KEHAMILAN
4 Mei 2020

5 Masalah Kulit Saat Hamil yang Sering Terjadi, Ini Penjelasannya

Mulai dari stretch mark hingga jerawat.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Phanie Fauziah
Disunting oleh Dina Vionetta

Beberapa wanita mengalami masalah kulit saat hamil. Kejadian ini terjadi karena adanya perubahan kulit.

Munculnya masalah kulit saat hamil dapat membuat para ibu hamil merasa kurang percaya diri.

Masalah Kulit Saat Hamil yang Biasa Muncul

Meskipun mengganggu penampilan, kondisi seperti itu sebagian besar tidak berbahaya dan akan hilang dengan sendirinya saat melahirkan.

Dilansir dari Southwestern Medical Centre, terdapat beberapa jenis masalah kulit saat hamil yang biasa muncul.

1. Linea Nigra

Masalah Kulit yang Sering Terjadi Saat Hamil.jpg

Foto: americanpregnancy.org

Linea nigra merupakan salah satu masalah kulit saat hamil yang tergolong tidak membahayakan.

Pasalnya garis ini telah ada sebelum hamil, namun karena tidak begitu terlihat sebelumnya yang biasa disebut dengan linea alba.

Garis yang memanjang dari pusar hingga ke tulang kemaluan ini disebut linea nigra, karena garis ini cenderung lebih gelap, apalagi seiring dengan pertambahan usia kehamilan yang biasa muncul di bulan kelima kehamilan.

Garis ini muncul akibat perubahan pigmentasi yang disebabkan oleh peningkatan hormon kehamilan.

Perubahan ini merupakan bagian alami yang terjadi saat kehamilan, dan 90 persen akan mengalami linea nigra, serta masalah kulit ini akan memudar setelah melahirkan.

2. Bercak Hitam atau Pregnancy Mask

Masalah Kulit yang Sering Terjadi Saat Hamil 2.jpg

Foto: skin-to-skin.org

Dikutip dari American Family Physician, sama halnya dengan linea nigra, bercak hitam juga merupakan hasil dari peningkatan pigmentasi yang disebabkan oleh perubahan hormon kehamilan.

Masalah kulit saat hamil ini akan menyebabkan bercak-bercak yang gelap pada wajah, seringnya muncul pada bagian hidung dan pipi.

Hampir 75 persen wanita hamil akan memiliki bercak hitam ini atau disebut juga dengan pregnancy mask.

Untuk menanganinya, ibu hamil menggunakan tabir surya dengan SPF 15 saat akan keluar, gunakan payung atau topi untuk melindungi kulit dari sinar matahari langsung, serta mengurangi aktifitas di luar ruangan saat tengah hari.

Baca Juga: Muncul Bercak Hitam di Kulit Saat Hamil, Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

3. Stretch Mark

Masalah Kulit yang Sering Terjadi Saat Hamil 3.jpg

Foto: motherandbaby.co.uk

Tak sedikit, bahkan hampir setiap wanita hamil akan mengalami masalah kulit saat hamil ini atau disebut dengan stretch mark atau garis-garis kemerahan yang muncul seiring perut yang kian membesar atau meregang melewati batas maksimal.

Stretch mark ini biasanya muncul pada bagian seperti payudara, perut, paha, dan bokong.

Setelah melahirkan, garis-garis ini akan berubah warna menjadi putih yang kurang jelas.

Jika Anda ingin menghilangkan bekasnya, Anda dapat menjaga kulit tetap lembab dengan cocoa butter atau lotion, mengoleskan minyak almond pada bagian perut yang mengalami stretch mark, dan tentu rutin berolahraga ringan.

4. Jerawat

Masalah Kulit yang Sering Terjadi Saat Hamil 4.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Saat sedang hamil, semua hormon dalam tubuh akan menyebabkan kelenjar minyak mengeluarkan lebih banyak sebum dan menyebabkan kemunculan jerawat. Masalah kulit saat hamil ini dapat menyebabkan keluhan.

Jerawat atau pregnancy pimples dapat dicegah dengan melakukan perawatan pada kulit wajah seperti mencuci wajah dua kali sehari dengan sabun wajah yang berbahan ringan dan tidak mengandung pewangi, gunakan pelembab dan kosmetik dengan jenis oil-free atau non-comedogenic, atau jika ingin lebih aman konsultasikan dengan dokter mengenai masalah kulit ini.

Baca Juga: 5 Bahan Alami untuk Menghilangkan Jerawat Saat Hamil, Ayo Gunakan

5. PUPPS

Masalah Kulit yang Sering Terjadi Saat Hamil 5.jpg

Foto: momcenter.com.ph

PUPPS merupakan singkatan dari Pruritic Urticarial Papules and Plaques of Pregnancy.

Masalah kulit saat hamil ini merupakan kondisi kulit yang umum terjadi pada saat persalinan, berupa ruam di perut.

Ruam yang muncul dapat menimbulkan iritasi, rasa gatal, bahkan terkadang terasa menyakitkan, hingga membuat ibu hamil merasa tidak nyaman.

Bercak merah ini muncul saat menjelang akhir kehamilan dan akan menyebar kebagian lengan, kaki, dan bokong.

Meskipun mengganggu kenyamanan ibu hamil, fakta baiknya masalah kulit ini tidak berbahaya bagi kesehatan ibu dan bayi.

Tidak ada pengobatan khusus untuk PUPPP, dan tidak terkait dengan hasil kehamilan yang merugikan.

Menurut American Family Physician, antihistamin dan steroid topikal bisa Moms gunakan untuk mengobati pruritus, dan kortikosteroid sistemik bisa digunakan untuk pruritus ekstrem.

Ruam biasanya sembuh satu hingga dua minggu setelah melahirkan.

Beberapa masalah kulit saat hamil ini sering terjadi pada ibu.

Sebagian besar dapat menghilang dengan sendirinya setelah melahirkan, namun jika merasa cukup mengganggu, Moms bisa berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang aman dan tepat.

Artikel Terkait