DI ATAS 5 TAHUN
15 Oktober 2017

5 Cara Mengajarkan Anak Pentingnya Menghargai Makanan

Ajarkan anak kebiasaan ini agar mereka lebih menghargai makanan dan tidak pilih-pilih menu.
Artikel ditulis oleh Carla Octama
Disunting oleh Carla Octama

Jika anak Mama sering mengernyitkan hidung dan mengeluh pada setiap makanan yang disajikan, tidak perlu langsung menggantinya dengan hidangan lain. Anak Mama mungkin seorang picky eater, tapi dengan bantuan Mama, ia bisa belajar menghargai setiap jenis makanan, termasuk buah-buahan dan sayuran.

“Anak-anak memiliki beberapa perilaku yang menghalangi mereka mendapat gizi baik, seperti keengganan terhadap rasa, tekstur dan ketersediaan makanan sehat,” kata Sharon Palmer, ahli diet di California sekaligus pengarang buku “The Plant-Powered Diet”.

Gunakan pemikiran kreatif dan aktivitas interaktif agar anak lebih menghargai setiap makanan yang Mama siapkan. Berikut beberapa caranya:

1. Makan bersama keluarga

poin1

Menyediakan waktu untuk makan bersama keluarga dampaknya sangat kuat. Itu menunjukkan kepada anak bahwa kita memiliki waktu luang untuk berhenti sejenak dan menikmati makanan. Cara tersebut juga mengajarkan mereka bahwa semua anggota keluarga mengonsumsi makanan yang sama dan tidak pilih-pilih menu.

2. Membuat ‘ritual’ makan

poin2

Para peneliti di Harvard melakukan empat eksperimen untuk menguji ‘ritual’ menikmati makanan. Sebagai contoh, pada eksperimen pertama, setengah dari subjek studi diminta untuk membagi dua cokelat. Satu bagian dibiarkan masih terbungkus, sementara satunya dibuka lalu dimakan.

Partisipan yang diminta melakukan ritual tersebut diketahui lebih menikmati cokelatnya dibanding mereka yang tidak. Ritual sebelum makan seperti merapikan meja, berdoa, atau menyusun piring dapat meningkatkan nilai dan rasa makanan.

3. Membangun selera makan

poin3

Bayangkan anak yang selalu bisa makan apa yang diinginkan. Apakah mereka akan lebih menghargai makanan dibanding anak yang harus menunggu terlebih dahulu untuk menikmati hidangannya?

Orang-orang yang harus menunggu lebih lama untuk mencicipi makanannya diketahui memiliki pengalaman makan yang lebih menyenangkan. Jadi, jika anak Mama dibiarkan menunggu lebih lama, maka mereka semakin menginginkan makanannya. Seiring berjalannya waktu, anak jadi bisa menghargai makanan.

4. Biarkan mereka terlibat

poin4

Ajak anak berbelanja dan biarkan mereka mengeksplor berbagai macam bahan masakkan. Saat menyusuri lorong buah dan sayuran yang penuh warna, jelaskan kepada anak bagaimana proses petani menumbuhkannya agar mereka lebih menghargai makanan tersebut.

Selanjutnya, biarkan anak membantu memasak. Mereka bisa memotong sayur atau mengaduk adonan. Semakin anak terlibat dalam proses menyiapkan makanan, maka semakin mereka menghargainya.

Anak yang memiliki tanggung jawab di dapur akan memiliki apresiasi yang lebih besar pada makanan yang tersedia di meja. Ini juga menjadi bekal anak di kemudian hari ketika mereka mulai memasak untuk dirinya sendiri.

5. Ajarkan untuk selalu bersyukur

poin5

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menumbuhkan rasa syukur anak pada makanan. Pertama, dengan membiasakan mereka untuk baca doa sebelum makan. Kedua, menerapkan peraturan tidak boleh mengeluh atas makanan yang disajikan. Dan yang terakhir bisa dengan mengajak mereka ke perkebunan untuk melihat bagaimana petani mengolah bahan makanan.

Nah, itulah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengajarkan anak pentingnya menghargai makanan. Apakah Mama tertarik mencobanya?

(GLW)

Foto : Shutterstock

Artikel Terkait