KESEHATAN
29 Maret 2019

Seorang Perempuan di Probolinggo Tewas karena Epilepsi, Ini 5 Hal yang Perlu Diketahui tentang Epilepsi

Epilepsi atau ayan ini tidak boleh dianggap sepele lho Moms
Artikel ditulis oleh Andra Nur Oktaviani
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Foto: Spectrum.ieee.org

Seorang perempuan bernama Jumantri (23) di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur ditemukan meninggal akibat penyakit epilepsi atau ayan yang dia idap. Penyakit epilepsi itu diketahui sudah diderita Jumantri sejak usia 14 tahun.

Jumantri ditemukan meninggal di rumahnya pada 25 Februari 2019. Jenazah Jumantri ditemukan sang ayah, Nedi Sito (55) dalam posisi tengkurap. Setelah menjalani pemeriksaan medis, Jumantri dinyatakan tewas karena penyakit epilepsi.

Epilepsi atau ayan sendiri merupakan gangguan sistem saraf pusat dengan gejala cukup khas yakni kejang berulang tanpa penyebab yang pasti.

Epilepsi ini tidak bisa dianggap remeh karena bisa menyebabkan kematian seperti yang dialami Jumantri. Oleh sebab itu, diperlukan pengetahuan lebih terhadap epilepsi lantaran sebagian orang masih menganggap epilepsi tak ubahnya seperti migrain atau penyakit mental.

Nah, sebaiknya Moms mengetahui dulu beberapa fakta tentang penyakit epilepsi agar mengerti bagaimana penanganan atau pencegahannya.

Dikutip dari Healthline.com, ada beberapa fakta yang perlu Moms ketahui tentang epilepsi. Apa saja? Yuk kita lihat di bawah ini!

1. Dua Jenis Gejala Kejang pada Penderita Epilepsi

epilepsy in children

Foto: Sonashomehealth.com

Kejang pada penderita epilepsi terjadi karena adanya aliran listrik tidak normal pada otak. Hal itu kemudian menyebabkan dua jenis gejala kejang yang bisa menyerang penderita epilepsi. Dua jenis gejala kejang ini perlu menjadi perhatian, lho Moms.

Penderita epilepsi bisa terserang kejang umum dan kejang parsial. Kejang umum biasanya terjadi pada seluruh tubuh, sedangkan kejang parsial hanya dialami sebagian tubuh penderita epilepsi.

Baca Juga: Kenali Neuron Langka Dalam Otak, ‘Neuron Rosehip’

2. Penyakit Saraf yang Paling Umum Keempat

seizure safety

Foto: Childrenscolorado.com

Dikutip dari Healthline.com, epilepsi merupakan penyakit saraf paling umum keempat setelah migrain, stroke, dan alzheimer. Epilepsi diketahui menjadi penyakit saraf yang paling banyak terjadi di dunia.

Data dari World Health Organization (WHO) menunjukkan bahwa pada 2018 silam, sekitar 50 juta penduduk dunia mengalami penyakit gangguan sistem saraf tersebut.

3. Epilepsi pada Perempuan Dipengaruhi Hormon

electroencephalogram eeg on a 4 year old girl epilepsy tracing on the screen 586039600 5b58c88046e0fb007182b27b

Foto: Verywellhealth.com

Dikutip dari Epilepsysociety.org.uk, penelitian telah menunjukkan bahwa untuk beberapa wanita dengan epilepsi mungkin ada hubungan dekat antara hormon dan kejang epilepsi.

Kadar hormon dapat berubah sepanjang hidup wanita dan dapat memengaruhi ketika epilepsi dimulai, seberapa sering kejang terjadi dan kapan ia berhenti mengalami kejang.

Dikutip dari Mayoclinic.com, di luar efek obat, bayi yang lahir dari ibu yang menderita epilepsi juga memiliki risiko yang sedikit lebih tinggi terkena kejang seiring bertambahnya usia.

Baca Juga: Awas, Sesak Napas Saat Berbaring Bisa Jadi Pertanda Penyakit Jantung

4. Makanan untuk Menangani Kondisi Epilepsi

636328710486513564 0223 nws ja epilepsy 9

Foto: Greatfallstribune.com

Bagi pengidap epilepsi, mengonsumsi makanan yang tepat bisa menjadi cara untuk mencegah munculnya kejang-kejang pada penyakit epilepsi.

Makanan itu di antaranya adalah daging ayam, daging sapi, dan makanan laut. Kandungan lemak dan protein yang cukup tinggi pada jenis makanan tersebut baik dikonsumsi oleh penderita epilepsi.

Penderita epilepsi juga bisa mengonsumi kacang-kacangan guna mendapatkan asupan protein yang cukup. Selain itu, sayuran dan buah yang kaya antioksidan tinggi juga sangat baik untuk melindungi sel tubuh dari kerusakan.

5. Pertolongan Pertama pada Penderita Epilepsi yang Mengalami Kejang

fotolia 20874925 subscription monthly m

Foto: Rozeklaw.com

Dikutip dari Epilepsy.com, menurut Dokter Joseph Sirven, siapapun dilarang untuk memasukkan sesuatu ke dalam mulut penderita epilepsi yang mengalami kejang.

Memasukkan sesuatu ke dalam mulut mereka sama dengan menyulut bahaya karena bisa menyebabkan rusaknya gigi, gusi, dan bahkan mematahkan rahang mereka.

Pertolongan pertama ketika melihat penderita epilepsi yang mengalami kejang sebetulnya sederhana.

Cukup dengan membalikkan badan penderita epilepsi yang mengalami kejang ke satu sisi, berikan penopang kepala, lindungi dari cedera, dan pastikan saluran pernapasannya baik-baik saja.

Nah, sekarang Moms sudah lebih memahami penyakit epilepsi kan? Akan lebih baik kalau bisa dicegah ya Moms, dibandingkan mengobati!

(TPW)

Artikel Terkait