3-5 TAHUN
27 Agustus 2019

5 Cara Mengatasi Benjol di Kepala Balita Akibat Terbentur

Selalu siapkan kain dan es serta jangan panik, Moms.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dina Vionetta
Disunting oleh Dina Vionetta

Jatuh, terbentur, dan benjol adalah bagian tak terhindarkan dari perkembangan kemampuan motorik dan kemandirian anak.

Meski Moms sudah berusaha mengawasi dan menjaga anak sekuat tenaga, tetap saja anak – terutama yang berusia di bawah empat tahun – jatuh dari kursi, tempat tidur, ayunan, tangga, sepeda, atau karena berlari-lari.

Menurut Center for Disease Control and Prevention (CDC), jatuh adalah penyebab cedera kepala nomor satu pada anak berusia di bawah 9 tahun. Hal ini bisa mengakibatkan benjol.

Meski terlihat mengerikan, benjol tidak selalu berarti anak terluka serius. Kebanyakan bengkak di kepala menonjol karena tengkorak anak berada tepat di bawah kulitnya.

Begitu pula dengan luka kepala yang sering mengeluarkan banyak darah. Hal ini disebabkan banyaknya pembuluh darah di wajah dan kulit kepala.

Baca Juga: Jangan Panik! Ini Yang Harus Dilakukan Ketika Anak Cedera Kepala

Mengatasi Benjol dan Meredakan Tangis Anak

utamakan diskusi, 1 dari 7 kiat mendisiplinkan anak keras kepala 6

Foto: shutterstock.com

  1. Reaksi anak saat jatuh seringkali tergantung reaksi kita. Karena itu, tetaplah tenang jika anak terjatuh tapi tak terlihat cedera. Jika ia menangis, tenangkan anak dengan memeluknya dan ajak ia untuk kembali bergerak namun lebih berhati-hati.
  2. Kalau kepala anak benjol, redakan dengan mengompres bagian yang bengkak menggunakan sesuatu yang dingin – misalnya es yang dibungkus kain atau dimasukkan ke kaos kaki – selama kira-kira 20 menit. Jangan tempelkan es langsung ke kulit karena justru akan melukainya.
  3. Jika kepala anak luka dan berdarah, gunakan kasa steril dan berikan tekanan selama 10 menit untuk menghentikan perdarahan. Jangan membersihkan luka karena justru akan memperparah perdarahan atau menyebabkan komplikasi serius jika tulang tengkorak retak.
  4. Jika anak merasa tidak nyaman setelah terbentur, berikan ia acetaminophen atau ibuprofen untuk meredakan nyerinya. Jangan berikan aspirin kepada anak-anak karena bisa menyebabkan sindrom Reye’s yang serius dan langka.
  5. Alihkan anak dari perasaan tidak nyaman dengan memberinya susu atau makanan, atau dengan membaca buku.

Baca Juga: Kenali Penyebab dan Cara Mencegah Kepala Bayi Peyang

Perhatikan tingkah laku anak selama dua jam sejak jatuh atau terbentur, terutama caranya berbicara dan berjalan. Kalau anak terlihat baik-baik saja, teruskan pengamatan selama 24 jam.

Jika Moms mendapati hal yang tidak normal, segera bawa anak ke dokter. Dikhawatirkan anak mengalami gegar otak yang harus ditindak cepat.

Pastikan anak selalu berada di bawah pengawasan orang dewasa. Selama area bermainnya bebas dari tangga, sudut yang tajam, serta sumber bahaya lainnya, jatuh biasanya tidak menyebabkan cedera serius.

Selalu periksa kondisi anak jika kepalanya terbentur. Penelitian menunjukkan bahwa jika anak terbentur lagi sebelum luka pertamanya sembuh, efek cederanya jadi lebih panjang. Bahkan, dalam kasus yang jarang terjadi, hal ini bisa berakibat fatal.

Baca Juga: 5 Hal Sederhana Ini Ternyata Dapat Menyebabkan Sakit Kepala

(EMA)

Artikel Terkait