KESEHATAN
6 Maret 2020

4 Gejala Penyakit Kelenjar Getah Bening, Catat!

Kelenjar getah bening penting untuk menjaga tubuh dari serangan infeksi
Artikel ditulis oleh Irene Anindyaputri
Disunting oleh Orami

Kelenjar getah bening (kelenjar limfa) adalah organ yang berperan penting dalam mempertahankan sistem kekebalan tubuh. Kelenjar ini berfungsi untuk menyaring bakteri dan kuman penyakit yang mungkin menginfeksi tubuh.

Di dalam kelenjar ini, ada jutaan sel-sel darah putih yang akan disebar melalui saluran-saluran getah bening. Saluran ini berbentuk seperti pembuluh darah.

Letak kelenjar ini sebenarnya tersebar di beberapa bagian tubuh, seperti di leher, area dagu, ketiak, hingga paha.

Gejala Penyakit Kelenjar Getah Bening

Ada banyak kondisi yang bisa membuat fungsi kelenjar getah bening terganggu. Nah, supaya Moms tahu dan waspada, yuk ketahui beragam gejala penyakit kelenjar getah bening seperti dilansir dari John Hopkins Medicine.

1. Bengkak

kelenjar getah bening bengkak

Gejala penyakit kelenjar getah bening yang pertama adalah bengkak. Dikutip dari Healthline.com, Daniel Murrell MD, dokter spesialis penyakit dalam dan penyakit infeksi, mengatakan bahwa gejala ini paling umum terjadi saat kelenjar getah bening mengalami gangguan atau masalah tertentu.

Biasanya, kelenjar yang bengkak bisa dirasakan di area bawah dagu, ketiak, dan sisi kanan atau kiri leher.

Kelenjar getah bening membengkak karena infeksi di daerah tempat mereka berada. "Sebagai contoh, kelenjar getah bening di leher dapat menjadi bengkak sebagai respons terhadap infeksi saluran pernapasan atas, seperti flu biasa," jelasnya.

Namun, Moms tak perlu cemas dulu. Kelenjar getah bening yang bengkak sebenarnya adalah tanda bahwa tubuh sedang melawan kuman penyakit.

Maka itu, umumnya bengkak akan mengecil dan kembali normal dalam beberapa hari. Akan tetapi jika ukuran kelenjar yang bengkak makin bertambah, sebaiknya segera konsultasi ke dokter.

Penyebab yang paling umum dari kelenjar getah bening yang bengkak adalah:

  • Radang tenggorokan akibat bakteri
  • Cacar
  • Infeksi telinga
  • Infeksi kulit seperti selulitis
  • HIV

Baca Juga: Ketahui 6 Penyebab Telinga Berdenging

2. Demam

Pengaruh demam terhadap janin - sumber republika.jpg

Gejala penyakit kelenjar getah bening yang selanjutnya adalah demam. Selain bengkak, biasanya saat kelenjar getah bening terganggu tubuh akan demam. Lagi-lagi ini sebenarnya tanda bahwa tubuh sedang mengoptimalkan sistem kekebalan tubuhnya untuk melawan penyakit.

Sama seperti gejala yang bengkak, suhu tubuh akan kembali normal dalam beberapa hari. Namun, Moms juga harus waspada jika kondisi ini terus-terusan terjadi dan tubuh tidak pulih.

3. Berkeringat di Malam Hari

berkeringat di malam hari

Gejala penyakit kelenjar getah bening yang selanjutnya adalah berkeringat di malam hari. Bila gejala bengkak dan demam juga disertai dengan keluar keringat, Moms dan Dads harus waspada. Pasalnya ada kemungkinan hal ini gejala dari limfoma alias kanker kelenjar getah bening.

Namun, bukan berarti setiap Moms atau anggota keluarga lainnya yang berkeringat di malam hari sudah pasti mengalami masalah kesehatan ini. Jika Moms ragu, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter.

Baca Juga: 7 Perubahan Gaya Hidup untuk Menurunkan Kolesterol

4. Gatal-gatal

Pilihan Obat untuk Mengatasi Gatal-gatal Akibat Alergi

Gejala penyakit kelenjar getah bening yang selanjutnya adalah gatal-gatal. Gatal-gatal juga bisa jadi tanda bahwa fungsi kelenjar getah bening sedang terganggu. Nah, umumnya, jika kelenjar bengkak disertai dengan gatal-gatal, itu mungkin tanda tubuh sedang mengalami:

  • Radang tonsil
  • Cacar
  • Campak

Sebenarnya masih ada beberapa penyakit yang juga ditandai dengan gatal-gatal dan bengkak di kelenjar getah bening. Namun, beberapa penyakit yang telah disebutkan sebelumnya termasuk yang sering terjadi.

Bila hal ini terjadi pada Si Kecil, jangan menunda untuk membawanya ke dokter, ya, Moms.

Baca Juga: Pilihan Obat untuk Mengatasi Gatal-gatal Akibat Alergi

Kapan Harus ke Dokter?

Pada sebagian kasus, gejala dan tanda yang telah disebutkan sebelumnya akan hilang dan pulih sendiri. Moms memang tak perlu langsung panik jika kelenjar getah bening bengkak. Namun, ada beberapa pertimbangan yang membuat Moms harus memeriksakan diri ke dokter, yaitu:

  • Ukuran area yang bengkak semakin membesar.
  • Bagian yang bengkak terasa keras.
  • Tidak hilang meski sudah lebih dari 2 minggu.
  • Disertai dengan demam dan penurunan berat badan yang cukup drastis.

Jika kelenjar getah bening bengkak dan menyakitkan, konsultasikan dengan dokter. "Kelenjar getah bening yang bengkak tetapi tidak lunak bisa menjadi tanda masalah serius, seperti kanker," ungkap dr Murrell.

Dalam beberapa kasus, kelenjar getah bening yang membengkak akan menjadi lebih kecil saat gejala lain hilang. Jika kelenjar getah bening bengkak dan nyeri atau jika pembengkakan berlangsung lebih dari beberapa hari, kunjungi dokter.

Itulah beberapa ciri gangguan kelenjar getah bening yang perlu Moms ketahui. Jika Moms mengalaminya, segera konsutasikan dengan dokter ya.

(IA/ERN)

Artikel Terkait