BAYI
14 Oktober 2019

5 Mitos Seputar Ruam Popok Pada Bayi, Masih Percaya?

Moms sering dengar mitos yang mana?
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Semua orang tua menginginkan bayinya tumbuh dengan sehat dan bahagia, namun bayi sering kali mengalami ketidaknyamanan akibat ruam popok. Ada banyak cara untuk mencegah dan mengatasi ruam popok bayi, demikian halnya dengan mitos yang menyertainya.

Berikut adalah beberapa mitos tentang ruam popok bayi yang perlu Moms ketahui agar dapat mencegah dan mengatasinya dengan tepat.

1. Popok, Terutama Sekali Pakai, Penyebab Utama Ruam Popok

XX Mitos Seputar Ruam Popok Pada Bayi, Masih Percaya 1.jpg

Foto: vox.com

Namanya memang ruam popok, tetapi ruam ini muncul karena kulit bayi yang sangat sensitif bersentuhan dengan bahan kimia, kelembaban akibat urin dan feses, baru kemudian bergesekan dengan popok yang menutupinya.

Kulit bayi yang mengalami iritasi sangat rentan terhadap perkembangan jamur dan bakteri, yang dapat membuat ruam semakin parah. Tetapi, sekali lagi, popok bukanlah satu-satunya penyebab utama.

“Cara terbaik untuk mencegah ruam popok adalah menjaga kulit bayi sekering dan sebersih mungkin setiap saat,” kata Lawrence F. Eichenfield, MD, FAAD, dokter kulit bersertifikat dan kepala dermatologi pediatrik dan remaja di University of California, San Diego dan Rady Children’s Hospital, seperti dikutip dari situs American Academy of Dermatology (AAD). “Dengan perawatan yang tepat, ruam popok akan hilang dalam waktu sekitar 3-4 hari.”

Baca Juga: Selain Ruam Popok, Ini Beberapa Masalah Kulit Bayi dan Cara Mengatasinya

2. Harus Mengaplikasikan Bedak Bayi untuk Mencegah Ruam Popok

XX Mitos Seputar Ruam Popok Pada Bayi, Masih Percaya 2.jpg

Foto: safewise.com

Faktanya, American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan agar orang tua tidak menggunakan bedak bayi sama sekali, dengan menyebutkan bahwa itu dapat menyebabkan kerusakan paru-paru jika terhirup oleh bayi.

Sementara ide di balik penggunaan bedak bayi saat mengganti popok adalah untuk memastikan kulit bayi tetap kering dan mencegah ruam popok. Itu tidak perlu, karena popok sekali pakai sekarang ini bahkan sudah mampu melakukan pekerjaan itu dengan mudah.

Sebagai tambahan, menggunakan krim ruam popok bayi juga dapat diterapkan.

3. Popok Berukuran Lebih Besar Membantu Mencegah Ruam

XX Mitos Seputar Ruam Popok Pada Bayi, Masih Percaya 3.jpg

Foto: tellerreport.com

Sekali lagi, ini murni mitos. Ruam popok bayi memang terjadi karena adanya gesekan antara kulit bayi dengan popok mereka yang basah, tetapi menurut FirstCry Parenting, itu tidak berarti Moms harus membeli popok dengan ukuran yang lebih besar untuk bayi.

Popok harus seperti pakaian yang dikenakan bayi, pas dan nyaman. Karena jika ukuran popok terlalu besar, akan lebih mudah bocor, berantakan, dan mudah terlepas.

Baca Juga: 4 Cara Cepat Mengilangkan Bekas Ruam Popok

4. Ruam Popok Pada Bayi Tidak Normal

XX Mitos Seputar Ruam Popok Pada Bayi, Masih Percaya 4.jpg

Foto: theantijunecleaver.com

Dalam laman Cute Baby Buys dikatakan bahwa ruam popok sering terjadi pada bayi dan itu adalah hal normal. Kulit bayi yang baru lahir sangat sensitif dan rentan. Sehingga ketika bersentuhan dengan bahan kimia, urin, feses, atau kelembapan, dapat menyebabkan ruam popok.

Namun, jika ruamnya parah dan bayi mengalami kelainan lain karena itu, Moms dapat mempertimbangkan untuk mengganti merek popok yang digunakan atau berkonsultasi dengan dokter.

5. Semua Ruam di Pantat Bayi adalah Ruam Popok

XX Mitos Seputar Ruam Popok Pada Bayi, Masih Percaya 5.jpg

Foto: workingmother.com

Dikutip dari situs AskDrSears, Dr. Bill Sears menjelaskan bahwa sementara ruam popok memiliki berbagai bentuk dan ukuran, ada ruam yang mungkin muncul di bagian bawah tubuh bayi yang disebabkan oleh lebih dari sekadar gesekan dari popok dan kelembaban.

Penting untuk dicatat bahwa tidak ada ruam popok bayi yang serius sehingga memerlukan penanganan darurat dari dokter, terutama di malam hari. Umumnya, ruam popok dapat menunggu untuk dievaluasi dan dirawat oleh dokter di hari berikutnya.

Adapun beberapa ruam yang juga bisa dialami bayi dan lebih serius dari ruam popok adalah impetigo, intertrigo, dan ruam jamur.

Baca Juga: Bikin Segar dan Cegah Ruam Popok, Ini 6 Rekomendasi Bedak Bayi Pilihan!

Itulah beberapa mitos seputar ruam popok bayi. Sekarang Moms sudah mengetahuinya dan saatnya untuk tidak lagi mempercayai mitos-mitos tersebut. Jika ada yang masih Moms ragukan, jangan lupa untuk berkonsultasi dengan dokter.

Artikel Terkait