sejauh ini, aktivitas apa yang sudah Mama lakukan bersama Si Kecil untuk merangsangnya agar siap merangkak?

(RGW)

Artikel Terkait