BAYI
16 April 2020

5 Mitos MPASI Bayi, Apa Saja? Apa Benar?

Simak penjelasannya menurut ahli di bawah ini!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Gladys
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Memperkenalkan bayi dengan makanan padat pertamanya dapat menjadi tantangan tersendiri bagi Moms.

Terutama jika melihat deretan aturan pemberian MPASI bayi yang seringkali cukup rumit dan memerlukan perhatian khusus.

Belum lagi, jika ada pendapat dari keluarga atau kerabat yang berbeda dari pendapat Dokter mengenai pemberian MPASI, maka Moms mungkin akan semakin bingung.

Beberapa Mitos MPASI Bayi yang Sering Didengar

Berikut ini beberapa mitos MPASI bayi yang kerap membingungkan hingga bahkan membahayakan kesehatan bayi.

1. Berusaha Mengambil Makanan, Bayi Siap MPASI?

1 Berusaha mengambil makanan, bayi siap MPASI.jpg

Foto: dhanelle – Pixabay.com

Saat bayi berusia tiga bulan, mungkin terlihat ingin mencoba menggapai makanan yang dimakan orang tua. Itu memang salah satu tanda bahwa bayi siap mendapatkan MPASI, namun perlu dilihat juga tanda-tanda pendukung lainnya.

“Bayi harus memperlihatkan ketertarikan pada makanan, namun juga harus dapat duduk sendiri dan kepalanya sudah kuat, serta memiliki koordinasi untuk mengunyah dan menelan,” ungkap Dokter anak di Children’s Hospital of Eastern Ontario, Ottawa, Catherine Pound, seperti dikutip dari todaysparent.com.

Mitos MPASI bayi ini juga perlu disesuaikan dengan faktor umur bayi. Menurut American Academy of Pediatrics, bayi dapat mulai diperkenalkan dengan MPASI pertamanya di usia enam bulan, dengan tetap memberikan ASI atau susu formula.

Baca Juga: Kapan Bayi Bisa Diberikan MPASI?

2. Tunda Pemberian Kacang untuk Cegah Alergi?

2 Tunda pemberian kacang untuk cegah alergi.jpg

Foto: cgdsro – Pixabay.com

Adanya mitos MPASI bayi mengenai penundaan pemberian kacang tidak perlu lagi Moms khawatirkan.

Karena menurut penelitian Learning Early About Peanut Allergy di tahun 2015 menemukan bahwa memperkenalkan kacang pada anak yang berisiko tinggi mengalami alergi sedini mungkin dapat menurunkan risiko alergi kacang.

Tentunya tidak mungkin memberikan bayi satu butir kacang utuh sebagai MPASI bayi, karena hal tersebut dapat membuat bayi tersedak.

Sebagai alternatif, Moms bisa memberikan selai kacang sebagai bagian dari menu MPASI bayi.

“Konsistensi selai kacang yang padat sebenarnya juga agak sulit dikonsumsi oleh mulutnya yang mungil, sehingga coba campurkan dua sendok teh selai kacang lembut dengan dua sendok teh air hangat untuk bayi yang baru memulai makanan padat,” ungkap Direktur di Food Allergy Center, Children’s Health, Dallas, Drew Bird, M. D., seperti dikutip dari parents.com.

Baca Juga: 5 Menu MPASI yang Bisa Moms Coba Untuk Kenalkan Kacang Pada Bayi

Mulailah Dengan Puree

3 Mulailah Dengan Puree.jpg

Foto: Pixabay.com

Mitos MPASI bayi untuk selalu memberikannya dengan konsistensi lembut tidak selalu benar. Karena di usia enam bulan, bayi sudah dapat mengunyah makanan, meski belum memiliki gigi.

Moms dapat memberikannya MPASI bayi dengan konsistensi puree, namun juga perlu memperkenalkan bayi dengan MPASI yang sedikit lebih padat.

Misalnya: sayuran rebus hingga keju parut. Pemberian finger food ini akan mendorong bayi untuk belajar makan sendiri, sehingga membantu mengembangkan motorik oralnya.

Cara ini juga akan mengajarkan bayi mengontrol seberapa banyak makanan yang dapat dikonsumsinya.

Baca Juga: 5 Resep Puree Untuk MPASI Pertama Bayi yang Mudah Dibuat

Setelah memahami apa saja mitos MPASI bayi, kini Moms tidak perlu khawatir lagi untuk mempersiapkan makanan padat pertamanya di usia enam bulan nanti.

Artikel Terkait