2-3 TAHUN
30 Mei 2019

5 Cara Menghadapi Balita yang Banyak Bertanya dan Cerewet

Ajarkan juga dia jadi pendengar yang baik ya Moms
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Pernahkah Moms merasa kebingungan menghadapi balita yang banyak bertanya dan cerewet? Tenang, Moms tidak sendiri. Ini hal yang sangat wajar.

Semakin bertambah usia anak, maka semakin bertambah pula kemampuan berbicaranya. Si Kecil, terutama pada usia balita yang baru belajar berbicara biasanya sangat cerewet dan aktif.

Jika kemampuan berbicaranya semakin lancar, maka semakin cerewet juga anak tersebut.

Mereka pun lantas kerap mengajukan banyak pertanyaan. Segala hal yang baru dilihat, dirasakan, dan dialami Si Kecil akan menjadi pintu bagi sederet pertanyaan kepada orang tua.

Jika hal itu terjadi Moms tentunya akan dibuat pusing menghadapi balita yang banyak bertanya dan cerewet.

Rasa pusing itu wajar Moms miliki karena berdasarkan sebuah penelitian di Inggris pada 2013 silam, seorang anak bisa mengajukan hingga 300 pertanyaan ke orang tuanya per hari.

Hal itu ditambah fakta bahwa anak berjenis kelamin perempuan cenderung lebih banyak bertanya dibandingkan anak laki-laki.

Baca Juga: Sudah Umur 3 Tahun Tapi Balita Belum Lancar Bicara, Apa Masalahnya?

Balita yang banyak bertanya dan cerewet ternyata memiliki keuntungan tersendiri lho Moms. Para ahli perkembangan anak menyatakan bahwa anak usia 2 hingga 4 tahun berada di dalam fase pembentuan kemampuan kognitif.

Itu berarti Si Kecil sedang dalam masa membuat koneksi banyak hal dengan mengedepankan logika.

Semakin banyak pertanyaan, maka semakin bermanfaat bagi tumbuh kembang anak. Balita yang banyak bertanya dan cerewet akan memiliki kemampuan komunikasi yang lebih dibandingkan anak sebayanya dan juga menambah wawasannya.

Selain itu, ketika tumbuh dewasa, kemampuan sosial balita yang banyak bertanya dan cerewet juga akan lebih baik dan rasa percaya diri dalam berdiskusi dan menyampaikan pendapat akan lebih tinggi.

Beberapa penelitian bahkan menyebutkan bahwa balita yang banyak bertanya dan cerewet akan lebih sukses di dunia pekerjaan.

Manfaat lain dari balita yang banyak bertanya dan cerewet adalah si anak akan lebih memungkinkan menjadi orang tua yang baik di masa depan, sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh para peneliti dari Frank Porter Graham Child Development Institute di Universitas North Carolina, Chapel Hill.

Riset tersebut menunjukkan bahwa semakin banyak komunikasi antara orang tua dan anak maka kosakata anak otomatis akan bertambah dan akan bisa menjadi orang tua yang baik ketika dewasa nanti.

Oleh karena itu, orang tua haruslah bisa menjadi sosok yang mampu menjawab segala pertanyaan dari Si Kecil. Tidak hanya menjawab, melainkan harus masuk akal dan sesuai dengan logika yang dimiliki anak.

Jika tidak, anak tidak akan merasa puas dengan jawaban dari orang tuanya dan terus menerus bertanya.

Berikut ini beberapa cara yang bisa Moms lakukan untuk menangani balita yang sering bertanya dan cerewet.

Baca Juga: Balita Suka Berbicara Sendiri, Normal Atau Tidak?

1. Jangan Melabeli Anak

balita yang banyak bertanya dan cerewet

Cara pertama yang bisa Moms lakukan pada balita yang banyak bertanya dan cerewet adalah dengan tidak melabeli sang buah hati dengan sebutan cerewet atau sebutan lainnya yang maknanya sama. Jika itu dilakukan, maka hal tersebut justru akan bisa merusak kepercayaan diri Si Kecil.

Sebaliknya, Moms harus memberikan apresiasi terhadap Si Kecil tentang siapa dirinya dan bagaimana baiknya dia ketika harus menyuarakan segala macam pemikiran dan pendapatnya ke Moms.

2. Berikan Si Kecil Kesempatan Berbicara

balita yang banyak bertanya dan cerewet

Cara lain yang bisa Moms lakukan untuk menghadapi balita yang banyak bertanya dan cerewet adalah dengan memberinya kesempatan berbicara. Berikanlah anak-anak Moms di rumah waktu yang cukup untuk bisa mengeluarkan segala unek-uneknya setiap hari.

Lihat langsung ke dalam matanya dan mulailah percakapan dengan Si Kecil agar dia merasa diperhatikan dan dihargai.

Hal ini penting dilakukan untuk menunjukkan bahwa berbicara atau bertanya ke orang tuanya adalah satu hal yang baik. Anak biasanya akan banyak berbicara tentang kegiatannya dalam sehari dan jika itu terjadi maka Moms harus menjadi pendengar yang baik.

Baca Juga: Ini 4 Metode Terapi Berbicara Terbaik Untuk Balita

3. Buat Jarak

balita yang banyak bertanya dan cerewet

Membuat jarak jadi salah satu hal yang bisa Moms lakukan untuk menghadapi balita yang banyak bertanya dan cerewet. Meski memberikan kesempatan bagi Si Kecil untuk berbicara dan bertanya, ada baiknya Moms mengajarkan bahwa tidak semua hal bisa ditanyakan atau tidak setiap kesempatan dia bisa bertanya dan bersikap ramai.

Terangkan pada Si Kecil bahwa ada beberapa hal bersifat pribadi, kemudian ada beberapa tempat misalnya perpustakaan yang mengharuskan siapapun untuk tidak berisik dan banyak bicara.

Hal tersebut akan menjadi pengajaran untuk Si Kecil agar mengetahui segala petunjuk sosial, ekspresi, dan bahasa tubuh orang lain.

4. Ciptakan Permainan ‘Diam’

boy-child-childhood-235554.jpg

Cara ini menjadi penting ketika Moms selaku orang tua ingin membiasakan balita yang banyak bertanya dan cerewet menjadi seorang pendengar. Dalam permainan ‘diam’ ini, pihak yang lebih dulu bersuara akan kalah.

Hal itu kemudian akan memberikan pemahaman tentang konsep diam dan menjadi pendengar bagi orang lain.

Baca Juga: Penyebab Balita Bicara Gagap dan Solusi Mengatasinya

5. Sediakan Masa Rehat atau Jeda

child-couple-cyclist-1128318.jpg

Memiliki balita yang banyak bertanya dan cerewet memang banyak manfaatnya. Namun, sekaligus suatu hal yang melelahkan bagi Moms selaku orang tua.

Untuk itu, penting bagi Moms untuk menciptakan rehat dari kegiatan yang melelahkan tersebut. Moms bisa mengajak Si Kecil untuk mendengarkan musik bersama, membaca buku favorit, memasak bersama, atau bahkan sekadar berjalan-jalan di taman atau sekitar komplek rumah.

Itulah beberapa cara yang bisa Moms lakukan untuk menghadapi balita yang banyak bertanya dan cerewet. Selamat mencoba!

(TPW)

Artikel Terkait