BAYI
10 Agustus 2020

Cara Menidurkan Bayi yang Sedang Rewel dengan Mudah

Disimak caranya ya, Moms!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Dina Vionetta

Hati Moms mungkin akan dipenuhi dengan cinta ketika Moms melihat Si Kecil tidur dengan wajahnya yang tenang dan menggemaskan. Bayi Moms akan terlihat sangat manis dan polos. Namun, hati Moms mungkin berdetak kencang ketika Si Kecil tidak bisa tertidur sepanjang malam atau saat kita benar-benar ingin mereka tidur siang.

Sudah sewajarnya bahwa bayi akan lebih banyak tidur daripada terbangun, namun saat ia sulit tidur, hal ini pasti akan membuat Moms resah dan khawatir.

"Tidak ada yang namanya tidur yang buruk, yang ada hanya kebiasaan tidur yang buruk, dan hal ini biasanya akan kembali seperti semula," kata Ingrid Prueher, konsultan tidur anak di Fairfield, Connecticut.

Baca Juga: 5 Cara Mengatasi Bayi Mendengkur Saat Tidur

Terlebih lagi saat bayi mulai tumbuh gigi atau saat usianya mencapai antara empat hingga tujuh bulan. Sebagai seorang Ibu, tentunya Moms sangat gembira saat mengetahui bahwa gigi pertama Si Kecil akan segera tumbuh.

Sayangnya, tumbuh gigi atau teething bisa terasa sangat menyakitkan bagi bayi, bahkan tidak jarang membuat mereka sulit tidur dan menjadi lebih rewel. Lalu, apakah ada cara khusus untuk menidurkan bayi yang rewel?

5 Cara Menidurkan Bayi yang Rewel

cara menidurkan bayi

Foto: Orami Photo Stock

Moms mungkin akan merasa stres saat Si Kecil sulit untuk ditidurkan meski telah diberi asupan ASI. Namun dengan memahami apa hal yang harus dilakukan sebelum menidurkan bayi, Moms mungkin bisa terbantu. Yuk kita coba lakukan beberapa hal di bawah ini Moms.

1. Pijat Gusi Bayi Jika sedang Tumbuh Gigi

Jika Si Kecil tidak bisa tidur karena rasa sakit pada giginya yang sedang tumbuh, meringankan rasa sakit di gusi bayi adalah hal utama yang harus dilakukan untuk menidurkan bayi yang rewel karena kesakitan. Salah satu caranya adalah dengan memijat gusi bayi.

Dikutip dari Medline Plus, Moms dapat menggosok atau memijat dengan lembut gusi Si Kecil menggunakan handuk basah yang dingin atau jari tangan yang bersih. Moms juga dapat meletakkan lap basah di dalam kulkas terlebih dahulu. Tetapi jangan letakkan di dalam freezer karena jika terlalu dingin justru bisa membuat gusi bayi semakin tidak nyaman.

2. Alihkan Perhatian Bayi

Healthline menyarankan agar Moms menawarkan makanan untuk dikunyah seperti wortel dan mentimun untuk meringankan rasa sakit di gusi bayi (khusus untuk bayi yang sudah berusia 6 bulan dan sudah diberi MPASI).

Namun, berhati-hatilah jika menerapkan cara ini untuk menidurkan bayi yang sedang teething karena bayi rentan tersedak. Maka dari itu, disarankan agar Moms selalu mengawasi Si Kecil dan segera membuang makanan yang ia kunyah setelah tertidur atau mulai mengantuk.

Sebagai alternatif, Moms juga dapat menawarkan biskuit khusus untuk bayi yang sedang teething atau teething ring.

Baca Juga: Susah Tidur? Hadirkan 5 Tanaman Ini Di Kamar Tidur Agar Bisa Tidur Nyenyak

3. Melakukan Rutinitas sebelum Tidur

Dalam laman FirstCryParenting dikatakan bahwa untuk menidurkan bayi yang sedang rewel, penting bagi Moms untuk dapat mengatur jadwal tidurnya. Ketika bayi memiliki pola tidur yang teratur, tubuh mereka akan menyesuaikan diri.

Rutinitas sebelum tidur secara otomatis juga akan membuat bayi mengantuk saat menjelang tidur. Rutinitas tidur bisa termasuk mandi air hangat, berganti popok, membaca dongeng, bernyanyi atau digendong sampai ia tertidur.

Selain itu, sekitar 30 menit sebelum tidur, Moms juga bisa turunkan kebisingan dan redupkan lampu.

"Salah satu cara bayi mengetahui waktunya untuk tidur adalah dari lingkungan sekitarnya yang seperti memberinya tanda," jelas Deborah Givan, direktur Pusat Gangguan Tidur di Riley Hospital for Children, di Indianapolis.

Menurutnya, pencahayaan yang tepat sangat penting karena membantu mengatur jam internal tidur bayi. Bukan hanya kita, otak Si Kecil juga akan mengasosiasikan terang dan gelap dengan bangun atau tidur. Meredupkan lampu di malam hari dan memberikan bayi cahaya terang di pagi hari akan membantu memberi tanda untuk Si Kecil.

Setelah Moms meminimalkan rangsangan, dapat mulai memperkenalkan ritual menenangkan lainnya, seperti mandi air hangat, lagu pengantar tidur, atau cerita sebelum tidur. Coba cara ini dengan konsisten dan lakukan kegiatan dalam urutan yang sama setiap malam agar bayi Moms terbiasa.

4. Menyusui sebelum Bayi Tidur

Menurut FirstCryParenting, menyusui adalah cara efektif untuk menenangkan dan membuat bayi yang sedang rewel menjadi lebih cepat tertidur.

Namun saat bayi mulai tumbuh gigi, ia mungkin sesekali menggigit puting Moms. Untuk mencegah hal semacam ini terjadi, pijatlah gusi Si Kecil sebelum menyusui.

5. Obat untuk Menghilangkan Rasa Sakit

Bayi yang rewel karena tumbuh gigi bisa terasa tidak nyaman dan membuat bayi sulit tidur karena gigi-gigi kecil menembus gusi yang sensitif. “Saya merekomendasikan pemberian acetaminophen dengan dosis yang tepat bersama dengan teething ring,” kata Tanya Remer Altmann, co-editor Caring For Your Baby and Young Child dari Los Angeles.

“Untuk bayi di atas 6 bulan, dosis yang tepat dari acetaminophen atau ibuprofen dapat digunakan sesuai keparahan rasa sakit," ujar Tanya.

Apa saja yang Moms miliki di lemari obat atau mana yang paling disukai Si Kecil. Karena bayi yang tidak nyaman biasanya memiliki preferensi rasa.”

Baca Juga: Wajib Tahu, Ini 6 Fakta Teething Alias Tumbuh Gigi pada Bayi

Bayi mungkin akan lebih rewel di malam hari, karena gejalanya akan semakin parah ketika malam hari hingga menidurkan bayi yang sedang tumbuh gigi terasa sangat sulit dilakukan. Sebenarnya tidak demikian. Bayi yang sedang tumbuh gigi merasa lebih tidak nyaman di malam hari karena mereka merasa lelah dan saat siang hari umumnya mereka melakukan banyak hal yang bisa mengalihkan perhatian mereka dari rasa sakit.

Cara Menidurkan Bayi Tanpa Digendong

cara menidurkan bayi

Foto: Orami Photo Stock

Selain cara untuk menidurkan bayi yang rewel, di bawah ini ada beberapa tips yang bisa Moms coba untuk menidurkan bayi tanpa menggendongnya. Dicoba yuk, Moms.

1. Jangan Memberikan Si Kecil Makanan Sebelum Tidur

"Bayi yang baru lahir akan tertidur sepanjang waktu saat makan, dan hal ini jangan dijadikan sebagai kebiasaan," kata Heather Turgeon, konsultan tidur anak di Los Angeles.

Jika bayi sering tertidur setelah makan, maka akan tertanam dalam ingatan anak bahwa ia baru akan tidur setelah makan. Untuk mengatasi masalah ini, perlahan-lahan pindahkan pemberian makanan anak lebih awal sampai Si Kecil bisa melewatinya, kemudian lanjutkan dengan lagu yang menenangkan atau membacakan cerita.

Namun moms mungkin tetap harus bangun di malam hari untuk memberi Si Kecil makan. Ini sebab anak sedang kelaparan, bukan agar ia tidur kembali.

2. Tidurkan Bayi Lebih Awal

Untuk menidurkan bayi, waktu sama pentingnya dengan rutinitas.

"Sekitar 8 minggu, bayi akan mengalami peningkatan melatonin, hormon yang membuat mengantuk, yang dikeluarkan tubuh ketika tiba waktunya untuk tidur, yang berarti mereka siap untuk tidur lebih awal," kata Turgeon.

Menurutnya jika Si Kecil tidur terlambat, mereka akan menjadi lebih terjaga dan sulit untuk ditidurkan. Kadar melatonin anak akan naik di waktu petang tiba, tetapi mengingat matahari terbenam bisa kapan saja, Moms bisa mengatur waktu bayi tidur di jam 6:30 atau 7 malam.

Baca Juga: Gara-Gara Teething Gel, Ibu Ini Hampir Kehilangan Bayinya

3. Tidur Siang Itu Penting

Anak yang mendapatkan cukup waktu untuk beristirahat, akan tidur lebih baik dibandingkan mereka yang kelelahan. Mungkin terlihat sebagai hal yang bertentangan dengan anggapan selama ini, namun melewatkan jam tidur siang anak atau membiarkan Si Kecil terlambat tidur, dengan harapan ia bisa tidur lebih lama di malam hari, tentu tidak akan terjadi.

"Saat anak kelelahan, hormon stres mereka akan meningkat," jelas Turgeon.

Lalu saat anak akhirnya mengantuk dan tertidur, ada risiko tidak akan lama, karena hormon stres buah hati kita akan membangunkan mereka saat waktu tidurnya tidak cukup.

Inilah mengapa waktu rutinitas tidur di siang hari sangat penting agar anak bisa tidur. Saat Si Kecil berusia 2 bulan, rentang waktu optimal bayi hanya sekitar 90 menit untuk tidur, yang mana sangat cepat. Mereka belum memiliki toleransi untuk bangun sampai usianya mencapai 4 hingga 5 bulan.

4. Tetapkan Jadwal Tidur Siang

Mungkin kadang-kadang Moms tergoda untuk membiarkan anak tertidur di kursi mobil atau di dalam dekapan kita, namun Moms harus coba membiarkan anak tidur siang setidaknya sekali sehari. Dengan cara seperti itu bayi akan mendapatkan tidur berkualitas yang mereka butuhkan.

"Manfaat tidur siang yang pertama akan memulihkan mental seorang bayi dan akan menentukan bagaimana Si Kecil dalam satu hari itu, jadi idealnya Moms harus membiarkan bayi tidur siang dengan nyaman," kata Ingrid Prueher, konsultan tidur anak di Fairfield, Connecticut.

Sedangkan yang kedua bersifat restoratif secara fisik, jadi begitu bayi sudah cukup besar dan aktif bergerak, mereka akan membutuhkan tidur siang yang berkualitas juga.

Saat berumur 3 atau 4 tahun, Si Kecil akan terbangun untuk waktu yang lebih lama. Nah, di saat inilah, Moms bisa menetapkan jadwal tidur siang. Satu di pagi hari. lalu di siang hari, dan singkat di sore hari jika diperlukan.

Tidur siang adalah waktu yang tepat bagi Moms untuk berlatih membuat bayi mengantuk. Bukan tengah malam, jadi Moms bisa berpikir lebih jernih.

Baca Juga: 5 Terapi untuk Mengatasi Balita Susah Tidur di Malam Hari

5. Berhenti untuk Overthinking

Jangan terlalu berlebihan memikirkan hal ini hingga membuat Moms menjadi stres.

Jika Moms terlalu memikirkan dan memiliki banyak informasi untuk hal ini, kita akan bingung dan tidak tahu harus memulai dari mana. Alhasil Moms jadi mencoba berbagai cara yang hasil akhirnya menjadi tidak optimal.

Saran untuk Moms, berikan bayi kita sedikit ruang untuk menunjukkan kemampuan mereka.

Itu dia beberap cara yang bisa Moms lakukan. Kita dapat mencoba terlebih dahulu beberapa cara di atas untuk menidurkan Si Kecil yang sedang rewel, maupun tanpa menggendongnya.

Jika tidak berhasil, disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter anak untuk mengetahui apakah Si Kecil sulit tidur karena disebabkan oleh kondisi lainnya.

Artikel Terkait