3-5 TAHUN
26 Oktober 2020

5 Mitos dan Fakta Seputar Kesehatan Mata Balita

Informasi terpercaya tentang menjaga kesehatan mata balita
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Dina Vionetta

Ada banyak cara yang dapat dilakukan orang tua untuk menjaga kesehatan mata balita.

Tetapi, tahukah Moms mana anjuran yang terpercaya dan mana yang ternyata mitos?

Jangan sampai Moms dan Dads mendapatkan informasi yang tidak akurat tentang cara menjaga kesehatan mata balita.

Mitos dan Fakta Kesehatan Mata Balita

Yuk, cari tahu fakta di balik 5 mitos seputar kesehatan mata balita berikut.

Baca Juga: 3 Cara Mudah untuk Menjaga Kesehatan Mata Bayi

Mitos #1: Menonton Televisi dalam Jarak Dekat Dapat Merusak Mata

kids-watching-tv.jpg

Foto: time.com

Fakta: Dikutip dari situs web Kids Health, pernyataan ini ternyata tidak pernah didukung bukti ilmiah.

Menonton televisi dalam jarak dekat justru bisa menjadi pertanda bahwa anak kemungkinan mengalami gangguan rabun jauh.

Bila Si Kecil sering melakukan ini, sebaiknya Moms membawanya ke dokter spesialis mata untuk diperiksa lebih lanjut.

Mitos #2: Makan Wortel Bisa Sembuhkan Gangguan Penglihatan

orange-carrots-on-table-143133.jpg

Foto: pexels.com

Fakta: Wortel kaya akan vitamin A, yaitu nutrisi yang untuk menjaga kesehatan retina.

Namun, bila Si Kecil sudah mengalami gangguan penglihatan seperti rabun jauh atau rabun dekat, masalah tersebut tidak dapat disembuhkan dengan makan wortel.

Ia harus mengenakan kaca mata agar dapat melihat dan membaca dengan baik.

Meski begitu, wortel tetap penting untuk menjaga kesehatan mata balita serta kesehatan tubuhnya secara umum karena sayuran itu juga mengandung zat gizi lain seperti vitamin C, kalsium, dan zat besi.

Baca Juga: Makanan yang Baik untuk Kesehatan Mata Anak, Tidak Hanya Wortel!

Mitos #3: Gangguan Penglihatan Bersifat Genetik dan Bisa Menurun ke Anak

mother-daughter-computer.jpg

Foto: essilor.com

Fakta: Bila Moms atau Dads memiliki gangguan penglihatan seperti rabun jauh, rabun dekat, mata silinder, dan katarak, memang terdapat peluang kondisi tersebut akan menurun ke anak.

Hal itu dijelaskan oleh Richard Golden, M.D., ketua komite informasi publik untuk American Association for Pediatric Ophthalmology.

Mitos #4: Sering Main Gadget Bisa Merusak Mata

osmo-II.jpg

Foto: mintlab.com

Fakta: Dokter Golden mengatakan, sering main gadget tidak akan merusak mata.

Namun, kebiasaan tersebut bisa mempengaruhi kesehatan mata balita, seperti membuat mata menjadi kering dan tegang.

Cahaya terang dari gadget akan membuat mata susah fokus dan jarang berkedip.

Selain itu, mata memiliki daya fokus pada jarak tertentu. Ketika Si Kecil memandangi gadget dalam jarak dekat, matanya akan bekerja keras untuk bisa fokus.

Ini dapat menyebabkan mata tegang dan sakit kepala.

Oleh karena itu, ingatkan anak agar jangan menggunakan gadget dalam jarak terlalu dekat. Jaga jarak mata dengan layar agar tidak kurang dari 30 cm.

Mitos #5: Penyakit Pink Eye Hanya Menyerang Anak

1458500390rubbing-her-eyes.jpg

Foto: newtimes.com

Fakta: Pink eye atau konjungtivis adalah peradangan pada selaput transparan yang melapisi bagian dalam kelopak mata.

Keadaan mata merah ini dapat disebabkan oleh virus atau bakteri dan sangat menular.

Meski banyak diderita anak balita, namun, pink eye juga dapat menyerang remaja dan orang dewasa.

Cara mencegah pink eye adalah dengan selalu menjaga kebersihan, seperti rajin mencuci tangan dan tidak bertukar handuk atau saputangan.

Baca Juga: Pahami 5 Faktor yang Dapat Menjaga Kesehatan Mata Anak Ini

Artikel Terkait