NEWBORN
16 Januari 2019

5 Cara Membantu Bayi Menyusu Dengan Benar

Menyusu dengan benar akan membantu bayi mendapat kualitas dan jumlah ASI terbaik
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Prita
Disunting oleh Prita

Saat mempelajari keterampilan baru, beberapa kiat praktis dari pakar dapat membantu menghindari kesalahan dan mengarahkan pada jalur yang benar menuju sukses. Tidak terkecuali saar Moms baru belajar menyusui untuk pertama kalinya. Mengetahui seberapa sering bayi butuh makan atau bagaimana posisi menyusui yang tepat, semuanya dapat membantu proses menyusui berjalan lebih lancar dan bayi dapat menyusu dengan benar.

Nah, pembahasan di bawah ini merupakan tindakan-tindakan yang dapat Moms lakukan untuk membantu si kecil menyusu dengan benar.

Menyusui sesegera mungkin setelah bayi lahir

susu1

Foto : testobabyclub.com

Semakin awal mulai menyusui, semakin besar kemungkinan untuk memanfaatkan kemampuan bawaan bayi untuk menempel, membuat proses menyusui lebih mudah bagi Moms dan Si Kecil. Hal ini juga dapat menjaga pasokan ASI tetap melimpah. Sejak dilahirkan bayi memiliki refleks bergerak ke payudara ibunya dan mulai menyusui. Saat Moms melakukan kontak skin-to-skin, Moms membantu gerakan refleks itu.

Bahkan jika Moms harus terpisah dari si kecil untuk beberapa saat setelah lahir, kontak skin-to-skin, ditambah sentuhan hangat, akan membawa Si Kecil kembali mencari puting payudara Moms.

Baca juga : 5 Faktor Penyebab Ibu Menyusui Kesulitan Memberi ASI Eksklusif

Pegang tubuh bayi saat menyusui

nyusu2

Foto : familylib.com

Pegangi Si Kecil sehingga perutnya dekat dengan tubuh Moms dan hidungnya sejajar puting, sebelum ia membuka mulutnya. Pastikan kepala dan lehernya sejajar (bayi akan sulit menelan jika kepalanya berubah ke sisi lain). Saat Si Kecil mulai membuka mulutnya lebar-lebar, dekatkan tubuhnya dengan Moms seingga bisa benar-benar menempel ke payudara, bukan hanya puting.

Hindari memegangi bagian belakang kepala bayi saat ia melakukan pelekatan dan mulai menyusu, karena refleksnya akan menyebabkan ia menarik kembali tangan Moms dan menjauhi payudara. Biarkan tubuh Moms menopang berat badan si kecil sehingga ia merasa aman dan didukung. Temukan posisi rileks untuk menyusui. Beberapa ahli menyarankan untuk menyusui dengan posisi berbaring (biasanya sekitar 45 derajat), terutama di awal masa menyusui. Saat berbaring, gravitasi membantu mendukung bayi sehingga membantu meringankan beban Moms untuk menahan berat badannya. Ini juga merupakan posisi yang memudahkan bayi untuk menggunakan tangannya, mengangkat dan memutar kepalanya, serta menenggelamkan dagunya ke payudara, semua hal yang sangat membantunya saat melakukan pelekatan.

Baca Juga : Kapan Calon Ibu Harus Melakukan Persiapan Menyusui? Ini Kata Ahli!

Sering-seringlah menyusui

nyusu5

Foto : foxnews

Semakin sering menyusui, semakin banyak ASI yang akan dihasilkan. Susu pertama (kolostrum) diproduksi dalam jumlah yang tepat untuk perut mungil si kecil, jumlahnya akan meningkat sekitar hari ketiga setelah kelahiran saat bayi mulai membutukan lebih banyak ASI.

ASI dapat dicerna dalam waktu satu jam, sehingga sering menyusu akan sangat baik untuk bayi. Dalam 24 jam setidaknya bayi perlu menyusu antara 8 hingga 12 kali.

Baca juga : ASI Keluar Sebelum Melahirkan, Wajar Atau Malah Berbahaya?

Kenali tanda-tanda pelekatan yang baik

nyusu4

Foto : verywellfamily.com

Si Kecil menyusu dengan baik jika Moms merasakan sensasi tertarik di payudata saat ia sedang menyusu. Bagaimana cara mengetahui apakah si kecil menyusu dengan benar? Pelipis dan rahang bawahnya bergerak secara ritmis dan Moms kadang-kadang juga mendengar hembusan napas yang dihembuskan setelah si kecil menelan ASI.

Idealnya, bibir bayi tidak akan tampak seperti sedang menyedot atau terbuka di sekitar putting atau aerola saat menyusu. Tidak juga dalam posisi menarik yang membuat putting Moms terasa sakit (biasanya karena posisi tubuh bayi terlalu jauh dari payudara).

Baca Juga : Intip Bagaimana Posisi Menyusui yang Benar

Itu dia Moms beberapa cara untuk membantu si kecil menyusu dengan benar. Apakah Moms sudah menerapkannya? Share yuk melalui kolom komentar yang ada di bawah artikel ini.

(RGW)

Sumber: breastfeeding.support, parents.com

Artikel Terkait