2-3 TAHUN
14 Mei 2020

5 Alasan Mengajarkan Empati Kepada Balita, Penting untuk Masa Depannya!

Mengajarkan empati pada balita dapat mempengaruhi masa depan anak
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Dina Vionetta

Mengajarkan empati pada balita memang tidak mudah karena pada rentang usia ini anak biasanya belum memiliki kemampuan untuk peduli pada orang lain dan bersifat egosentris.

Empati adalah kemampuan untuk memahami perasaan orang lain atau situasi yang dialami orang lain.

Dikutip dari situs web Goodstart Early Learning, berempati merupakan kemampuan penting yang perlu dikuasai oleh setiap anak.

Kemampuan berempati tidak muncul begitu saja, melainkan harus diajarkan pada anak.

“[Anak usia 2 tahun] belum memahami konsep empati,” ujar Jane Nelsen, ahli terapi anak yang juga salah satu penulis buku Positive Development for Preschoolers.

Meski begitu, bukan berarti Moms dan Dads tidak bisa memperkenalkan konsep tersebut kepada Si Kecil.

Menurut Nelsen, ada tindakan-tindakan sederhana yang dapat memberikan gambaran tentang konsep empati yang dapat dipahami oleh Si Kecil.

“Misalnya, Si Adik memukul kakaknya. Moms bisa bilang ke Adik, ‘Dipukul itu rasanya sakit, lho. Kalau pegangnya baik-baik seperti ini [usap-usap punggung Si Kecil] tidak sakit, ‘kan?" ucapnya.

Alasan Mengajarkan Empati Kepada Balita

Orang tua disarankan untuk mulai mengajarkan empati pada balita. Berikut sejumlah alasan penting di balik saran tersebut:

1. Mengurangi Sikap Egosentris

children-playing-on-floor.jpg

Foto: allanrug.com

Seperti sudah dijelaskan sebelumnya, anak balita cenderung egois dan hanya memikirkan kepentingan dirinya.

Ini bukan berarti Si Kecil nakal, Moms, melainkan tahapan yang wajar pada anak.

Oleh karena itu, orang tua perlu sejak dini mengajarkan empati pada balita agar anak mengerti bahwa ia juga perlu memperhatikan perasaan orang lain sehingga sikap egosentrisnya akan berkurang.

Baca Juga: Tips Menumbuhkan Empati pada Anak

2. Membantu Anak dalam Berinteraksi dengan Orang Lain

blog_4_proven_ways_to_foster.jpg

Foto: family.org

Kemampuan berempati dapat membantu anak dalam berinteraksi dan menjalin hubungan sosial dengan orang lain, seperti teman sekolah dan gurunya.

Umumnya, anak yang mampu berempati lebih nyaman dengan dirinya dan memiliki kesehatan mental yang lebih baik.

3. Mendorong Kebaikan dan Menjauhi Bullying

image-7215174-bdd2c01b9bbfb98884c67923580cb55b-tots--raise-happy-kids---teach-them-empathy-1.jpg

Foto: smartparents.com

Para orang tua ingin anaknya tumbuh dengan memiliki kepribadian yang baik.

Dikutip dari situs web Melbourne Child Psychology, anak yang memiliki kemampuan berempati cenderung bersikap baik dan membantu orang lain.

Ia tidak akan menjadi pembuly, bahkan dapat berani menghadapi pembuly karena tahu membully itu tidak baik.

Baca Juga: 6 Tips Membesarkan Anak Tunggal agar Tumbuh Mandiri dan Penuh Empati

4. Mampu Menerima Perbedaan

brother-and-sister-playing-with-a-puzzle_crafwx.jpeg

Foto: sheknows.com

Alasan lain orang tua perlu mengajarkan empati pada balita adalah agar Si Kecil mampu belajar menerima perbedaan.

Anak yang memiliki kemampuan empati lebih toleran terhadap orang lain dan mampu membangun hubungan interpersonal yang lebih kuat dan bermakna.

Situasi ini akan membuatnya nyaman dan cenderung lebih bahagia.

5. Sukses di Masa Depan

webp.net-compress-imagebts.jpg

Foto: highlights.com

Dikutip dari situs web Greater Good Magazine, mengajarkan empati pada balita tidak hanya membantu Si Kecil dalam menguasai kemampuan emosional dan sosial, tetapi juga mendorong mereka untuk lebih sukses di masa depan.

Berdasarkan studi dari Duke dan Penn State, orang-orang yang pada usia TK mampu berbagi dan membantu sesama teman cenderung lulus sekolah menengah atas dan memiliki pekerjaan tetap.

Sebaliknya, anak-anak yang kemampuan sosialnya kurang baik banyak yang putus sekolah dan masa remajanya bermasalah.

Itulah alasan untuk mengajarkan empati kepada balita, Moms. Penting sekali untuk masa depannya, kan?

Baca Juga: Pentingnya Menanamkan Sifat Empati pada Anak Sejak Dini

Artikel Terkait