KESEHATAN
7 Juni 2016

5 Sebab Tidur Tak Berkualitas

Posisi tidur, kualitas bantal, atau mungkin Anda terserang apnea?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh serenata.rosalia
Disunting oleh serenata.rosalia

Pernahkah Anda terbangun dari tidur dengan kondisi badan yang tidak segar? Padahal Anda sudah mencoba berangkat tidur lebih awal agar dapat menikmati istirahat lebih panjang. Namun, ternyata kualitas tidur yang baik tidak dinilai dari berapa lama Anda tertidur lho, melainkan seberapa rileks tubuh Anda ketika tertidur. Nah, mungkin lima alasan di bawah ini menyebabkan tidur Anda menjadi kurang berkualitas seperti yang diharapkan.

Posisi Tidur yang Salah

Punggung dan pinggul terasa linu atau leher terasa kaku? Mungkin Anda secara tidak sadar selama semalaman tertidur dalam posisi yang tidak nyaman. Posisi tidur menghadap ke samping akan membuat bagian tubuh Anda mengalami kondisi yang tidak seimbang. Sebaiknya Anda menggunakan bantal atau guling di antara kedua kaki ketika memutuskan untuk tidur dalam posisi tersebut.

Bantal yang Tidak Nyaman

Gunakanlah bantal yang ideal, tidak terlalu tebal atau rendah. Perhatikan bahwa posisi kepala sama rendahnya dengan badan. Bantal yang terlalu tebal hanya akan membuat leher Anda sakit karena selama berjam-jam leher dipaksa untuk menengok ke bawah. Pilihlah bantal yang lembut dan menyesuaikan gerak kepala Anda.

Menggertakan Gigi

Bila terbangun dengan sakit kepala maka kemungkinan besar selama tertidur Anda secara tidak sadar menggertakkan gigi dan rahang. Untuk mengurangi kebiasaan ini pijatlah wajah Anda sebelum tidur atau kunjungi dokter gigi untuk mengetahui masalah lainnya.

Bermain Gadget Sebelum Tidur

Kebiasaan mengoperasikan gadget sebelum tidur ternyata menekan pertumbuhan hormon melatonin, yakni hormon yang mengontrol sirkulasi tidur Anda. Sebaiknya, 90 menit sebelum waktu tidur Anda me-non-aktifkan seluruh gadget.

Terjangkit Sleep Apnea

Hasil studi di tahun 2012 menyatakan bahwa 50% perempuan dewasa mengalami Apnea, khususnya mereka yang berusia di antara 20-40 tahun. Sleep Apnea merupakan kondisi ketika seseorang mengalami gangguan napas saat tidur. Kondisi jeda napas atau berhenti bernapas selama beberapa detik ini bisa terjadi sebanyak 30 kali dalam rentang satu jam. Hal ini menyebabkan otak kekurangan oksigen dan pernapasan yang dangkal membuat Anda akan terbangun dengan kelelahan.

(SR)

Sumber : womenshealthmag.com | prevention.com | docdoc.com

Foto : cloudfront

Artikel Terkait