BALITA DAN ANAK
6 November 2019

4 Tahap Perkembangan Sifilis pada Anak

Ternyata penyakit raja singa tidak hanya dialami orang dewasa
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Sifilis alias raja singa adalah penyakit menular seksual sehingga umumnya diderita orang dewasa. Namun, ternyata anak-anak juga bisa terkena sifilis, Moms!

Bagaimana Sifilis Menjangkiti Anak-anak?

Sifilis adalah infeksi yang disebabkan bakteri Treponema pallidum yang ditemukan di mulut, kerongkongan, rektum, dan vagina.

Kebanyakan kasus sifilis pada anak terjadi ketika wanita hamil yang menderita sifilis menyebarkan penyakit ke janinnya melalui plasenta atau menularkan ke bayinya saat melahirkan normal.

Karena raja singa tergolong infeksi menular seksual, anak-anak juga bisa terkena kondisi ini jika mereka sudah aktif secara seksual atau mengalami pelecehan seksual.

Selain kedua faktor risiko tadi, risiko terkena sifilis juga bisa meningkatkan jika anak mengalami luka (sifilis masuk ke aliran darah) atau memiliki sistem imunitas yang lemah (misalnya karena HIV/AIDS, obat-obatan penekan imunitas, transplantasi organ, dan sebagainya).

Baca Juga: Stop Bingung dan Tertukar, Ini Beda Infeksi Virus dan Bakteri pada Anak

Tahap Sifilis pada Anak

Disarikan dari situs Children’sHealth dan sumber lainnya, berikut tahapan sifilis pada anak secara berurutan:

1. Tahap Primer

1. Tahap primer.jpg

Foto: medicalnewstoday.com

Gejala sifilis pada anak di tahap ini adalah satu atau lebih koreng di tempat kontak seksual terjadi (kelamin, mulut, atau rektum). Luka ini keras, bulat, dan tidak sakit.

Biasanya koreng muncul sekitar tiga minggu setelah terinfeksi dan hilang dalam 3-6 minggu walau tanpa pengobatan. Namun, jika tidak diobati, sifilis pada anak bisa berkembang ke tahap berikutnya.

2. Tahap Sekunder

2. Tahap sekunder.jpg

Foto: aafp.org

Beberapa minggu atau bulan setelah muncul koreng, biasanya penderita sifilis pada anak akan mengalami ruam yang berlangsung 1-6 bulan.

Ruam tersebut bisa berupa bintik-bintik merah atau merah kecokelatan dan lazimnya tidak gatal.

Baca Juga: Bintik Putih Di Kuku, Kenali Penyebabnya!

Ruam berawal di anus, mulut, atau vagina dan bisa menyebar ke telapak tangan atau kaki. Selain itu, penderita juga bisa mengalami gejala lain seperti:

  • Gejala mirip flu seperti demam, sakit kepala, lelah, hilang nafsu makan, sakit otot, sakit sendi, serta sakit tenggorokan
  • Condyloma lata (luka mirip kulit) di area yang lembap dan hangat seperti mulut, kelamin, dan anus
  • Rambut rontok (pitak)
  • Kelenjar limfa bengkak
  • Berat badan turun

Seperti pada fase primer, gejala pada tahap sekunder juga akan menghilang. Namun, jika tidak diatasi, sifilis pada anak bisa masuk ke tahap selanjutnya.

3. Tahap Laten

Di tahap ini, anak terinfeksi namun tidak menunjukkan gejala. Tahap laten bisa berlangsung kurang dari dua tahun, selamanya, atau memburuk menjadi fase tersier.

4. Tahap Tersier

Tahap ini sangat berbahaya dan bisa terjadi 10-30 tahun setelah pertama terinfeksi. Gejalanya berupa:

  • Kerusakan jantung dan pembuluh darah
  • Kerusakan otak dan sistem saraf
  • Kerusakan organ

Baca Juga: Jangan Anggap Sepele Sakit Telinga Pada Anak

Neurosifilis dan Sifilis Okular

Sifilis pada anak pada tahap ini telah menyebar ke otak, sistem saraf, dan mata. Menurut website KidsHealth, kondisi ini bisa terjadi di tahap sifilis mana pun. Penderitanya bisa mengalami:

  • Demensia
  • Sakit kepala parah atau migrain
  • Masalah pergerakan otot atau koordinasi
  • Mati rasa atau lumpuh
  • Penglihatan berubah atau kebutaan
  • Meningitis sifilitik
  • Kejang
  • Kerusakan di saraf tulang belakang

Anak yang terinfeksi sifilis pada anak melalui kontak seksual bisa diobati jika langsung ditangani. Namun, bayi yang memiliki sifilis bawaan bisa mengalami cacat dan gejala yang membahayakan nyawa.

Artikel Terkait