RUPA-RUPA
2 November 2017

5 Norma Kesopanan yang Harus Anda Tahu

Yuk selalu terapkan etika dimanapun berada
Artikel ditulis oleh Carla Octama
Disunting oleh Carla Octama


Kalau ada satu hal yang membedakan manusia dengan makhluk lain yaitu akal. Normalnya, akal dipakai untuk berpikir terutama terkait tindakan yang akan dilakukan.

Singkatnya, sudah menjadi keharusan jika manusia memakai akalnya untuk berpikir sehingga tidak melupakan adat atau norma kesopanan yang berlaku. Ini penting dilakukan guna menghindari friksi dengan orang lain.

Pastinya, sudah ada banyak pelajaran mengenai moral dan etika sedari kecil. Memang benar, dua hal ini jadi modal penting bagi siapapun untuk bersosialisasi dengan yang lain. Tiga frasa penting maaf, tolong, dan terima kasih sudah banyak dikuasai, meski juga jarang yang menerapkan.

Selain hal-hal tersebut, tentu masih ada etika kesopanan lain yang harus dikusai, dan inilah diantaranya.

1. Minta maaf

Satu alasan kenapa kata maaf jarang dipakai yaitu adanya stigma bersalah yang melekat. Biasanya, orang bersalah pasti akan minta maaf. Dan ini yang membuat kata maaf terlupakan.

Padahal kata maaf bisa dipakai untuk apapun, semisal “maaf, apa kursi ini kosong?”. Disini, maaf bukan berarti salah, tapi menunjukkan bahwa Anda adalah orang beretika.

2. Dalam antrian

Memandang dirinya lebih penting bisa membuat antrian makin kacau. Idealnya, baris antrian harus berderet rapi dengan kerapatan tertentu. Beda tempat tentu beda cara.

Di tanah air, antrian biasanya memakai nomor urut supaya tidak ada praktik serobot. Jikapun terjadi aksi serobot, jangan tegur dan marah. Cukup bilang “maaf, sudah belajar membaca belum?”.

3. Kesederhanaan

Seorang yang hidup sederhana tak akan merasa superior dari orang lain, aturan pertama. Kedua, pamer tak akan mendatangkan apapun, justru sebaliknya bisa memancing cemoohan.

Tak perlu harus memperlihatkan mobil atau selalu baju bagus tiap hari. Jadilah selayaknya orang normal, karena pamer merupakan sesuatu yang memalukan bagi makhluk berakal.

4. Kenalan

Secara tak tertulis, ada aturan tentang cara kenalan yang baik. Tidak sepatutnya menanyakan nomor telepon, pekerjaan, atau jumlah anak yang dimiliki saat baru pertama bertemu.

Jika ingin bertemu lagi, Anda bisa mengatakan “kapan kita bisa ketemu lagi”. Pertemuan selanjutnya, Anda baru bisa mengulik dan menanyakan hal tersebut.

5. Bertanya

Seperti yang sudah disebut, maaf bukan berarti mengaku salah. Maaf merupakan awalan kata yang bagus jika dipakai untuk bertanya. Akan dianggap kasar dan tidak digubris jika tiba-tiba Anda tanya “Jalan Sudirman ke arah mana ya?”.

Alih-alih bertanya seperti itu, akan lebih baik jika “maaf, kalau Jalan Sudirman ke arah mana ya?”. Dijamin Anda dapat jawaban yang lebih detail.

Bukan kurangnya pengetahuan yang menjadikan banyak orang tak mau menerapkan norma kesopanan pada sesama, tapi lebih karena malas. Ada banyak manfaat yang bisa didapat dengan berlaku sopan, yang paling nyata tentu mudah diterima. Apalagi Indonesia selalu menjunjung tinggi etika budaya ketimuran, sudah pasti norma kesopanan adalah yang utama.

Lalu, bagaimana norma kesopanan yang berlaku di daerah Anda?

(RIA)

Artikel Terkait