TRIMESTER 1
10 Oktober 2019

5 Ketakutan Umum pada Masa Kehamilan, Simak Penjelasannya

Fakta dan tips yang bermanfaat dapat menenangkan kegugupan Moms!
Artikel ditulis oleh Dina Vionetta
Disunting oleh Dina Vionetta

Banyak yang dikhawatirkan oleh ibu muda saat kehamilan pertamanya. Setidaknya ada lima ketakutan umum yang hampir selalu dirasakan oleh para ibu. Berikut rangkumannya!

1. Apakah Bayi Saya Sehat?

arm-baby-child-87394 (1).jpg

Calon ibu sering khawatir tanpa henti sejak awal kehamilan hingga mendekati akhir kehamilan, tetapi fakta dan tips yang bermanfaat dapat menenangkan kegugupan itu.

Jangan khawatir, menurut Luis B. Curet, MD, profesor emeritus kebidanan dan ginekologi di University of New Mexico, lebih dari 90 persen kehamilan menghasilkan bayi sehat sempurna.

Ditambah lagi, masalah yang melibatkan anatomi atau perkembangan bayi bisa diidentifikasi sejak dini, sehingga semakin besar kehamilan, Moms justru bisa semakin percaya diri dan bisa menenangkan diri berkat interaksi dengan bayi di perut.

Namun demikian, adalah bijaksana untuk mengetahui bahwa komplikasi kesehatan tertentu, walaupun jarang, dapat terjadi.

Salah satunya adalah persalinan prematur, yang dapat menyebabkan persalinan prematur, atau persalinan sebelum minggu ke-37 kehamilan. Persalinan ini bisa menghasilkan berat lahir kurang dari 5 1/2 pon.

Faktor-faktor tertentu mempengaruhi seorang wanita untuk melahirkan prematur, seperti hamil lebih dari satu bayi atau merokok.

Sekitar setengah dari semua kelahiran prematur tidak melibatkan faktor risiko yang diketahui.

Berita baiknya adalah persalinan prematur kadang-kadang bisa dihentikan atau ditunda jika seorang wanita menerima perhatian medis segera pada tanda pertama persalinan dini.

Karena alasan ini, ibu hamil diharuskan mengikuti tindakan pencegahan umum, seperti menghubungi dokter jika mengalami kontraksi, tekanan panggul, pendarahan, atau demam.

Baca Juga: Inilah Fakta-Fakta Bayi Lahir Prematur yang Harus Moms Ketahui

2. Akankah Stres Membahayakan Bayi Saya?

baby-beautiful-beauty-377058 (1).jpg

Foto: pixabay.com

Sementara wanita hamil mungkin khawatir bahwa stres akan membahayakan bayi mereka yang sedang tumbuh, faktanya tidak begitu.

Banyak dokter kandungan memiliki pasien yang menghadapi peristiwa yang sangat menegangkan, kehilangan orang tua, misalnya dan kemudian melahirkan secara normal, sementara wanita lain yang tidak mengalami stres berlebihan dapat melahirkan secara prematur.

Namun, menurut March of Dimes, beberapa penelitian menunjukkan hubungan antara hormon stres dengan persalinan prematur dan bayi berat lahir rendah.

Untuk saat ini, calon ibu lebih baik mengurangi stres, bisa dengan berolahraga secukupnya atau meminta anggota keluarga atau teman untuk membantu atau menemani.

Sebagian besar ahli berpendapat bahwa stres kronis yang membuat ibu hamil melewatkan makan teratur atau yang memengaruhi tidur lebih cenderung menyebabkan masalah dengan kehamilan.

Jika mengalami salah satu dari gejala ini, cari pertolongan sesegera mungkin, karena dapat memengaruhi kesehatan bayi dan sang ibu.

3. Akankah Saya Kehilangan Diri Sendiri?

baby-birth-black-and-white-47219 (1).jpg

Foto: pixabay.com

Pada trimester ketiga hidup terasa begitu menuntut.

Ada perlengkapan bayi untuk dibeli, formulir rumah sakit yang harus diisi, dan janji dokter untuk dihadiri.

Tiba-tiba, di tengah-tengah semua tugas ini, sang ibu bertanya-tanya: Bagaimana dengan saya?

"Memang benar bahwa hidup akan berubah setelah bayi lahir, tetapi tidak begitu drastis sampai ibu baru tidak punya waktu untuk diri sendiri," kata Diane Sanford, PhD, penulis pendamping Postpartum Survival Guide (New Harbinger).

"Cobalah untuk terus melakukan hal-hal yang Moms lakukan sebelum bayi lahir, terutama hal-hal yang benar-benar Moms nikmati."

Perlu diingat bahwa bayi selama tahun pertama mereka cukup mudah dibawa, misalnya ke rumah teman, museum, atau mal.

Sanford juga menunjukkan bahwa menjadi ibu sering kali merupakan jalan menuju menemukan, alih-alih kehilangan, diri sendiri, dan pintu menuju pertumbuhan pribadi.

"Secara spiritual, ibu baru mungkin mulai mendapatkan perasaan menjadi bagian yang lebih besar di alam semesta," katanya.

Baca Juga: 3 Cara Mengakali Kekhawatiran Menjadi Orang Tua Baru

4. Mampukah Saya Melahirkan?

baby-birth-black-and-white-208189 (1).jpg

Foto: pixabay.com

Tidak ada cara untuk mengatasi kenyataan bahwa persalinan melibatkan rasa sakit, tetapi banyak hal bisa dilakukan agar bisa merasa nyaman.

Karena informasi dapat membantu meringankan ketakutan, adalah bijaksana untuk mendaftar di kelas pendidikan persalinan. Banyak rumah sakit menawarkan kelas dan informasi dari berbagai sumber yang terpercaya.

"Kelas persalinan membantu memahami proses kelahiran ," kata Judith Lothian, RN, seorang associate professor di College of Nursing di Seton Hall University, di South Orange, New Jersey.

"Mereka memberikan kepercayaan diri untuk mengatasi rasa sakit."

Tentu saja, banyak wanita memilih pendekatan non-medis untuk menghilangkan rasa sakit, seperti teknik pijat dan relaksasi.

5. Akankah Saya Menjadi Moms yang Baik?

baby-child-family-41304 (1).jpg

Foto: pixabay.com

Khawatir tentang keterampilan mengasuh anak adalah tanda positif dan menunjukkan bahwa ibu baru ingin melakukan pekerjaan dengan baik, menurut Diane Ross Glazer, PhD, seorang psikoterapis dengan Pusat Medis Regional Encino-Tarzana, di Tarzana, California.

Seperti yang dia tunjukkan, "mengasuh anak adalah kegiatan yang disadari" - jadi, membaca buku dan mengikuti kelas, dapat membantu mengubah diri menjadi orangtua yang diinginkan.

Jika benar-benar khawatir merawat bayi yang sangat muda, pekerjakan perawat bayi atau minta bantuan salah satu kerabat selama beberapa minggu pertama.

Juga, ingatlah bahwa tidak perlu menjadi ahli dalam pelatihan toilet atau makan siang di sekolah sejak hari pertama. Ibu, ayah, dan si kecil akan tumbuh bersama.

Meskipun prospek untuk bertanggung jawab atas seorang bayi dapat menjadi sesuatu yang menakutkan, tapi yakinlah bahwa Moms bisa melakukan lebih baik daripada yang dipikirkan.

"Sebagian besar ibu secara intuitif memahami cara merawat dan mengasuh bayi baru," kata Sanford.

Baca Juga: Kunci Keberhasilan Toilet Training: Sabar, Konsisten, dan Kerja Sama

"Jadi, teruskan saja, percayalah pada diri Moms sendiri," tutup dia.

(TPW/DIN)

Artikel Terkait