RUPA-RUPA
17 Juli 2017

5 Cara Pintar Saat Memilih Asisten Rumah Tangga

ART bukan hanya untuk meringankan pekerjaan, tetapi sebagai partner Mama dalam mengurus rumah
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh (andia.ratna)
Disunting oleh (andia.ratna)

Bagi Mama modern, urusan mencari asisten rumah tangga (ART) untuk menjaga rumah ataupun mengasuh si kecil selagi Mama beraktivitas di luar rumah memang teramat penting. Apalagi pasca Lebaran begini, biasanya masalah “klasik” yang dihadapi adalah ART kesayangan tidak kembali bekerja di kita. Memilih ART yang pas memang susah-susah gampang. Sudah banyak contoh kasus dimana asisten rumah tangga tiba-tiba kabur membawa harta benda saat tak ada orang di rumah, dan yang paling parah, kasus anak yang diperlakukan kasar oleh pengasuhnya. Mama tak ingin mengalami mimpi buruk seperti itu, kan?

Baca juga: Tips Memilih Asisten Rumah Tangga

Mencari ART dari Sumber yang Terpercaya

Mencari ART bisa lewat yayasan penyalur tenaga kerja, ataupun mencari sendiri lewat referensi keluarga atau teman. Yayasan penyalur tenaga kerja yang bagus biasanya memiliki catatan referensi para calon ART yang berada di bawah naungannya. Ada pula yayasan yang bahkan membekali para calon ART-nya dengan keterampilan tertentu. Meski begitu, Mama juga perlu selektif memilih yayasan. Tak jarang ada juga Mama yang tertipu dengan yayasan ’nakal’ yang berusaha mencari laba dari biaya administrasi saat kita mengambil ART dari sana, tanpa membekali keterampilan apapun pada calon ART-nya. Itu sebabnya, beberapa Mama merasa lebih nyaman mencari ART lewat referensi teman atau saudara.

Baca juga: Plus Minus Menggunakan Jasa Babysitter Untuk Merawat Anak

Lakukan Hal Ini Sebelum Mempekerjakan ART

Pilihan apapun yang diambil oleh Mama, lakukan beberapa hal sebelum memutuskan untuk mempekerjakan seorang ART:

  1. Lakukan Wawancara

Ini adalah tahap penting yang harus dilakukan. Pertama kali, Mama bisa melakukan obervasi terhadap penampilan calon ART. Amati apakah dia terlihat bersih dan merawat diri dengan baik. Lihat dari caranya berpakaian, menyisir, termasuk berdandan. Mama juga boleh melontarkan pertanyaan seputar higienitas. Misal, tanyakan cara menyiapkan makanan setelah dimasak, atau cara membersihkan piring dan gelas bekas pakai.

  1. Amati Cara Berbicara dan Isi Pembicaraannya

Jangan langsung percaya begitu saja pada apa yang dikatakan calon ART. Bisa saja ia mengaku suka pada anak-anak, padahal raut wajahnya ketika diminta berinteraksi dengan si kecil, ia terlihat ogah-ogahan. Perhatikan juga jawaban yang ia berikan. Jawaban yang terlalu tegas (atau justru jawaban yang hanya sekadarnya saja), biasanya memberi pertanda yang kurang baik.

  1. Cari Tahu Seputar Pengalaman Kerjanya

Tanyakan sudah berapa lama ia menekuni profesi ini? Pernahkah mendapatkan pelatihan atau tidak? Atau, tanyakan juga mengapa ia berhenti dari pekerjaannya yang terdahulu.

  1. Melakukan Role Play

Coba lakukan penjajakan dengan memintanya berinteraksi dengan si kecil. Amati bagaimana cara ia berkomunikasi dengan anak, termasuk tutur kata yang digunakan saat berbicara dengan anak. Jangan lupa perhatikan juga bagaimana si kecil berinteraksi dengannya.

  1. Amati Bahasa Tubuhnya

Ajukan lebih banyak pertanyaan dan jangan mudah percaya bila calon ART menolak untuk melakukan kontak mata, terlihat ragu-ragu, dan tak langsung menjawab pertanyaan, atau melakukan gerakan tangan dan mulut yang berlebihan.

Nah, setelah berhasil mendapatkan ART yang cocok, Mama tentu tak ingin dia hanya betah bekerja sebentar saja di rumah, kan? Kalau begitu, ciptakan lingkungan yang nyaman untuknya bekerja. Tak hanya memberikan gaji yang layak, tapi jangan lupa berikan juga hadiah ulang tahun untuknya. Meski tak seberapa, perhatian kecil seperti ini bisa membuatnya semakin loyal, lho. Kemudian, perlakukan ART secara terhormat, dan berikan hak-haknya sesuai dengan perjanjian ya, Ma.

<VAN>

Artikel Terkait