BALITA DAN ANAK
14 Januari 2020

5 Hal Ini Merupakan Penyebab Stres Pada Anak Berdasarkan Usianya

Tanpa disadari, hal-hal ini menyebabkan perasaan Si Kecil jadi tidak nyaman dan berujung pada stres anak.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Banyak orang tua yang tidak menyadari saat anak mengalami stres. Kebanyakan orang tua menganggap bahwa stres hanya bisa dialami oleh orang dewasa.

Elizabeth Pantley, penulis The No-Cry Separation Anxiety Solution, mengatakan bahwa setiap anak bisa jadi merasakan dan menunjukkan tanda yang berbeda saat mengalaminya.

"Setiap anak itu unik dan akan menunjukkan tanda-tanda stres sesuai pribadinya sendiri, sehingga orang tua harus waspada terhadap perilaku dan tindakan yang tidak biasa atau mencurigakan," jelasnya.

Penyebab Stres Pada Anak

Dilansir dari laman First 5 La: Giving Kids The Best Start, ini penyebab stres anak yang perlu Moms dan Dads ketahui:

Usia 0-1 Tahun

anak stres, anak, stres, penyebab

Foto: usatoday.com

Hal yang paling sering menjadi pemicu stres pada anak bayi adalah mengenai pemenuhan kebutuhan utama bayi selain makanan, yaitu afeksi.

Nyatanya, kebutuhan paling awal dalam hidup bayi tidak hanya memberi makan dan pakaian bayi tetapi juga perhatian, kasih sayang, kontak, dan kenyamanan yang diberikan padanya.

Ketika tidak terpenuhi secara teratur, maka ia melepaskan hormon stres tingkat tinggi, termasuk kortisol.

Pengalaman stres pada usia ini dapat memiliki efek permanen pada otak, memengaruhi perhatian, memori, emosi dan manajemen stres sepanjang hidup.

Baca Juga: 5 Manfaat Mengajak Anak Beraktivitas di Alam Bebas, Dapat Mengurangi Stres!

Usia 1-3 Tahun

anak stres

Foto: first5la.org

Pada usia ini Si Kecil mulai merasakan kecemasan berpisah saat meninggalkan orang tua atau pengasuh hingga kecemasan sosial dalam situasi baru dengan anak-anak lain.

Selain itu, belajar menggunakan toilet, perubahan dalam keluarga seperti saudara kandung baru, orang tua yang rentan stres, atau paparan hal-hal traumatis yang ia lihat di televisi dapat menyebabkan balita merasa tertekan.

Dampaknya adalah mungkin balita akan mengalami keterlambatan bicara, menangis, sering mengamuk, atau sangat menarik diri.

Mereka mungkin juga memiliki masalah dengan berkonsentrasi, tidur, pencernaan, atau bergaul dengan atau mempercayai orang lain.

Baca Juga: Stress, 1 dari 5 Faktor Penyebab Insomnia Pada Anak

Usia 3-5 Tahun

anak stres, anak, stres, penyebab

Foto: parentmap.com

Si Kecil mulai ikut kelas ini dan itu bahkan sudah masuk ke jenjang pendidikan. Masalah sosial di sekolah pasti dapat menjadi penyebab anak stres.

Konflik atau perubahan seperti masalah di rumah, kehilangan orang yang dicintai atau hewan peliharaan, dan kekhawatiran tentang hal-hal buruk yang terjadi seperti bencana alam, terorisme, atau terpisah dari keluarga, ini pun dapat menyebabkan tekanan ekstrem anak prasekolah.

Akibatnya, Si Kecil mengalami sakit kepala atau sakit perut, menjadi murung, mengganggu, atau menarik diri. Ia juga kerap mengalami masalah tidur, sulit fokus, mengisap jempol atau memutar-mutar rambut, mengompol, hingga menjadi clingy.

Baca Juga: Anak Stres di Sekolah, Orang Tua Sebaiknya Lakukan Ini

Jadi, jika anak stres tenangkan dirinya dan katakan semua akan baik-baik saja. Sampaikan pesan ini melalui kata-kata, bahasa tubuh, dan nada suara bahwa Moms dan Dads memahami bagaimana perasaan Si Kecil tapi tidak mengubah tujuan semula.

"Jika anak tidak mau pergi sekolah atau ke penitipan anak, katakan padanya kalau Anda tahu ini sangat sulit tetapi ia harus tetap melanjutkannya. Kemudian keluarlah dari pintu seperti yang direncanakan," jelas dokter Rene Hackney, Ph.D., seorang psikolog perkembangan dan pendiri Parenting Playgroups and Parenting.

Artikel Terkait