KESEHATAN
13 September 2019

5 Fakta Seputar Gagal Jantung, Kondisi Kesehatan yang Dialami BJ Habibie

Gagal jantung tidak sama dengan serangan jantung
Artikel ditulis oleh Amelia
Disunting oleh Intan Aprilia

Kabar duka BJ Habibie meninggal dunia pada Rabu, 11 September 2019 menjadi sorotan masyarakat Indonesia.

BJ Habibie meninggal saat dirawat di RSPAD Gatot Soebroto pukul 18.05 WIB, di usianya 83 tahun. Hal ini diungkapkan oleh putranya, Thareq Kemal Habibie.

"Saya harus menyampaikan ini, bahwa ayah saya, Presiden Ketiga RI, BJ Habibie meninggal dunia pukul 18.05 WIB," ujar Thareq, mengutip Suara.com.

Lebih lanjut, Thareq menjelaskan bahwa kepergian sang ayah disebabkan karena jantungnya yang sudah melemah.

"Jantungnya sudah berhenti beraktivitas, seperti yang saya bilang, karena umur dan aktivitas yang banyak," kata Thareq.

Mengutip Medical News Today, jantung yang berhenti beraktivitas, atau dikenal dengan istilah gagal jantung, adalah kondisi di mana otot jantung tidak dapat memompa darah ke seluruh tubuh dengan benar.

Ketahui fakta tentang gagal jantung, kondisi kesehatan yang dialami oleh mendiang BJ Habibie.

Baca Juga: 4 Fakta Film "Habibie & Ainun 3" yang Akan Tayang Desember 2019 Nanti!

1. Gagal Jantung Tidak Sama dengan Jantung Berhenti Berdetak

GERD Penyakit Asam Lambung yang Mirip dengan Serangan Jantung.jpg

Mengutip WebMD, gagal jantung tidak berarti jantung berhenti berdetak. Jantung masih berfungsi, tetapi tidak dapat memompa semua darah yang dibutuhkan oleh tubuh.

"Gagal jantung terjadi ketika otot-otot jantung pada dasarnya mati, atau melemah. Ketika fungsi jantung melemah, darah tidak mengalir melalui tubuh dengan mudah," kata Suzanne Steinbaum, DO, direktur kesehatan jantung wanita di Rumah Sakit Lenox Hill di New York City, dilansir dari Health.

Seseorang dapat mengalami gagal jantung di satu sisi jantung, atau di kedua sisi.

Baca Juga: Fakta Dibalik 3 Mitos Penyakit Jantung yang Sering Dipercaya

2. Gagal Jantung Memiliki Beberapa Gejala

sesak napas2.jpg

Ada beberapa gejala gagal jantung. Ketika seseorang memiliki lebih dari satu gejala berikut ini, maka dapat menandakan sesuatu yang serius.

Mengutip WebMD, gejala gagal jantung meliputi:

  • Sesak napas
  • Kelelahan
  • Batuk atau mengi konstan
  • Bengkak di kaki, pergelangan kaki, atau kaki
  • Nafsu makan menurun
  • Mual
  • Sulit berkonsentrasi
  • Kebingungan
  • Detak jantung yang cepat

Setelah didiagnosis, sangat penting untuk melacak gejalanya dan memberi tahu dokter tentang perubahan yang terjadi pada tubuh.

3. Merokok Meningkatkan Risiko Gagal Jantung

Penyebab perut buncit - merokok.jpg

"Banyak jenis penyakit jantung (seperti gagal jantung, serangan jantung, dan penyakit arteri koroner) dapat dicegah," kata Dr. Steinbaum.

Salah satu faktor gaya hidup yang berperan besar dalam menurunkan risiko gangguan kardiovaskular adalah berhenti merokok.

"Setiap kali seseorang merokok, mereka berpotensi merobek lapisan arteri, yang disebut endotelium," terang Dr. Steinbaum.

Ketika lapisan ini semakin menipis, risiko seseorang terkena penyakit arteri koroner, serangan jantung, atau gagal jantung, jadi meningkat.

Baca Juga: Tak Selalu Serangan Jantung, Ini 4 Penyakit Lain yang Diawali dengan Nyeri Dada

4. Makan Makanan Bernatrium Tinggi Berkontribusi pada Gagal Jantung

ngemil2.jpg

Terlalu banyak mengonsumsi natrium menyebabkan tubuh menahan lebih banyak air, yang jika dikonsumsi berlebihan dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi.

"Cairan yang tertahan di tubuh dapat meregangkan bilik jantung dan berkontribusi pada penurunan kinerja jantung untuk memompa pada pasien dengan gagal jantung," jelas Biykem Bozkurt, MD, profesor kardiologi di Baylor College of Medicine di Houston, Texas, melansir Health.

5. Ada Lebih dari Satu Jenis Gagal Jantung

Jantung Sehat

Gagal jantung dapat memengaruhi ventrikel kiri, ventrikel kanan, atau keduanya.

Bentuk paling umum adalah gagal jantung sistolik, ketika fungsi otot jantung berkurang, dan akibatnya darah tidak mengalir dengan mudah ke seluruh tubuh.

Bentuk lain dari gagal jantung adalah gagal jantung diastolik, yang terjadi ketika jantung mengalami gangguan relaksasi dan tidak dapat mengisi dengan benar karena kekakuan otot.

"Gagal jantung diastolik biasanya terlihat pada pasien yang lebih tua, terutama pada wanita yang lebih tua," kata Dr. Biykem Bozkurt.

Artikel Terkait