KEHAMILAN
10 Agustus 2019

5 Fakta Kesehatan Seputar Kehamilan dengan HIV/AIDS

Ibu hamil dengan HIV/AIDS bisa memiliki anak negatif HIV/AIDS
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Moms mungkin tahu kalau HIV (Human Immunodeficiency Virus) bisa ditularkan oleh ibu kepada anaknya pada masa kehamilan, persalinan, dan menyusui. Karena itu, para perempuan yang positif HIV seringkali takut hamil karena khawatir akan menurunkan virus tersebut ke jabang bayi.

Ya, HIV memang bisa ditularkan ke bayi lewat darah, air susu ibu (ASI), dan cairan tubuh lain. Namun, hal ini bisa dicegah sehingga jika Moms mengalami kehamilan dengan HIV/AIDS tetap bisa melahirkan anak yang negatif HIV.

Berikut beberapa fakta kesehatan seputar kehamilan dengan HIV/AIDS yang perlu Moms ketahui seperti dikutip dari Avert.org.

Baca Juga: Hal yang Perlu Moms Ketahui tentang HIV dan AIDS pada Bayi Baru Lahir

1. Tes HIV

1-teshiv.jpg

Foto: infectioncontroltoday.com

Fakta pertama seputar kehamilan dengan HIV/AIDS adalah tes HIV. Waktu yang tepat untuk ibu hamil melakukan tes HIV adalah pada:

  • Kunjungan pertama ke dokter untuk memeriksakan kandungan
  • Di trimester ketiga
  • Setelah melahirkan

Suami Moms juga perlu ikut tes HIV. Selain itu, Moms sebaiknya juga melakukan tes penyakit menular seksual seperti hepatitis C dan sifilis.

2. Cara Mencegah Penularan HIV Ibu ke Anak

2-caramencegah.jpg

Foto: womenshealth.gov

Fakta selanjutnya seputar kehamilan dengan HIV/AIDS adalah ada cara untuk mencegah penularan HIV ibu ke anak. Untuk mencegahnya, ibu yang positif HIV harus menjalani pengobatan HIV selama hamil, melahirkan, dan menyusui.

Bayi baru lahir juga harus menjalani pengobatan HIV selama 4-6 minggu. Jadi, ibu yang positif HIV tetap bisa melahirkan bayi yang negatif HIV. Pada umumnya pengobatan HIV pada ibu hamil sama dengan pada orang dewasa yang tidak hamil.

Baca Juga: Apakah Penderita HIV/AIDS Boleh Hamil dan Punya Anak?

3. Obat Antiretroviral (ARV) untuk Ibu Hamil

3-obatarv.jpg

Foto: spiritia.or.id

Fakta selanjutnya seputar kehamilan dengan HIV/AIDS adalah ibu hamil tetap harus mengonsumsi ARV. Dikutip dari aidsinfo.nih.gov, obat ARV bekerja dengan mencegah HIV berkembang biak sehingga mengurangi jumlah HIV (viral load) dalam tubuh.

Viral load yang rendah saat hamil mengurangi risiko HIV diwariskan dari ibu ke anak selama kehamilan dan kelahiran.

Moms juga jadi lebih sehat. Selain itu, risiko penularan HIV melalui hubungan seks juga jadi berkurang. Tenang saja, Moms. Secara umum, obat HIV aman untuk ibu hamil dan tidak meningkatkan risiko cacat lahir.

Moms perlu segera melakukan terapi ARV setelah terdiagnosis HIV. Jika Moms sudah mengonsumsi obat ARV sebelumnya, Moms disarankan melanjutkannya seumur hidup, bukan hanya saat hamil, untuk mencegah HIV berkembang menjadi AIDS.

4. Persalinan Caesar Dapat Menurunkan Risiko Transmisi HIV dari Ibu ke Anak

4-caesar.jpg

Foto: ytimg.com

Fakta selanjutnya seputar kehamilan dengan HIV/AIDS adalah persalinan Caesar bisa menurunkan risiko penularan HIV/AIDS padabayi. Bayi bisa terekspos HIV lewat darah dan cairan tubuh Moms saat melewati jalan lahir.

Karena itu, dibandingkan persalinan normal, persalinan Caesar terjadwal dapat menurunkan risiko penularan HIV ibu ke anak.

Hal ini terbukti pada perempuan yang memiliki viral load tinggi (lebih dari 1.000 tiruan/mL) atau jumlah HIV tidak diketahui menjelang persalinan. Pada jurnal yang diterbitkan oleh US National Library of Medicine, Biasanya operasi Caesar dijadwalkan di kehamilan minggu ke-38, dua minggu sebelum hari perkiraan lahir.

Baca Juga: Inspiratif, 3 Orang Ini Buktikan HIV/AIDS Tak Halangi Mereka Berprestasi

5. Bolehkah Ibu Positif HIV Menyusui?

5-menyusui.jpg

Foto: Shutterstock

Fakta selanjutnya seputar kehamilan dengan HIV/AIDS adalah ASI bisa menularkan HIV pada bayi. HIV bisa diturunkan ke bayi lewat ASI. Tapi, risikonya bisa diminimalisasi dengan pengobatan antiretroviral yang mengurangi jumlah HIV dalam ASI.

Nah, itulah beberapa fakta seputar kehamilan dengan HIV/AIDS yang perlu Moms ketahui. Jika Moms sedang hamil dengan HIV/AIDS, jangan malas mengonsumsi obat ARV, ya.

(EMA)

Artikel Terkait