PROGRAM HAMIL
12 April 2019

5 Faktor yang Menyebabkan Ovulasi Tertunda

Adakah dampak ovulasi tertunda pada peluang untuk hamil?
Artikel ditulis oleh Andra Nur Oktaviani
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Ovulasi adalah proses pelepasan sel telur yang siap untuk dibuahi dari indung telur ke tuba falopi.

Menurut American Pregnancy Association, sel telur akan bertahan di tuba falopi selama 12-24 jam. Bila dalam kurun waktu tersebut sel telur bertemu sperma dan mengalami pembuahan, maka ada kemungkinan terjadi kehamilan.

Sementara, bila sel telur tidak dibuahi ia akan meluruh bersama lapisan dinding rahim. Proses ini yang disebut menstruasi.

“Pelepasan darah dan jaringan rahim yang terjadi dua minggu pascaovulasi adalah cara tubuh ‘membersihkan’ rahim setelah tidak dibuahi pada bulan tersebut,” ujar Jennifer Conti, M.D., asisten profesor klinis di Stanford University seperti dikutip dari Women’s Health.

Dalam situs Healthline.com disebukan bahwa siklus menstruasi perempuan umumnya sekitar 28 hari. Hari pertama menstruasi adalah hari pertama siklus.

Ovulasi terjadi di pertengahan siklus tersebut, yaitu sekitar hari ke-14. Bila ovulasi baru terjadi pada hari ke-21 atau lebih, berarti Moms mengalami ovulasi tertunda.

Tidak ada hal khusus yang dapat menjadi tanda ovulasi tertunda selain waktunya yang melewati hari ke-21 dari siklus menstruasi.

Secara umum, penyebab ovulasi tertunda adalah ketidakseimbangan hormon. Kejadian ini bisa bersifat sementara ataupun jangka panjang, tergantung pemicunya.

Berikut beberapa faktor yang sering menjadi penyebab ovulasi tertunda.

1. Stres

asdrubal luna 485688 unsplash

Foto: unsplash.com

Stres ekstrem, baik fisik maupun emosional, dapat memengaruhi keseimbangan hormon. Sebuah penelitian memperlihatkan bahwa gangguan menstruasi pada perempuan Tiongkok yang tengah mengalami bencana alam gempa bumi meningkat hingga dua kali lipat.

Baca Juga: 10 Tanda Saat Sedang Ovulasi

2. Polycystic Ovary Syndrome (PCOS)

girl 1245773 1920

Foto: pixabay.com

PCOS adalah ketidakseimbangan hormon yang terjadi pada perempuan berusia subur. Salah satu efek yang bisa ditimbulkan dari masalah ini adalah ovulasi tertunda.

3. Konsumsi Obat-obatan Tertentu

chemotherapy drugs azacitidine

Foto: cancercarechallenges.files.wordpress.com

Jenis obat yang dapat memengaruhi jadwal ovulasi antara lain antidepresan, steroid, obat penyakit tiroid, dan obat kemoterapi.

Bila Moms sedang mengonsumsi salah satu dari obat-obatan tersebut, bisa jadi itulah penyebab ovulasi Moms tertunda.

4. Penyakit Tiroid

neck 1211231 1920

Foto: pixabay.com

Tiroid adalah kelenjar di leher yang membuat hormon mengendalikan detak jantung, suhu tubuh, dan indikasi tubuh penting lainnya.

Gangguan pada fungsi kelenjar tiroid, baik yang kurang aktif maupun yang terlalu aktif, dapat mengganggu ovulasi.

Baca Juga: 3 Mitos Seputar Ovulasi yang Bikin Susah Hamil

5. Menyusui

adult art baby 235243

Foto: pexels.com

Prolaktin, hormon yang diperlukan untuk memproduksi air susu ibu (ASI), akan menekan ovulasi dan menstruasi. Itulah sebabnya, Moms yang sedang memberikan ASI eksklusif biasanya tidak mengalami menstruasi.

Bila ovulasi tertunda, Moms akan kesulitan menentukan masa subur yang menjadi waktu ideal untuk pembuahan. Tetapi, bukan berarti Moms tidak bisa hamil.

Moms sebaiknya berkonsultasi dengan dokter kandungan untuk membuat jadwal ovulasi menjadi normal kembali agar Moms bisa mendeteksi masa subur.

(AN/AND)

Artikel Terkait