KEHAMILAN
20 September 2019

5 Tanda Awal Usia Kehamilan Trimester 3 Akan Terasa Berat

Kesusahan selama hamil ternyata belum berakhir pada usia kehamilan trimester pertama
Artikel ditulis oleh Ria Indhryani
Disunting oleh Orami

Hamil dan memiliki buah hati adalah impian semua perempuan. Walaupun masa kehamilan selalu terdengar penuh tantangan dan menyeramkan, segala kesusahan itu tak lantas menjadi alasan bagi perempuan untuk tidak menginginkannya.

Semua dimulai pada usia kehamilan trimester pertama di mana biasanya ibu hamil harus lebih ekstra menjaga kandungannya, karena pada usia kehamilan ini beberapa perempuan rentan mengalami keguguran.

Belum lagi, efek dari hormon kehamilan yang membuat perempuan pada usia kehamilan trimester pertama ini bisa mengalami mual dan muntah.

Selanjutnya adalah usia kehamilan trimester kedua yang dapat disebut 'trimester emas'. Pada usia kehamilan ini kebanyakan ibu hamil dapat beraktivitas seperti biasa tanpa terlalu mengkhawatirkan kandungannya.

Sayangnya, tidak ada lagi istilah seperti itu diberikan pada usia kehamilan trimester ketiga. Bahkan bagi perempuan yang mengaku menjalani usia kehamilan ini dengan mudah, ternyata ada saja fakta kesulitan lainnya yang tidak terduga.

Minggu-minggu yang terasa sulit pada usia kehamilan ini dapat benar-benar terasa tanpa akhir. Untungnya, ada beberapa tanda awal usia kehamilan trimester ketiga akan menjadi berat atau sulit. Dengan begitu, Moms dapat bersiap untuk minggu-minggu yang melelahkan itu. Berikut daftarnya.

Baca Juga: Terlambat Ditangani, Ini Bahaya Plasenta Previa bagi Ibu dan Janin

1. Tekanan Darah Tinggi

Darah Tinggi

Foto: everydayhealth.com

Seperti disebutkan pada situs kesehatan Mayo Clinic, jika pemeriksaan rutin Moms pada dokter kandungan menyatakan bahwa Moms menderita darah tinggi atau hipertensi, maka ada kemungkinan hal itu dapat mengarah pada kondisi lebih serius yang disebut preeklampsia.

Preeklampsia terjadi ketika hipertensi berkembang setelah 20 minggu usia kehamilan dan dikaitkan dengan tanda-tanda kerusakan pada sistem organ lain, termasuk ginjal, hati, darah atau otak.

Preeklampsia yang tidak diobati dapat menyebabkan komplikasi serius bahkan fatal untuk ibu dan bayi, termasuk potensi kejang.

Jadi apa saja tanda-tanda yang harus diperhatikan jika Moms beresiko preeklamsia? Sebuah organisasi nirlaba yang berhubungan dengan kesehatan ibu dan anak, The March of Dimes, menyarankan agar Moms segera mengunjungi dokter jika mulai memiliki penglihatan kabur, pembengkakan di tangan juga wajah, sakit kepala parah, dan juga sakit perut.

2. Bercak atau Pendarahan

pendarahan

Foto: mamanatural.com

Bercak darah pada usia kehamilan trimester pertama umumnya tidak perlu dikhawatirkan. Pada kenyataannya, sebanyak 20 persen ibu hamil mengalami pendarahan selama 12 minggu pertama. Namun, jika Moms memiliki bercak atau pendarahan di trimester kedua atau ketiga, maka pilihannya adalah segera menemui dokter.

Emily L. Balanky, MD, Spesialis Kebidanan dan Kandungan dari North Florida, mengatakan ketika bercak atau pendarahan disertai dengan kontraksi atau kram, itu bisa menjadi indikasi pelebaran serviks dan persalinan.

Pendarahan pada usia kehamilan trimester kedua dan ketiga juga dapat menjadi indikator dari dua komplikasi kehamilan lainnya seperti plasenta previa.

Plasenta previa adalah kondisi saat plasenta terletak sangat rendah di dalam rahim, menutupi sebagian atau seluruhnya serviks ibu dan dapat menghalangi keluarnya bayi dari rahim karena jalan lahir yang tertutup.

"Apapun penyebab pendarahan, harus diatasi oleh dokter kandungan Anda," sarannya.

Baca Juga: Baik untuk Ibu dan Bayi, Ini 8 Kelebihan Persalinan Normal

3. Rasa Haus yang Ekstrim

Dehidrasi

Foto: momjunction.com

Ketika Moms hamil, bukan hal yang aneh jika selalu ingin menenggak air. Akan tetapi jika Moms mengalami rasa haus yang berlebihan, itu bisa menjadi gejala diabetes gestasional.

Ibu hamil pada usia 24-28 minggu, biasanya mendapatkan pemeriksaan diabetes gestasional. Jika Moms didiagnosis menderita diabetes gestasional, rencana perawatan Moms akan tergantung pada kadar gula darah pada saat itu.

Biasanya perawatan diabetes gestasional dilakukan dengan diet makan sehat, olahraga secara teratur, hingga menerima suntikan insulin

4. Nyeri Punggung Bagian Bawah

Sakit Punggung

Foto: momlovesbest.com

Usia kehamilan trimester ketiga akan membuat perut Moms menjadi semakin besar dan akan sangat normal ketika merasakan sakit dan nyeri, khususnya pada punggung bagian bawah.

Mary Rosser, MD, Ph.D., Spesialis Kebidanan dan Kandungan di Montefiore Medical Center, New York, memperingatkan bahwa jika Moms mengalami sakit punggung bagian bawah bersama dengan gejala lainnya, maka itu mungkin merupakan tanda bahaya. Salah satu kekhawatiran terbesar ketika ini terjadi adalah persalinan prematur.

"Sangat penting untuk memperhatikan rasa sakit yang muncul, apakah baru atau berulang. Bisa jadi hal itu adalah kontraksi uterus disertai perdarahan vagina atau perubahan posisi vagina yang menunjukan adanya masalah plasenta dan pecahnya ketuban dini," ujarnya.

5. Mual

mual.jpg

Foto: happyfamilyorganics.com

Jika Moms beruntung, mual di pagi hari biasanya hanya terjadi pada usia kehamilan trimester pertama. Akan tetapi ada beberapa ibu hamil yang kurang beruntung karena mengalami mual sepanjang usia kehamilan mereka.

Sementara mual yang tidak henti-hentinya biasanya hanya mempengaruhi tubuh sang ibu, terdapat beberapa kasus di mana mual dapat mempengaruhi kehamilan.

Dikutip dari situs kesehatan ibu dan anak, mual dan muntah yang parah serta berkepanjangan, bisa dikaitkan dengan risiko untuk kelahiran prematur, berat badan lahir rendah, dan bayi baru lahir yang kecil untuk usia kehamilan mereka.

Baca Juga: Benarkah Proses Melahirkan Itu Menyakitkan? Ini Dia Tahapannya!

Nah itu dia lima tanda awal yang mungkin akan membuat Moms mengalami sulitnya usia kehamilan trimester ketiga. Namun penting untuk dicatat bahwa setiap kehamilan tentu saja akan berbeda. Jika Moms merasa ada sesuatu yang tidak beres, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter spesialis kandungan Moms.

(RIE/ERN)

Artikel Terkait