KESEHATAN
19 November 2019

5 Cara Mengobati Buang Air Besar Berdarah, dari Ringan Hingga Berat!

Pengobatan pertama adalah dengan menghentikan perdarahan yang terjadi pada dubur/anus
Artikel ditulis oleh Amelia
Disunting oleh Dina Vionetta

Buang air besar berdarah, atau bahasa medisnya adalah hematochezia, adalah suatu kondisi yang mengacu pada keluarnya darah merah dari anus, sering dicampur dengan feses dan/atau gumpalan darah.

Jay W. Marks, MD, ahli penyakit dalam dan ahli gastroenterologi mengatakan, "Buang air besar berdarah ini mungkin berasal dari rektum, tetapi juga mungkin berasal dari bagian lain dari saluran pencernaan," mengutip Medicine Net.

Keparahan perdarahan pada rektum sangat bervariasi. Sebagian besar perdarahan dubur yang ringan dapat berhenti sendiri.

Umumnya, pendarahan dubur ringan dapat dievaluasi dan dirawat oleh dokter tanpa harus dirawat di rumah sakit.

Namun, dikutip dari jurnal Gastroenterology, pendarahan sedang atau berat akan berulang kali mengeluarkan lebih banyak darah merah cerah yang sering dicampur dengan feses dan/atau gumpalan darah.

"Pasien dengan perdarahan hebat akan buang air besar dengan banyak darah selama beberapa kali. Ini menguras darah pada tubuh pasien, menyebabkan kelemahan, pusing, hampir pingsan, tekanan darah rendah atau hipotensi ortostatik (penurunan tekanan darah ketika mengubah posisi duduk atau berbaring ke posisi berdiri)," terang dr. Jay.

Baca Juga: Susah Buang Air Besar Bukan Hanya Karena Kurang Serat Lho, Kenali Penyebab Lainnya

Pengobatan Buang Air Besar Berdarah (Hematochezia)

Ada perawatan yang bisa dilakukan untuk mengobati hematochezia. Seorang dokter dapat menggunakan satu dari beberapa teknik untuk menghentikan buang air besar berdarah.

1. Menghentikan Perdarahan

pengobatan BAB berdarah-1.jpg

Karena jumlah darah yang keluar dari tubuh bisa banyak, penting untuk terlebih dahulu mengatasi perdarahan pada anus/dubur sebelum dilakukan langkah pengobatan selanjutnya.

"Pasien perlu segera diobati dengan cairan intravena atau transfusi darah untuk menggantikan darah yang hilang, sehingga tes diagnostik seperti kolonoskopi dan angiogram bisa dilakukan dengan aman untuk menentukan penyebab dan lokasi perdarahan," jelas dr. Jay.

2. Kolonoskopi

pengobatan BAB berdarah-2.jpg

Kolonoskopi adalah prosedur yang paling banyak digunakan untuk diagnosis dan pengobatan perdarahan pada anus/dubur.

Kebanyakan kolonoskopi dilakukan setelah pemberian obat pencahar oral untuk membersihkan usus dari tinja, darah, dan gumpalan darah.

"Namun, dalam situasi darurat seperti ketika perdarahan hebat dan terus menerus, dokter dapat memilih untuk melakukan kolonoskopi darurat tanpa terlebih dahulu membersihkan usus besar," kata dr. Jay.

Baca Juga: Waspadai Radang Usus Buntu! Kenali Penyebab dan Gejalanya

3. Mengonsumsi Obat

Obat Alami Atasi Sulit Tidur - Melatonin.jpg

Selain menghentikan perdarahan segera, jika perlu dokter akan memberikan perawatan yang melibatkan obat-obatan.

Misalnya, dengan pemberian antibiotik untuk mengobati H. pylori, yang dapat menekan asam di lambung, atau obat anti-inflamasi untuk mengobati kolitis.

4. Pembedahan

pengobatan BAB berdarah-3.jpg

Pembedahan mungkin diperlukan untuk mengangkat polip atau bagian-bagian usus yang rusak oleh kanker, divertikulitis, atau penyakit radang usus.

"Pendarahan dubur ringan akibat wasir biasanya dapat diobati dengan tindakan lokal seperti penggunaan krim wasir, dan pelunak tinja. Jika langkah-langkah ini gagal, bisa dilakukan perawatan non-bedah dan bedah," terang dr. Jay.

Baca Juga: Gigi Bungsu Bikin Sakit, Apa Harus Dioperasi?

5. Perawatan Sendiri

Aturan dan Cara Tepat Memberikan Sayur untuk Balita 05.jpg

Namun, tergantung pada penyebabnya, perawatan mungkin melibatkan hal-hal sederhana yang dapat dilakukan sendiri.

Misalnya, seperti makan makanan tinggi serat untuk meringankan sembelit yang dapat menyebabkan dan memperparah wasir, dan duduk berendam di pemandian air panas.

Nah, itulah cara mengobati buang air besar berdarah, Moms. Sekarang, jangan risau lagi apabila Moms atau keluarga mengalaminya, ya.

(AP)

Artikel Terkait