3-5 TAHUN
9 Desember 2019

5 Cara Membesarkan Anak Tuli agar Mencapai Potensi Penuhnya

Jangan terlalu protektif, karena akan menghalangi anak untuk berkembang
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Dina Vionetta

Membesarkan anak yang tuli adalah pengalaman yang menantang bagi setiap orang tua dan si anak sendiri. Moms mungkin akan bingung bagaimana cara membesarkan anak tuli dan memerlukan bantuan khusus.

Moms harus memastikan mendapatkan bantuan dan dukungan yang tepat sesegera mungkin akan membantu perkembangan anak sehingga mereka dapat mencapai potensi penuh mereka. Jika tidak, Si Kecil tidak akan mengalami kemajuan dalam perkembangannya.

Baca Juga: Ini 4 Cara Mengenalkan Warna Pada Balita Tunanetra

Orang tua harus bisa semaksimal mungkin membantu anak untuk dapat berinteraksi dengan orang lain agar bisa mendapatkan pendidikan yang dibutuhkan.

Lalu apa yang bisa Moms lakukan untuk membesarkan anak tuli?

Membesarkan Anak Tuli

1. Tumbuhkan Rasa Menghargai Diri Sendiri

membesarkan anak tuli

Foto: ndcs.org.uk

Sikap positif seperti menghargai diri sendiri penting untuk diajarkan saat kita membesarkan anak tuli. Sebelum anak-anak belajar bahasa, orang tua dapat mulai membangun harga diri anak dengan memberikan banyak pujian dan senyum.

Namun kendala yang dihadapi, orang tua biasanya terlalu protektif pada anaknya, karena merasa orang lain tidak bisa menerima mereka apa adanya.

Tetapi mengambil alih untuk berbicara tidak akan membantu harga diri dan kepercayaan diri anak tuli tumbuh. Penting untuk memberi mereka ruang berkembang dan belajar dari kesulitan dan kesalahan mereka.

2. Kembangkan Komunikasi Anak

membesarkan anak tuli

Foto: ndcs.org.uk

Jika anak Moms tuli, mereka mungkin berkomunikasi melalui berbicara, bahasa isyarat atau kombinasi antara keduanya.

Dilansir dari Pregnancy Birth and Baby Australia, bagi anak-anak tuli, belajar berkomunikasi melalui berbicara itu sulit dan membutuhkan waktu yang lama. Jika Si Kecil merasa terlalu sulit, menggunakan bahasa isyarat adalah pilihan lain yang bisa kita lakukan.

Baca Juga: 5 Tips Mengembangkan Kemampuan Bahasa dan Komunikasi Balita Tunarungu

Mempelajari bahasa isyarat dan berbicara bermanfaat untuk perkembangan anak karena mendorong interaksi si buah hati dengan kita dan membangun hubungan dengan Moms, lalu sekitarnya.

Auslan adalah bahasa komunitas yang digunakan oleh komunitas tuna rungu Australia. Ini memiliki tata bahasa dan aturan bahasa sendiri, yang berbeda dari yang berbahasa Inggris lisan. Auslan diakui sebagai bahasa resmi oleh Pemerintah Australia.

3. Bermain dan Membaca

membesarkan anak tuli

Foto: childlife.org.uk

Bermain penting untuk perkembangan anak. Seorang ahli menjelaskan bahwa hal ini lebih penting saat kita membesarkan anak tuli. Mereka perlu mengembangkan keterampilan sosial, keterampilan komunikasi, bahasa, mengambil giliran, kontak mata yang tepat dan berbagi, dan bersenang-senang juga.

Baca Juga: 5 Manfaat Orang Tua Bermain Bersama Anak

4. Alat Bantu Dengar

membesarkan anak tuli

Foto: nhs.uk

Ada berbagai alat bantu dengar yang tersedia, tergantung pada tingkat gangguan pendengaran anak kita. Ini termasuk implan koklea (untuk gangguan pendengaran yang parah) dan alat bantu dengar.

Si Kecil mungkin menggunakan kombinasi perangkat mendengarkan, di satu atau kedua telinga.

5. Implan Koklear

membesarkan anak tuli

Foto: ndcs.org.uk

Dikutip dari American Academy of Audiology, Moms bisa berkonsultasi dengan audiolog tentang opsi yang dimiliki anak, seperti alat bantu dengar (perangkat elektronik kecil yang dipakai di dalam atau belakang telinga yang berfungsi untuk menguatkan suara), pelatif FM, atau implan koklear.

Cara penggunaan implan koklear dengan dimasukkan ke dalam telinga bagian dalam (koklea). Alat ini terdiri dari elektroda dan perangkat eksternal yang mengambil dan memproses suara.

Baca Juga: 4 Manfaat Istimewa Musik Untuk Perkembangan Anak

Implan ini berfungsi sebagai pengganti telinga bagian dalam dengan membawa sinyal pendengaran ke otak. Jika gangguan pendengaran anak termasuk parah, pertimbangkan untuk implan koklear.

Jadi, membesarkan anak tuli memang seperti kita membesarkan anak normal, namun ada hal-hal lainnya yang penting untuk kita tambahkan.

(AWD/DIN)

Artikel Terkait