DI ATAS 5 TAHUN
23 Mei 2019

5 Aturan Pemberian Obat Warung untuk Anak

Jangan sembarangan memberikan obat warung untuk anak, Moms!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Andra Nur Oktaviani
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Pernahkah Moms mendengar istilah obat warung? Obat warung adalah obat bebas yang bisa dibeli di warung, swalayan, atau supermarket tanpa resep dari dokter.

Moms mungkin sudah pernah memberikan obat warung untuk meredakan sakit ringan anak, tapi apa Moms sudah tahu aturan yang harus diikuti agar tidak membahayakan kesehatan buah hati?

Menurut situs Know Your OTCs, sebanyak 8 dari 10 orang tua ternyata pernah salah memberikan dosis obat cair karena tidak sengaja atau tidak paham aturan pemberian obat warung.

Demi kesehatan buah hati, ada baiknya Moms mengetahui beberapa aturan pemberian obat warung berikut ini.

1. Tidak Boleh Digunakan untuk Anak di Bawah 4 Tahun

5 aturan pemberian obat warung untuk anak 1

Survivingcancerembracinglife.com

Menurut konsultan farmasi Norman Tomaka, obat warung tidak boleh diberikan pada anak berusia di bawah 4 tahun.

Moms boleh saja memberikan obat warung untuk anak berusia di atas 5 tahun, tapi konsumsinya tidak boleh lebih dari tiga atau lima hari.

Pastikan pengasuh anak atau orang lain yang akan menjaga buah hati saat Moms tidak ada juga mengetahui aturan ini ya, Moms.

Baca Juga: 8 Obat Alami untuk Menyembuhkan Flu pada Anak

2. Selalu Cek Label dan Kondisi Fisik Kemasan

5 aturan pemberian obat warung untuk anak 2

Poison.org

Aturan pemberian warung yang paling penting adalah mengecek label dengan teliti, mulai dari kandungan dalam obat. Pastikan Moms memberikan obat warung untuk anak yang sesuai dengan gejala yang dirasakan Si Kecil.

Nah, berikut adalah beberapa istilah yang sering ada pada label obat warung:

  • Antihistamin: Untuk meredakan gejala ingusan, mata gatal, dan bersin karena alergi. Juga dapat meredakan rasa gatal akibat gigitan serangga, ruam, serta reaksi alergi lain.
  • Aspirin: Tidak boleh diberikan pada anak berusia di bawah 19 tahun, karena dapat menyebabkan Sindrom Reye.
  • Guaiefenesin: Mengencerkan dahak dan lendir untuk meredakan batuk.
  • Paracetamol atau Acetaminophen: Ada dalam obat analgesik atau antipiretik untuk meredakan ingusan, demam, dan flu.
  • Dekongestan cair: Menurunkan beberapa gejala demam.
  • Dekongestan tetes: Membantu melancarkan pernapasan.
  • Hydrocortisone: Mengobati gigitan serangga, ruam, atau eksim ringan.

Jangan lupa cek tanggal kedaluwarsa obat dan pastikan kemasan obat tidak rusak, sobek, atau penyok ya, Moms.

3. Berikan Obat Warung untuk Anak sesuai Dosis

5 aturan pemberian obat warung untuk anak 3

Riteaid.com

Setelah mendapatkan obat warung dengan kandungan yang tepat untuk meredakan gejala sakit anak, Moms harus memberikannya sesuai dengan dosis yang tertera pada label atau kemasan.

Ikuti rekomendasi batasan umur dan berat badan pada label, dan tidak memberikan obat orang dewasa pada anak berusia di bawah 12 tahun. Itu artinya juga tidak memberikan sebagian dosis obat orang dewasa pada anak ya, Moms.

Saat memberikan obat cair, pastikan Moms menggunakan sendok takar atau pipet takar agar obat warung untuk anak tidak melebihi dosis aman.

Baca Juga: Bingung Bagaimana Memberikan Obat Pada Balita dengan Mudah? Coba Lakukan 4 Cara Ini!

4. Tidak Memberikan Kombinasi Obat Warung untuk Anak

5 aturan pemberian obat warung untuk anak 4

Huffpost.com

Aturan pemberian obat warung yang tidak kalah penting adalah tidak memberikan dua atau lebih jenis obat warung berbeda tanpa berkonsultasi dengan dokter atau apoteker.

Selain dapat menimbulkan reaksi yang berbahaya bagi kesehatan anak, memberikan kombinasi obat warung juga bisa mengurangi khasiat obat yang diminum.

5. Jauhkan dari Jangkauan Anak

5 aturan pemberian obat warung untuk anak 5

Trendsmap.com

Setelah tidak lagi dikonsumsi, obat warung sebaiknya disimpan dalam tempat terkunci yang jauh dari jangkauan anak.

Saat akan dipakai lagi, selalu cek tanggal kadaluarsa dan kondisi obat warung. Segera buang obat di tempat yang aman bila terlihat tanda berjamur, berubah warna, berubah tekstur, atau berbau aneh.

Bila sakit masih berlanjut setelah pemberian obat warung selama lebih dari lima hari, segera periksakan Si Kecil ke dokter ya, Moms.

Apa Moms tahu hal lain yang harus diperhatikan saat memberikan obat warung untuk balita?

(WA)

Artikel Terkait