BAYI
20 Agustus 2020

Bayi Ngorok saat Tidur, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Moms bisa mengatasinya dengan cara yang sederhana
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Napas bayi baru lahir sering kali terdengar berisik, terutama ketika mereka sedang tidur. Pernapasan bayi bisa terdengar seperti mendengkur atau ngorok, bahkan terkadang memang benar-benar mendengkur.

Dalam kebanyakan kasus bayi mendengkur bukanlah tanda dari kondisi yang berbahaya. Pada dasarnya, bayi memiliki lubang hidung yang sangat kecil sehingga ketika hidungnya kering atau berlendir dapat membuat mereka mendengkur atau nafasnya terdengar berisik.

Namun terkadang, yang terdengar seperti mendengkur hanyalah cara mereka bernapas saat baru lahir. Saat mereka tumbuh, pernapasan bayi yang baru lahir biasanya menjadi lebih tenang.

Baca Juga : Ini 6 Cara Agar Bayi Tidur Teratur dan Nyenyak di Malam Hari

Namun, jika belakangan ini bayi mulai mendengkur disertai dengan gejala lain, Moms harus memastikan bahwa itu bukanlah indikasi dari kondisi yang lebih serius.

Penyebab Bayi Ngorok

ngorok pada bayi

Foto: Orami Photo Stock

Ada beberapa hal yang menyebabkan bayi ngorok, bisa jadi bayi Moms ngorok karena beberapa penyebab di bawah ini. Yuk, kita lihat.

1. Hidung tersumbat

Lebih sering daripada tidak, bayi yang ngorok disebabkan karena hidungnya yang tersumbat. Jika itu masalahnya, penyumbatan hidung dapat diatasi dengan menggunakan saline drops.

Saat bayi tumbuh, ukuran lubang hidung mereka tentu akan meningkat, dan masalah ngorok pada bayi biasanya mereda seiring bertambahnya usia Si Kecil.

Namun, mendengkur terkadang dapat mengindikasikan masalah yang lebih serius.

Jika bayi Anda mendengkur terus dan memburuk setelah menggunakan saline drops, Kerrin Edmonds, konsultan tidur pediatrik di California, merekomendasikan untuk merekam suara dengkuran anak dengan kamera atau tape recorder dan mengkonsultasikannya dengan dokter anak.

2. Laringomalasia

Mendengkur pada bayi juga bisa menjadi tanda laringomalasia. Kondisi ini menyebabkan pelunakan jaringan kotak suara, atau laring. Struktur laring cacat dan terkelupas, yang menyebabkan jaringan jatuh di atas pembukaan jalan napas dan memblokirnya sebagian saluran pernapasan.

Sekitar 90 persen anak-anak akan melihat gejalanya hilang tanpa pengobatan. Kondisi ini biasanya hilang dengan sendirinya saat bayi berusia 18 hingga 20 bulan.

Namun pada beberapa bayi, laringomalasia parah yang mengganggu pernapasan atau makan, selang pernapasan dapat diatasi dengan operasi rekonstruksi. Tabung pernapasan terkadang dapat menyebabkan infeksi, yang dapat menyebabkan perlunya operasi rekonstruktif juga.

Tujuan utama dari operasi rekonstruksi laringotrakeal adalah untuk membangun jalan napas yang permanen dan stabil bagi anak untuk bernapas tanpa menggunakan selang pernapasan. Pembedahan juga dapat memperbaiki masalah suara dan menelan Si Kecil.

3. Mengalami Gangguan Tidur

Anak-anak yang terbiasa ngorok mungkin menandakan bahwa mereka tidak mendapatkan tidur yang nyenyak atau mereka juga menderita sleep apnea. Tubuh mereka mungkin membangunkan mereka karena kesulitan bernapas dan penumpukan karbon dioksida di dalam saluran udara yang sebagian rusak atau tersumbat.

Tidak hanya sulit bernapas dengan suara bising tetapi juga menghambat tidur yang nyenyak, dan menyebabkan masalah tambahan.

Kurang tidur dapat merusak pertumbuhan dan perkembangan Si Kecil. Hal inibahkan dapat dikaitkan dengan:

  • penambahan berat badan yang buruk
  • perilaku yang menyerupai gangguan Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD)
  • mengompol
  • teror malam
  • kegemuka

Bukan hanya itu saja, setiap anak dengan gejala berikut harus dievaluasi sepenuhnya oleh dokter anak mereka.

  • mengalami kesulitan tidur di malam hari
  • mengalami kesulitan bernapas di siang hari
  • mudah kehabisan napas
  • mengalami kesulitan makan dan menambah berat badan
  • mendengkur dengan jeda lama (lebih dari sepuluh detik) di antara napas

Baca Juga: Gemas, Ternyata Ini Alasan Mengapa Bayi Sering Tersenyum Saat Tidur

4. Masalah Lainnya

Ngorok yang keras bisa menjadi tanda dari banyak hal, termasuk pembesaran amandel atau kelenjar gondok, atauseptum yang menyimpang.

“Meskipun mendengkur hanya membuat tubuh kita bersuara, itu biasanya merupakan gejala dari masalah yang lebih besar, dan semua masalah yang mungkin terjadi membuat anak-anak kita lebih sulit bernapas dan mendapatkan kualitas tidur yang baik,” kata Edmonds.

Sebuah septum yang menyimpang mungkin merupakan kejadian yang relatif umum pada hari-hari pertama setelah bayi lahir, dan terjadi di hampir 20 persen dari semua bayi baru lahir, menurut Indian Journal of Otolaryngology and Head & Neck Surgery.

Banyak bayi yang tidak memiliki gejala dan akan sembuh seiring waktu. Namun, penyebab lain mendengkur lebih mungkin muncul pada anak yang lebih besar daripada pada bayi.

Meskipun banyak anak mendengkur, hanya 1 hingga 3 persen anak yang mengalami sleep apnea, dan kemungkinan besar, mereka berusia antara 3 dan 6 tahun.

Dr. Thomas M. Seman, dokter anak bersertifikat yang berbasis di Massachusetts, mengatakan orang tua harus memperhatikan jika anak-anak mereka terbiasa menghirup napas dari mulut.

Seorang anak yang mendengkur, kurang makan, atau berat badannya tidak bertambah dengan baik mungkin mengalami masalah mulut, tenggorokan, paru-paru, atau jantung yang signifikan. Banyak dari masalah ini kemungkinan besar akan diketahui sejak awal kehidupan bayi, tetapi mungkin berkembang selama tahun pertama.

Cara Mengatasi Bayi Mendengkur

Ada beberapa cara sederhana yang bisa Moms lakukan untuk mengatasi masalah ngorok pada bayi. Yuk dicoba, Moms.

1. Sesuaikan Posisi Tidur Bayi

5 cara mengatasi bayi mendengkur saat tidur 1

Foto: romper.com

Cobalah mengubah posisi bayi ketika ia tidur. Kebanyakan bayi cenderung mendengkur ketika mereka tidur telentang atau tengkurap.

Para ahli menganggap bahwa tidur menyamping dapat membantu untuk menghentikan dengkuran pada beberapa bayi.

Akan tetapi, mengingat posisi tidur yang disarankan dan aman untuk mencegah SIDS pada bayi dari American Academy of Pediatrics (AAP) adalah posisi menyamping.

Maka Moms dapat menyiasatinya dengan memiringkan kepala Si Kecil ke satu sisi dan perhatikan apakah cara ini membantu.

Jika cukup membantu, jangan lupa untuk sering mengubah sisi kemiringannya.

Sedikit menundukkan kepala bayi dengan bantal di bawah kasur juga dapat membantu melancarkan pernapasan dan membantunya tidur lebih nyenyak.

2. Bersihkan Hidung Bayi dengan Nasal Spray

5 cara mengatasi bayi mendengkur saat tidur 2

Foto: verywellhealth.com

Dengan persetujuan dokter anak, semprotan hidung adalah cara untuk membuka saluran hidung bayi yang mendengkur dan membantunya bernapas lega. Membersihkan hidung bayi menggunakan semprotan hidung khusus bayi (salty nasal spray) dapat membantu bayi untuk bernapas dengan lebih mudah.

Ada obat semprot hidung untuk bayi yang dijual bebas di sebagian besar apotek (disarankan untuk dibuat sendiri karena kemungkinan kontaminan dalam air) yang hanya memerlukan dua hingga tiga tetes larutan garam sekali sehari ke hidung bayi kita.

Si Kecil mungkin tidak menyukainya pada awalnya, tetapi mereka akan bisa mendapatkan tidur yang lebih nyenyak dan Moms pun bisa beristirahat lebih tenang.

Selain membelinya di apotek, Moms juga bisa membuat semprotan sendiri dengan menambahkan seperempat sendok teh garam ke dalam air murni dengan takaran sekitar 8 ons cairan. Tapi konsultasikan dengan dokter ya Moms.

Moms harus memasukkan beberapa tetes saline setiap hari ke hidung bayi yang kotor atau tersumbat.

Baca Juga : Si Kecil Tidak Mau Tidur di Boks Bayi, Bagaimana Mengatasinya?

3. Gunakan Nasal Aspirator

bayi ngorok

Foto: Orami Photo Stock

Sebuah aspirator hidung pada dasarnya adalah kebalikan dari semprotan hidung. Alih-alih memasukkan sesuatu untuk mengendurkan lendir yang berlebih dalam hidung anak, Moms dapat menggunakan aspirator hidung untuk menyedot lendir untuk keluar.

Hal ini mungkin tampak menjijikkan tapi jika buah hati kita bisa merasa lebih baik dengan nasal aspirator dan menjernihkan napas bayi yang baru lahir itu, rasanya tidak apa-apa ya Moms.

4. Gunakan Alat Uap

5 cara mengatasi bayi mendengkur saat tidur 3

Foto: motherhow.com

Alergi musiman atau hidung tersumbat karena pilek dapat menyebabkan bayi mendengkur.

Menggunakan alat penguap (vaporizer atau humidifier) dapat membantu meringankan hidung tersumbat dan mendengkur di malam hari.

Namun, perhatikan bahwa menggunakan vaporizer kabut panas dapat menyebabkan uap terbakar.

Jadi pastikan vaporizer yang Moms gunakan memiliki pengaturan dingin untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.

5. Hilangkan Alergen di Kamar Bayi

5 cara mengatasi bayi mendengkur saat tidur 4

Foto: flickr.com

Pastikan kamar bayi bersih dan bebas dari debu untuk mencegah pilek, hidung tersumbat, dan masalah pernapasan lainnya yang dapat memicu bayi mendengkur atau mendengus. Jangan gunakan karpet tebal yang dapat menjadi sarang debu.

6. Pemeriksaan dan Saran Perawatan Medis

5 cara mengatasi bayi mendengkur saat tidur 5

Foto: nypost.com

Meskipun pemeriksaan biasanya disarankan untuk anak yang lebih besar, ini merupakan prosedur yang mungkin diperlukan jika anak memiliki masalah mendengkur yang dimulai sejak bayi.

Jika Si Kecil perlu menjalani pemeriksaan medis seperti polysomnogram, The National Sleep Foundation merekomendasikan untuk memanfaatkannya sebaik mungkin.

Disarankan pula bagi Moms dan Dads untuk memberikan dukungan selama pemeriksaan berlangsung.

Misalnya dengan tidur bersama Si Kecil, mengenakan piyama yang sama dan lain sebagainya. Ini akan membuat bayi tidak merasa seperti sedang menjalani pemeriksaan.

Adapun beberapa pemeriksaan medis lainnya untuk mengatasi mendengkur pada bayi dan anak-anak termasuk uji endoskopi untuk memeriksa jalan napas, tes fungsi paru (PFT) untuk mengevaluasi paru-paru, CT scan, tes MRI, serta pemeriksaan suara dan kemampuan menelan.

Baca Juga : Bolehkah Bayi Tidur dengan Posisi Tengkurap?

Mendengkur pada bayi jarang terjadi akibat kondisi medis yang serius. Hidung tersumbat menjadi penyebab paling umum pada bayi mendengkur.

Di mana kondisi ini dapat diatasi dengan pengobatan rumahan sederhana atau bahkan tidak memerlukan perawatan sama sekali.

Sementara septum atau laryngomalasia mungkin juga tidak memerlukan perawatan apapun.

Namun, jika Moms khawatir dengan kebiasaan mendengkur Si Kecil, konsultasikan kondisinya dengan dokter anak.

Dokter dapat melakukan pemeriksaan dan menyarankan tindakan yang mungkin perlu dilakukan.

Masalah Bayi Ngorok yang Lebih Serius

Mengatasi Hidung bayi yang tersumbat

Foto: Orami Photo Stock

Dalam kasus seperti hidung atau saluran napas yang tidak normal, pembesaran amandel atau kelenjar gondok, saluran udara bagian atas yang terkulai atau tulang rawan yang tidak berkembang, bayi baru lahir yang bernapas melalui trakea dan laring dapat menyebabkan nafas yang mengi atau suara yang disebut “stridor”.

Ini adalah suara siulan atau seperti terengah-engah yang keras dan bernada tinggi. Mendengkur berlebihan dapat menjadi indikasi gangguan tidur yang dapat memprediksi masalah jangka panjang bagi anak-anak.

Dalam jurnal di U.S. National Library of Medicine oleh Karen Bonuck di Albert Einstein College of Medicine, dicatat bahwa bayi yang ngorok dapat menyebabkan gangguan perkembangan di korteks prefrontal yang menyebabkan masalah hiperaktif, masalah emosional seperti kecemasan & depresi, serta gangguan perilaku.

“Tidur adalah waktu untuk memulihkan homeostasis sel dan kimiawi otak,” kata Bonuck.

Menurutnya ketika tidur tidak teratur, otak menerima lebih sedikit oksigen daripada yang dibutuhkannya, dan mungkin mendapatkan lebih banyak karbon dioksida daripada yang dibutuhkannya.

Singkatnya, jika bayi baru lahir mendengkur terus, bicarakan dengan dokter anak atau konsultan tidur dan mereka dapat menyarankan tindakan terbaik.

Artikel Terkait