DI ATAS 5 TAHUN
8 Juli 2019

5 Jenis Bullying yang Mungkin Dialami Anak

Perhatikan ciri-ciri berikut ini ya, Moms
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Carla
Disunting oleh Dina

Sekolah dan lingkungan bermain anak seharusnya menjadi tempat yang aman bagi anak. Sayangnya, hingga saat ini bullying atau penindasan masih kerap terjadi dalam kehidupan anak-anak. Baik itu di sekolah, dalam lingkungan pergaulan anak, atau di lingkungan tempat tinggal keluarga Moms.

Kadang anak yang menjadi korban bullying tidak berani memberi tahu orangtua, entah karena takut semakin ditindas atau karena merasa dirinya pantas diperlakukan secara tidak adil. Oleh karena itu, orangtua juga harus peka melihat ciri-ciri dari lima jenis bullying berikut ini.

1. Penindasan verbal

kekerasan verbal buruk pada anak hero banner magz (1510x849)

Anak yang ditindas lewat kata-kata biasanya diberi julukan yang negatif, misalnya si bodoh, si gendut, si jelek, dan sebagainya. Anak juga sudah sering menerima makian atau ejekan yang menyakitkan hati. Korban jenis bullying ini biasanya tidak percaya diri, mudah tersinggung, dan menarik diri dari pergaulan.

Baca Juga: Dampak Psikologis Verbal Bullying pada Anak dan Cara Menghentikannya

2. Penindasan fisik

Teman Anak Suka Bully, Apa yang Harus Orangtua Lakukan 2.jpg

Jenis bullying ini dampaknya sangat terlihat. Anak mungkin mengalami memar atau luka dengan alasan yang tidak jelas seperti jatuh dari tangga. Namun, kadang bekas-bekas serangan si pelaku tidak tampak.

Maka, perhatikan tanda-tanda lain seperti anak tidak mau pakai baju yang agak terbuka atau ketika Moms menyentuh bagian tubuh tertentu, anak meringis kesakitan atau mengaduh. Biasanya anak yang bertubuh kecil atau fisiknya lemah rentan mengalami penindasan ini.

3. Pengucilan

anak berteman dengan pembully hero.jpg

Meskipun tidak diejek-ejek secara langsung atau disakiti secara fisik, pengucilan masuk dalam jenis bullying. Anak mungkin difitnah atau disudutkan sehingga tak ada yang mau berteman dengannya.

Perhatikan jika anak lebih senang menyendiri dan sibuk main video game daripada bermain bersama teman-temannya. Anak yang dikucilkan juga cenderung tidak percaya diri dan mudah tersinggung.

Baca Juga: 5 Cara Mengajari Anak Menjaga Diri Agar Tidak Jadi Korban Bullying

4. Cyberbullying

cyberbullying hero

Maraknya penggunaan media sosial dan Internet perlu ditanggapi dengan bijak. Pasalnya, penindasan bisa terjadi di dunia maya. Penindasan ini dikenal dengan istilah cyberbullying. Misalnya ketika akun media sosial anak dibanjiri komentar negatif yang menyakitkan atau data pribadi seperti foto dan video disebarkan tanpa seizin anak.

Pelakunya mungkin menggunakan nama samaran sehingga tindakannya sangat keterlaluan. Bila anak sering menghabiskan waktu di dunia maya tapi selalu tampak resah atau sedih, Moms perlu berhati-hati dan bicarakan baik-baik dengan anak.

5. Penindasan seksual

hero pelecehan seksual

Jenis bullying yang satu ini lebih sering dialami anak perempuan daripada anak laki-laki. Biasanya si korban menerima ejekan atau julukan yang bernada seksual atau melecehkan. Misalnya, tubuh anak sudah lebih dewasa dari anak perempuan seusianya.

Anak mungkin mengalami penindasan ini dari teman-temannya di sekolah. Waspadai jenis bullying ini karena jika tidak ditanggapi secara serius, bullying bisa berujung pada kekerasan seksual. Biasanya korban akan menutup diri, menolak memakai pakaian terbuka, takut menghadapi lawan jenis, dan merasa tidak percaya diri.

Baca Juga: Anak Berteman dengan Pembully, Apa yang Harus Orang Tua Lakukan?

Menurut Moms, jenis bullying apa lagi yang mungkin saja dialami anak? Mari pelajari tanda-tandanya dan cegah bullying di sekolah atau lingkungan pergaulan anak.

(IA)

Artikel Terkait