BAYI
15 Juli 2019

5 Penyebab Berat Badan Bayi Tidak Kunjung Naik

Coba evaluasi penyebab mengapa berat badan bayi susah naik
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Carla Octama

Perkembangan tiap bayi memang berbeda-beda, namun kenaikan berat badan bayi cenderung mengikuti pola yang cukup konsisten.

Bayi baru lahir yang mendapat ASI eksklusif dapat mengalami penurunan berat badan bayi hingga 10 persen dari berat lahir bayi selama minggu pertama.

Selanjutnya, saat bayi berusia dua minggu, berat badan bayi seharusnya sudah bisa kembali seperti saat bayi lahir.

Tiga bulan berikutnya, berat badan bayi pun seharusnya bertambah sekitar satu ons sehari secara bertahap.

Namun ada beberapa hal yang dapat membuat kenaikan berat badan bayi menjadi terhambat. Berikut ini beberapa penyebabnya.

1. Ibu Kurang Menyusui Bayi

1 Kurang Menyusui.jpg

Foto: medela.com

Bayi baru lahir perlu minum susu setiap dua setengah jam sekali atau kira-kira delapan hingga 12 kali dalam periode 24 jam.

“Pertambahan berat badan bayi adalah tanda terbaik seorang bayi mendapatkan ASI yang cukup. Saat berat badan bayi naik lebih lambat dari yang diharapkan, hal itu bisa menjadi pertanda Si Kecil tidak mendapatkan asupan yang cukup,” ungkap perawat bersertifikat, Donna Murray, RN, BSN, seperti dikutip dari verywellfamily.com.

Salah satu yang bisa menyebabkan bayi kurang menyusui adalah karena bayi baru lahir cenderung menghabiskan banyak waktunya untuk tidur.

Untuk itu, tidak ada salahnya membangunkan Si Kecil jika sudah sudah lewat dua setengah jam lalu, terakhir kali ia minum susu.

Baca Juga : Begini Cara Menambah Berat Badan Bayi

2. Salah Posisi Menyusui

2 Salah Posisi Menyusui.jpg

Foto: babycentre.co.uk

Menyusui memang merupakan hal yang alami, namun beberapa Moms dan bayi mungkin perlu waktu beradaptasi untuk mendapatkan posisi menyusui yang tepat.

Intinya adalah bayi puas dan mendapatkan ASI yang cukup, sedangkan Moms bebas dari sakit (akibat gigitan bayi di payudara Moms).

Untuk memastikan posisi menyusui Moms sudah tepat, berkonsultasilah dengan perawat atau Dokter. Sehingga asupan ASI Si Kecil mencukupi untuk memaksimalkan penambahan berat badan bayi.

3. Bayi Tongue Tie

3 Bayi Tongue Tie.jpg

Foto: babydocclub.ie

Sekitar 5 persen bayi, mengalami kondisi dimana lidah sulit leluasa bergerak karena frenulum lidah (potongan kulit di bawah lidah) yang terlalu pendek atau disebut dengan tongue tie.

Hal ini berpengaruh pada cara bayi menyusui, baik yang diberi ASI eksklusif maupun susu formula.

Kondisi ini biasanya memerlukan tindakan medis, karena juga dapat berpengaruh pada perkembangan bicara Si Kecil.

4. Salah Takaran Formula

4 Salah Takaran Formula.jpg

Foto: parenting.firstcry.com

“Kadang, orang tua menambahkan air lebih saat membuat susu, karena berpikir susu formula menyebabkan sembelit atau mereka ingin menghemat uang,” ungkap Dokter anak di Atlanta dan salah satu penulis Heading Home With Your Newborn, Jennifer Shu, M.D., seperti dikutip dari parents.com.

Susu formula yang terlalu banyak air atau tidak mengikuti petunjuk pembuatan dapat berakibat fatal bagi bayi, karena bayi tidak mendapat cukup kalori yang sangat bermanfaat untuk peningkatan berat badan bayi.

Baca Juga : Tambah Berat Badan Bayi dengan 3 Resep MPASI Ini!

5. Reflux atau Alergi

5 Reflux atau Alergi.jpg

Foto: mumsnet.com

Sangat normal jika bayi muntah dan rewel setelah menyusui, tetapi jika terlalu banyak melakukan keduanya, maka hal ini mungkin disebabkan oleh refluks yang berlebihan.

Membantu Si Kecil bersendawa lebih sering mungkin dapat membantu mengatasi masalah ini.

Bayi yang sering rewel juga bisa menandakan bayi sakit perut karena alergi susu.

Bayi yang alergi susu sapi atau kedelai, baik melalui susu formula atau diet Moms yang sedan menyusui, bisa membuat bayi diare dan mempersulit kenaikan berat badan bayi.

Itulah beberapa kemungkinan penyebab sulitnya menaikkan berat badan bayi.

Untuk menemukan penyebab pasti dari masalah bayi, Moms bisa berkonsultasi dengan dokter untuk membantu mengatasi masalah pada berat badan bayi.

(GS/CAR)

Artikel Terkait