KEHAMILAN
13 Desember 2019

5 Fakta Musik untuk Janin selama Kehamilan

Ini hal yang perlu diketahui tentang suara yang baik untuk bayi
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Dina Vionetta

Yuk, simak fakta penting tentang musik untuk janin selama kehamilan.

Musik dapat menenangkan jiwa bayi, bahkan sebelum bayi lahir ke bumi.

Tapi suara apa yang sebetulnya baik untuk janin? Apakah musik untuk janin benar-benar perlu?

Mendengar musik saat hamil termasuk aktivitas relaksasi. Begitupun dengan memperdengarkan musik kepada janin.

Aktivitas apa pun yang bersifat relaksasi saat Moms hamil akan memiliki efek positif pada bayi.

Berikut fakta penting mengenai musik untuk janin yang perlu Moms ketahui.

Baca Juga: Ibu Hamil Ingin Menonton Konser Musik? Pahami Dulu Aturannya!

Fakta Penting Musik untuk Janin

1. Membantu untuk Rileks

5 Fakta Musik untuk Janin selama Kehamilan 01.jpg

Foto: shutterstock.com

Menurut sebuah penelitian di Paris, bayi dapat mengingat melodi musik yang diputar untuk mereka ketika mereka berada di dalam rahim.

Studi ini membantu para ilmuwan memahami lebih baik bagaimana bayi merespons suara yang terdengar di dalam rahim saat mereka berkembang.

Psikobiolog Carolyn Granier-Deferre, dari Paris Descartes University, menggunakan 50 wanita hamil sebagai bagian dari penelitian.

Para wanita diminta untuk memainkan melodi piano turun dua kali sehari selama akhir kehamilan mereka.

Setelah anak-anak lahir, peneliti kemudian menguji untuk melihat apakah bayi merespons musik yang sama.

Bayi-bayi itu diperdengarkan dengan melodi yang sama atau berbeda saat mereka tidur.

Bayi-bayi yang mendengar melodi yang sama menunjukkan perubahan dramatis dalam detak jantung mereka, menandakan bahwa mereka mengenali musik untuk janin yang mereka dengar.

Rata-rata, bayi yang mendengar musik yang sama saat mereka tidur memiliki detak jantung yang melambat 12 kali per menit.

Bayi yang mendengar lagu baru hanya turun 5-6 denyut per menit. Penurunan angka hampir dua kali lipat menunjukkan bahwa bayi tahu musik yang mereka dengarkan.

2. Tidak Perlu Pakai Headset

5 Fakta Musik untuk Janin selama Kehamilan 02.jpg

Foto: shutterstock.com

Granier-Deferre memperingatkan bahwa mendapatkan manfaat rileks dari musik untuk janin tidak berarti Moms harus bermain musik.

Selain itu, Moms juga tidak perlu menggunakan headset yang dijual di pasaran. Headset yang dirancang agar pas dengan perut wanita hamil bisa berbahaya jika dinyalakan terlalu keras atau dibiarkan terlalu lama.

Sebab, musik untuk janin dapat merusak telinga bagian dalam yang sedang berkembang. Sebaliknya, dia menyarankan ibu yang ingin membangun apresiasi musik harus bernyanyi untuk anak-anak mereka selama kehamilan.

Sebab, janin bisa mendengarkan suara Moms sejak trimester kedua. Tetapi mereka benar-benar mulai merespons berbagai suara selama trimester terakhir.

Baca Juga: Benarkah Musik Klasik Berpengaruh Bagi Kecerdasan Janin?

3. Mengobrol Juga Bagus

5 Fakta Musik untuk Janin selama Kehamilan 03.jpg

Foto: parenting.firstcry.com

Suara Moms sendiri juga merupakan musik untuk janin. Saat Moms berbicara, bernyanyi, atau membaca dengan suara keras, suara Moms bergetar dan menguatkan bagian dalam tubuh.

Ini adalah sistem yang efektif, yang menurut dokter jauh lebih efisien daripada meletakkan earphone atau kuncup di perut.

Kalaupun Moms ingin mendengarkan lagu, jenis apapun tidak masalah. Kuncinya adalah mendengarkan karena Moms menyukainya.

Jika Anda bingung untuk lagu-lagu yang bagus, ada sejumlah daftar putar di situs web musik untuk janin yang telah dikuratori orang hanya untuk kehamilan.

Beberapa fokus pada musik untuk meditasi, beberapa fokus pada musik pop positif. Opsi tidak terbatas, tergantung selera Moms saja.

4. Kecilkan Volumenya

5 Fakta Musik untuk Janin selama Kehamilan 04.jpg

Foto: indiatimes.com

Penting untuk diingat bahwa rahim adalah tempat yang bising. Perut Moms berdeguk, jantung berdetak, paru-paru penuh dengan udara.

Selain itu, suara yang Moms keluarkan diperkuat oleh getaran tulang saat suara melewati tubuh Moms.

Saat hamil, Moms harus mencoba menjaga volume suara luar sekitar 50 hingga 60 desibel, atau dengan tingkat kebisingan yang sama dengan percakapan normal.

Itulah mengapa penggunaan headphone di perut tidak disarankan. Moms boleh pergi ke bioskop atau konser musik sesekali selama hamil.

Tetapi paparan rutin terhadap suara volume tinggi adalah sesuatu yang tidak bagus. Sebaiknya hindari konser yang sangat keras setelah 18 minggu.

Baca Juga: Stimulasi Terbaik untuk Janin di Trimester 3

5. Perbanyak Suara di Trimester Tiga

5 Fakta Musik untuk Janin selama Kehamilan 05.jpg

Foto: sciencenews.com

Menurut Dr. Deborah Campbell, direktur neonatologi di The Children's Hospital di Montefiore, paparan suara di dalam rahim adalah penting dalam hal membantu koneksi normal yang harus terbentuk di otak.

Dikutip dari Public Library of Science, pada trimester ketiga antara 28 dan 29 minggu perkembangan, koneksi penting sedang dibentuk antara koklea (bagian dari alat pendengaran telinga bagian dalam yang menerima suara) dan otak, di mana pusat pendengaran mengenali suara-suara itu.

Tapi jangan terlalu terobsesi dengan musik untuk janin yang banyak dipromosikan di luar.

’’Musik klasik dan musik khusus tidak ada hubungannya dengan kognisi, dalam hal kecerdasan bayi. Benar-benar tidak ada bukti untuk mendukung itu,’’ kata Campbell.

Mengobrol, bernyanyi, menari adalah cara alternatif untuk mendapatkan manfaat relaksasi.

Yang terpenting adalah Moms menikmatinya. Supaya janin dalam kandungan juga ikut menikmatinya.

Nah, itulah 6 fakta musik untuk janin yang bisa Moms ketahui. Jadi, bisa Moms pertimbangkan, nih, mendengarkan musik untuk janin selama kehamilan.

(CIL/DIN)

Artikel Terkait