NEWBORN
23 Januari 2019

5 Mitos Seputar Bedong Bayi, Moms Masih Percaya?

Benarkah bisa meningkatkan risiko SIDS?
Artikel ditulis oleh Carla Octama
Disunting oleh Carla Octama

Sebagai orang tua bayi baru lahir, ada banyak pengetahuan baru yang akan Moms pelajari seputar berbagai perawatan bayi yang tepat. Salah satunya seperti membedong bayi.

Membedong bayi adalah teknik penting yang dipercaya membantu menenangkan bayi dan membuatnya lebih mudah tidur.

Beberapa bulan pertama kehidupan bayi akan melibatkan banyak tidur, jadi penting bagi Moms untuk membuaatnya setenang mungkin.

Memahami mitos-mitos dan fakta seputar bedong bayi seperti di bawah ini mungkin dapat sangat membantu Moms.

Baca Juga : Bedong Bisa Bikin Kaki Bayi Lurus? Ini Kata Ahli

Mitos 1: Bedong adalah Metode Kuno untuk Menenangkan Bayi yang Rewel

shutterstock 742398643

Fakta: Bedong, bila dilakukan dengan benar, bisa menjadi teknik yang efektif dan menenangkan.

Dr. Andrew Adesman, Kepala Divisi Perkembangan dan Perilaku Anak di Rumah Sakit Anak di Rumah Sakit Anak Schneider di New York dan seorang professor di Departemen Pediatrics di Albert Einstein College of Medicine, menjelaskan bahwa bedong adalah teknik yang sangat membantu menenangkan bayi.

Beberapa orang tua khawatir tentang bayi mereka terlalu panas, tetapi jika ia berpakaian dengan benar, itu bukan masalah.

Pemosisian juga sangat penting, jadi konsultasikan dengan dokter anak atau seseorang yang berpengalaman untuk menunjukkan cara membedung yang tepat.

Mitos 2: Membedong bayi Tingkatkan Risiko SIDS

Fakta: Dr. Harvey Karp, pendiri situs Happiest Baby, melalui artikelnya yang berjudul Huff Po Keep on Swaddling, menjelaskan bahwa tidak ada hubungan antara membedung bayi dan peningkatan risiko SIDS.

Sementara peneliti terkemuka dalam studi AAP, Dr. Rachel Moon menerbitkan sebuah artikel pada Januari 2017 yang menjelaskan bahwa tidak apa-apa membedung bayi.

Namun, menurut Dr. Rachel lakukan membedong dengan hati-hati untuk memastikan punggung bayi tidak membengkok atau bungkuk, bedong tidak terlalu ketat, dan bayi tidak berguling ketika sedang mengenakan bedong.

Mitos 3: Membedong Bayi Akan Membuatnya Tertekan dan Tidak Bisa Mengembangkan Keterampilan Motorik

shutterstock 598783631

Fakta: Sampai bayi berusia tiga bulan, bayi tidak cukup terkoordinasi untuk melatih keterampilan motoric atau kemampuan menenangkan diri.

Bedong justru akan membantu menenangkan saat bayi tidak dapat melakukannya sendiri. Tangan yang bebas juga berisiko menggores wajah bayi yang menyebabkan luka dan tangisan.

Baca Juga : Kenali Berbagai Jenis Gendongan Bayi yang Aman

Mitos 4: Bedong Sebabkan Bayi Kepanasan

Fakta: Terlalu panas tidak disebabkan oleh bedong saja, tetapi juga pakaian bayi yang berlebihan di balik bedongnya.

Maka dari itu, bedong bayi dengan pakaian yang tidak menyebabkan bayi mudah gerah untuk memastikan suhu tubuhnya tetap stabil.

Selain itu, gunakan bedong yang tidak terlalu tebal, terutama saat siang hari.

Tanda-tanda kepanasan pada bayi meliputi: berkeringat, rambut basah, muncul biang keringat, napas cepat, dan gelisah. Segera lepas bedong dan kurangi pakaiannya jika bayi menunjukkan tanda-tanda tersebut.

Mitos 5 : Bedong Membuat Bayi Ketergantungan

shutterstock 1024906936

Fakta: Ini mitos yang sangat lucu dan tentunya tidak masuk akal. Apakah Moms pernah melihat balita merengek minta dibedong?

Biasanya justru anak itu sendiri yang menolak untuk dibedong seiring pertambahan usianya.

Anak-anak akan belajar mengendalikan otot dan otak mereka, di mana akhirnya menginginkan kebebasan untuk berlari, tidur dan makan tanpa terkendala apapun.

Tenang Moms, bayi tidak akan tumbuh menjadi orang dewasa yang perlu dibedung untuk bersantai.

Nah, demikianlah beberapa mitos yang masih banyak dipercayai seputar bedong bayi. Moms sendiri tipe orang tua yang masih membedong bayi atau justru memilih untuk tidak melakukannya?

(RGW)

Artikel Terkait