KESEHATAN
10 November 2019

5 Cara Mencegah Dehidrasi Saat Hamil, Simak di Sini Moms!

Bahaya! Kekurangan cairan bisa berakibat fatal bagi janin.
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Dina Vionetta

Mencegah dehidrasi saat hamil merupakan upaya yang harus diperhatikan karena dehidrasi lebih sering terjadi selama masa ini.

Sebagian besar kasus dehidrasi pada kehamilan terhitung ringan. Namun, bukan berarti Moms terhindar sepenuhnya dari dehidrasi parah yang bisa membahayakan ibu dan bayi.

Janin sangat menuntut tubuh Moms untuk mengonsumsi nutrisi tambahan.

Selain itu, air membantu membentuk plasenta, yang merupakan andalan bayi untuk menerima nutrisi selama kehamilan.

Oleh karena itu, ibu hamil tidak boleh kekurangan cairan.

Nah, selain rasa haus, gejala dehidrasi lainnya termasuk bibir kering dan pecah-pecah, urin berwarna gelap, serta tidak berkeringat, bahkan dalam cuaca panas.

Bahkan, sebagian dari Moms mungkin mengalami kontraksi Braxton Hicks ketika dehidrasi.

Baca Juga: Ternyata Kulit Bisa Mengalami Dehidrasi, Kenali Tanda-tandanya!

Jika Moms merasakan pusing, jantung berdetak kencang, dan perubahan pola gerak bayi, bisa jadi Moms terkena dehidrasi parah.

Dalam kasus yang lebih serius, dehidrasi parah dapat menyebabkan syok dan kegagalan organ. Bahaya!

Agar tidak dehidrasi selama kehamilan, Moms bisa lakukan beberapa langkah sederhana untuk mencegah dehidrasi selama kehamilan di bawah ini, dilansir dari American Pregnancy Associations.

1. Pasang Alarm untuk Minum Air

5 Cara Mencegah Dehidrasi Saat Hamil 01 - Pasang Alarm untuk Minum Air.jpg

Foto: parentune.com

Jika Moms kesulitan mengingatkan diri untuk minum air putih yang cukup, pasang saja alarm. Asupan cairan selama hamil kurang lebih 8 sampai 10 gelas per hari. Aturlah waktu agar Moms bisa memenuhi kebutuhan cairan harian.

2. Hindari Kafein

5 Cara Mencegah Dehidrasi Saat Hamil 02 - Hindari Kafein.jpg

Foto: mamanatural.com

Menghindari produk yang mengandung kafein selama hamil adalah ide yang baik, karena kafein dapat meningkatkan output urin. Hindari ya, Moms, demi mencegah dehidrasi selama kehamilan.

Meski bisa menghilangkan rasa haus, nyatanya produk kafein seperti teh dan kopi tidak membantu menambah cairan dalam tubuh.

Bahkan, kafein telah terbukti meningkatkan produksi urin dan kehilangan cairan.

Baca Juga: Suhu Panas Melanda Indonesia, Lakukan 4 Hal Ini untuk Mencegah Dehidrasi

3. Hindari Olahraga Berlebihan

5 Cara Mencegah Dehidrasi Saat Hamil 03 - Hindari Olahraga Berlebihan.jpg

Foto: baklol.com

Cara lain untuk mencegah dehidrasi selama kehamilan adalah dengan menghindari aktivitas yang dapat menyebabkan panas berlebih seperti olahraga berat atau menghabiskan banyak waktu di lingkungan yang panas.

Olahraga dianggap sehat untuk ibu hamil, tetapi olahraga berat dan kurangnya asupan air dapat menyebabkan dehidrasi.

4. Konsumsi Makanan yang Mengandung Air

5 Cara Mencegah Dehidrasi Saat Hamil 04 - Konsumsi Makanan yang Mengandung Air.jpg

Foto: syvwc.com

Untuk menambah cairan dalam tubuh, Moms bisa mengonsumsi buah-buahan dan jus segar.

Buah yang mengandung banyak air di antaranya, semangka, melon, anggur dan tomat.

Jus juga dapat membantu memberi energi pada tubuh, karena mengandung air alami.

Baca Juga: Ketahui Risiko Penyakit Yang Mengintai Bayi Dehidrasi

5. Konsumsi Cairan Elektrolit

5 Cara Mencegah Dehidrasi Saat Hamil 05 Konsumsi Cairan Elektrolit.jpg

Foto: parenting.firstcry.com

Dikutip dari laman Obstetrics and Gynecology Journal, cairan elektrolit dapat membantu mencegah beberapa gejala dehidrasi selama kehamilan.

Saat tubuh kekurangan cairan, Moms akan merasa kelelahan, pusing, lemas dan bingung.

Nah, minuman elektrolit bisa membantu Moms mengganti cairan yang hilang dalam tubuh.

Meski begitu, tetap konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini, agar Moms mengetahui manfaat dan efek sampingnya.

Ingat, Moms. Mencegah lebih baik daripada mengobati. Ini berlaku pula untuk Moms demi upaya mencegah dehidrasi selama kehamilan.

Kekurangan asupan cairan saat hamil berbahaya bagi janin, karena akan berpengaruh pada penyaluran nutrisi dan cairan ketuban.

(CIL/DIN)

Artikel Terkait