KESEHATAN
3 Januari 2020

4 Cara Mencegah Penyakit DBD yang Bisa Dilakukan di Rumah

Hindari DBD, pencegahan harus dilakukan dari dalam dan luar rumah
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Ria Indhryani
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Indonesia dan negara-negara ASEAN lainnya yang memiliki iklim tropis akan lebih sering berjumpa dengan kasus penyakit DBD (Demam Berdarah Dengue). Nyamuk Aedes Aegypti akan menyebar dengan lebih cepat di saat musim panas, karena suhu dan kelembaban yang tinggi.

Dilansir dari mountelizabeth.com.sg, Dr. Leong Hoe Nam, Infectious Disease Specialist at Mount Elizabeth Novena Hospital, menjelaskan bahwa seekor nyamuk menjadi terinfeksi ketika memakan darah dari orang yang terinfeksi penyakit DBD dan menyebar ketika nyamuk kemudian menularkan virus ke orang lain yang mereka gigit.

“Setelah 5-14 hari, virus akan matang di kelenjar liur nyamuk dan menyebar ke korban berikutnya selama nyamuk berikutnya makan atau menggigit orang lain. Begitulah penyakit DBD meluas,” katanya.

Nyamuk Aedes dapat terbang hingga 400 meter mencari wadah berisi air untuk bertelur dan lebih suka berkembang biak di air bersih dan stagnan yang mudah ditemukan di rumah.

"Sangat penting untuk mengambil tindakan pencegahan di dalam dan luar rumah Anda untuk menghindari perkembangbiakan nyamuk dan berkontribusi untuk pencegahan penyakit demam berdarah,” kata Dr. Chua Ying Ying, Consultant, Department of Infectious Diseases, Singapore General Hospital (SGH), yang dikutip dari HealthXchange.sg.

Cara Mencegah Penyakit DBD

Ada beberapa cara yang dianjurkan Dr. Chua untuk mencegah penyakit DBD dirumah. Apa saja? Yuk kita cari tahu Moms!

Baca Juga: Sebabkan Kematian, Kenali 7 Gejala DBD Pada Anak dan Pertolongan Pertama yang Harus Diberikan

1. Gunakan Anti Nyamuk Mengandung Diethyltoluamide (DEET)

Protect skin from  Aedes

Foto: consumerreports.org

Menurut Center of Disease Control and Prevention, hingga saat ini, tidak ada vaksin atau obat yang bisa mencegah dan menyembuhkan DBD. Satu-satunya cara untuk mencegah DBD adalah dengan melindungi diri dari gigitan nyamuk.

Gunakan anti nyamuk yang setidaknya mengandung DEET untuk mencegah penyakit DBD. DEET adalah sebuah zat yang mampu mengusir hama yang bisa menggigit. Oleskan pada kulit dan gunakan secukupnya untuk menutupi seluruh area.

Jangan mengaplikasikannya di bawah pakaian dan pada luka atau kulit yang teriritasi ya Moms. Moms juga dilarang mengoleskannya di dekat mata atau mulut.

DEET ini terdaftar di United States Environmental Protection Agency sebagai bahan aktif pada obat nyamuk yang aman, termasuk untuk ibu hamil dan menyusui. Namun, harus diingat bahwa anti nyamuk seperti ini tidak boleh digunakan langsung ke tangan Si Kecil serta belum boleh digunakan bayi di bawah usia dua bulan.

“Jika Anda atau anak Anda terkena ruam atau reaksi negatif lainnya dari obat nyamuk, cucilah dengan sabun dan air, lalu hentikan penggunaan produk. Konsultasikan dengan dokter jika kondisinya berlanjut, ” kata Dr Chua.

2. Kenakan Pakaian Tertutup

Baju Tertutup Mencegah Penularan DBD

Foto: businesswire.com

Cara mencegah penyakit DBD yang selanjutnya adalah dengan mengenakan pakaian tertutup. Baju dan celana panjang yang bisa menutupi tubuh secara maksimal sangat bermanfaat untuk menghindari gigitin nyamuk Aedes.

Menggunakan kaos kaki juga dapat menjadi pilihan terbaik apabila kondisi lingkungan memungkinkan.

Baca Juga: Obat Alami DBD

3. Kelambu atau Tirai

Kelambu.jpg

Foto: mosquitocurtains.com

Cara mencegah penyakit DBD yang selanjutnya adalah menggunakan kelambu atau tirai. Gunakan tirai jendela atau kelambu berinsektisida karena jaring yang telah diobati dengan insektisida jauh lebih protektif.

Insektisida tidak hanya membunuh nyamuk dan serangga lainnya, tetapi juga menghalangi nyamuk masuk ke dalam ruangan sehingga meminimalisir penyebaran penyakit DBD.

4. Periksa Tempat Potensial Aedes Berkembang Biak

BersihkanAreaRumah.jpg

Cara mencegah penyakit DBD yang selanjutnya adalah memeriksa tempat perkembangbiakan nyamuk. Dalam rumah, nyamuk Aedes biasanya berkembang biak di nampan pot tanaman dan juga vas bunga.

Moms harus sering mengganti air di dalam vas bunga dan juga rajin membuang air di nampan pot tanaman dalam rumah.

Untuk area tak terlihat, gelap atau sudut ruangan serta tumpukan barang, gunakan semprotan insektisida. Menggunakan anti nyamuk bakar juga boleh Moms lakukan.

Tampungan air dari unit pendingin ruangan juga wajib dibuang setiap minggu. Sementara untuk bak air di kamar mandi, dapat lebih sering dikuras dan diberi insektisida tabur.

Pada bagian luar rumah, nyamuk senang berkembang biak di saluran perimeter, selokan, tumpukan sampah dan wadah terbuka yang digenangi air. Oleh karena itu, jangan biarkan sampah terlalu lama menumpuk sehingga berpotensi menjadi tempat genangan air.

Selokan juga tidak boleh dibiarkan tersumbat karena kotoran dedaunan ataupun sampah. Insektisida tabur juga bisa digunakan pada selokan minimal satu kali setiap bulannya.

Baca Juga: Ciri-ciri dan Pertolongan Pertama DBD

Nah, itulah beberapa cara untuk mencegah penyakit DBD di rumah. Selamat mencoba!

(RIE/ERN)

Artikel Terkait