PERNIKAHAN & SEKS
18 Oktober 2019

4 Tanda Jika Pernikahan Sudah Diujung Tanduk

Moms perlu aware dengan tanda-tanda dalam pernikahan
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Dalam semua hubungan, termasuk pernikahan, adalah normal bagi pasangan untuk berdebat. Tapi, bagaimana kita bisa tahu jika argumen yang didebatkan sehat atau merupakan pertanda hubungan yang buruk?

Memiliki lebih banyak interaksi negatif daripada yang positif mungkin membuat Mom mempertanyakan hubungan yang ada. Jika sudah mulai bertanya-tanya tentang masa depan pernikahan, ada beberapa cara untuk mengetahui apakah memang ada masalah yang perlu dikhawatirkan.

Baca Juga: Ingin Pernikahan Anda Lebih Intimate? Begini Caranya

Jika Moms bingung atau penasaran bagaimana cara melihat tanda-tanda tersebut, di bawah ini ada beberapa tanda jika pernikahan sudah di ujung tanduk. Simak ya, Moms.

Saling Berbicara, Namun tidak Berkomunikasi

pernikahan sudah di ujung tanduk

Dilansir dari situs Very Well Mind, suatu hubungan ada karena kerjasama di mana kita dan pasangan layak untuk didengar. Namun jika pada akhirnya hanya kita saja yang mendengarkan, sementara pasangan yang berbicara, ini saatnya untuk bertindak. Begitu juga sebaliknya.

Yang terpenting, kita harus mencapai titik di mana kita sungguh-sungguh mendengarkan keluhan dan kekhawatiran pasangan.

Jika salah satu dari Moms dan pasangan yang tidak mau mendengarkan atau berkompromi, maka itu adalah tanda yang jelas bahwa pernikahan sudah di ujung tanduk.

Tidak Lagi Peduli pada Pasangan

pernikahan sudah di ujung tanduk

Memiliki ketertarikan yang berbeda merupakan suatu hal yang normal, namun beda lagi jika perbedaan tersebut dalam banyak hal.

“Pria cenderung mengatakan bahwa pasangannya tidak tertarik dengan apa yang dikerjakan,” tutur Lisa O'Hara, penasihat hubungan di Mind & Body Works. Ia menambahkan bahwa Orang-orang menyukai pasangannya yang tertarik dengan apa yang dikerjakan.

Baca Juga: 4 Dampak Perceraian Pada Anak, Salah Satunya Gangguan Mental

Helen Dunne, penasihat hubungan di Access Counseling, juga setuju bahwa setiap orang membutuhkan persahabatan dan hobi sendiri, tetapi juga penting untuk memiliki 'hubungan' yang juga selaras dengan hobi dan persahabatan. Jika tidak memiliki hal ini lagi, bisa jadi pernikahan sudah di ujung tanduk.

Anak Merupakan Pemersatu

pernikahan sudah di ujung tanduk

"Jika dalam hubungan kita sebagian besar adalah mengasuh anak daripada bersama pasangan, kemungkinan kita tidak lagi memiliki keintiman," ungkap Lisa O’Hara.

Menurutnya, banyak pasangan yang memperhatikan ketika anak-anak mulai sibuk dengan urusan masing-masing, mereka tidak lagi memiliki hubungan nyata, dan memutuskan untuk berpisah.

Baca Juga: 4 Potret Keharmonisan Keluarga Cristiano Ronaldo, Bikin Senang!

Sering Bertengkar

pernikahan sudah di ujung tanduk

Mary Johnson, direktur konseling di Accord, menegaskan bahwa perselisihan yang sehat bukanlah hal yang buruk. Ia mengatakan bahwa konflik tidak boleh dilihat sebagai hal negatif, setelah ditangani dengan baik.

“Pasangan dapat memiliki pendapat yang berbeda dan beberapa pasangan bisa menanganinya dengan baik. Kita bisa menangani masalah dengan baik, tanpa saling menghina atau melabeli pasangan.

Jika Moms dan pasangan mengalami hal-hal di atas, bisa jadi hubungan pernikahan sudah di ujung tanduk.

Artikel Terkait