PROGRAM HAMIL
7 Maret 2019

5 Masalah Kesehatan yang Paling Sering Membuat Perempuan Susah Hamil

Sudah sering berhubungan intim tapi tak kunjung hamil? Jangan-jangan salah satu penyakit ini penyebabnya.
Artikel ditulis oleh Carla Octama
Disunting oleh Carla Octama


Lebih dari 80 persen pasangan usia subur yang berhubungan intim dua kali atau lebih dalam seminggu akan hamil dalam waktu setahun setelah Moms melepas kontrasepsi.

Namun, bila Moms dan Dads sudah menjalani program hamil selama lebih dari setahun, tetapi belum menunjukkan hasil positif, bisa jadi ada faktor khusus yang menjadi alasannya.

Hal itu bisa saja disebabkan oleh adanya masalah kesehatan yang membuat susah hamil. Yuk, Moms, kenali penyakit-penyakit yang membuat susah hamil berikut.

Baca Juga : Benarkah Susah Hamil Dipengaruhi Faktor Genetik?

1. Penyakit Radang Panggul

radang panggul
Foto : abouthealth16.com

Jeff Roberts, ahli di bidang endokrinologi reproduksi dan salah seorang direktur Pacific Centre for Reproductive Medicine di Burnaby, British Columbia, menerangkan, radang panggul terjadi ketika bakteri dari penyakit ini sampai ke vagina, ke rahim, dan ke tuba falopi, yang seharusnya dalam steril.

Akibatnya, timbul jaringan parut yang menyumbat tuba falopi.

Masalah kesehatan yang membuat susah hamil ini bisa diatasi dengan tindakan bedah untuk menghilangkan jaringan parut.

Bila ternyata kemungkinan untuk hamil tetap kecil, dokter akan menyarankan Moms untuk mencoba program bayi tabung.

2. Polycystic Ovary Syndrome (PCOS)

Penyakit ini menyebabkan terganggunya keseimbangan hormon, yang kemudian memengaruhi kemampuan tubuh dalam memproduksi sel telur, sehingga membuat Moms susah hamil.

Menurut Yaakov Bentov, ahli endokrinologi reproduksi dan direktur penelitian di Toronto's Anova Fertility, PCOS adalah gangguan kesuburan yang paling banyak dialami oleh perempuan.

Gejala PCOS cukup umum, seperti jadwal menstruasi yang tidak teratur, sering berjerawat, dan memiliki rambut wajah yang agak banyak.

Hal ini terjadi karena kadar hormon androgen di atas batas normal). Meski demikian, penanganan PCOS termasuk mudah, yaitu menggunakan obat-obatan yang akan merangsang tubuh Moms untuk berovulasi.

3. Endometriosis

painful menses large
Foto : flo.health

Salah satu gejala paling mencolok dari pesnyakit yang membuat susah hamil ini adalah nyeri hebat pada saat menstruasi.

Endometriosis adalah kondisi saat jaringan rahim (endometrium) tumbuh di luar rahim.

Penyakit ini dapat menyebabkan radang kronis, yang menurunkan peluang keberhasilan embrio ditanam di dalam rahim.

Bila tuba falopi sudah tergores atau tersumbat oleh endometrium, kemungkinan besar Moms perlu menjalani program bayi tabung untuk dapat hamil.

Baca Juga : 8 Kebiasaan Sepele Ini Bikin Perempuan Modern Susah Hamil

4. Fibroid Rahim

Fibroid adalah jenis tumor jinak yang tumbuh di dalam rahim. Kondisi ini menyebabkan keluarnya darah secara berlebihan saat menstruasi, dan nyeri pada perut.

Umumnya, fibroid tidak memengaruhi kesuburan, kecuali satu subtipenya yang disebut fibroid submukosa.

Fibroid jenis ini tumbuh di lapisan rahim sehingga membuat embrio sulit ditanamkan dan rentan keguguran.

Menurut Bentov, salah satu tindakan penanganannya adalah dengan operasi untuk mengikis fibroid melalui serviks.

5. Hipotiroidisme

hipotiroid
Foto : self.com

Ini adalah kondisi saat kelenjar tiroid tidak dapat memproduksi triiodothyronine (T3) and thyroxine (T4) dalam jumlah yang cukup.

Gejalanya antara lain mudah kelelahan dan Moms mendadak mengalami kenaikan berat badan.

Produksi hormon tiroid yang terganggu juga dapat memengaruhi keseimbangan hormon di tubuh. Akibatnya, pelepasan sel telur pun terhambat.

Namun, Moms tidak perlu waswas bila mengalami masalah kesehatan yang membuat susah hamil ini. Sebab penanganannya cukup mudah, yaitu dengan pemberian hormon tiroid sintetis.

(AN)

Artikel Terkait