3-12 BULAN
17 Mei 2019

5 Tanda Bayi Tidak Cocok dengan Susu Formula yang Diminumnya

Ruam kulit hingga kolik juga menjadi tanda bayi tidak cocok dengan susu formula yang diminumnya
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Intan Aprilia

Memberikan ASI eksklusif merupakan pendekatan yang disarankan untuk menyusui bayi. Namun pada beberapa kasus, ada ibu yang tidak bisa sepenuhnya menyusui bayinya karena beberapa alasan, sehingga perlu diberikan susu formula.

Beberapa bayi dapat menerima susu formula dengan baik, namun ada juga yang tidak bisa menerimanya karena intoleransi laktosa dan alergi protein susu.

Intoleransi laktosa adalah reaksi yang terjadi akibat kandungan bahan dalam susu formula yang mengiritasi saluran pencernaan bayi dan dapat menyebabkan peradangan di seluruh tubuh.

Sedangkan, alergi susu formula terjadi saat sistem kekebalan tubuh bayi keliru melihat protein susu sebagai hal asing dan menyerangnya. “Sangat jarang bayi dilahirkan dengan intoleransi laktosa. Sebagian besar, intoleransi laktosa terjadi setelah usia anak satu tahun,” ungkap Ari Brown, MD, FAAP, dokter anak asal Austin, Texas sekaligus tim penulis Baby 411 dan Expecting 411, seperti dikutip dari webmd.com.

Meski keduanya berbeda, namun gejala yang ditimbulkan saat susu formula yang diminum bayi tidak cocok, hampir sama. Berikut ini tanda-tanda bayi tidak cocok dengan susu formula yang diminumnya!

Baca Juga: Apakah Pisang Bisa Sebabkan Alergi Pada Bayi?

1. Gumoh dan Muntah

Gumoh dan Muntah.jpg

Bayi sering mengalami sedikit gumoh usai minum ASI maupun susu formula. Jika bayi gumoh terlihat tanpa paksaan, tidak menyakitkan, dan berat badannya naik dengan normal, maka tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

Berbeda jika bayi muntah setelah minum susu formula, hal ini dapat menandakan alergi atau intoleransi laktosa.

Terutama jika diikuti dengan gejala muntah yang terlihat menyakitkan, penambahan berat badan yang buruk dan perut kembung. Reaksi ini biasa terjadi pada protein susu sapi dan protein soya.

2. Diare

article-2219153-158CAA32000005DC-84_1024x615_large.jpg

“Bayi baru lahir biasanya buang air besar sebanyak delapan kali per hari. Jika bayi buang air besar lebih sering, feses lebih cair, atau muncul lendir pada feses, maka bayi mungkin mengalami intoleransi susu formula atau alergi,” ungkap dokter anak sekaligus penulis Change 1 Thing! A Doctor’s Guide to Permanent Weight Loss, Disease Prevention and Incredible Health, Dr. Teresa Fuller, seperti dikutip dari livestrong.com.

Buang air besar besar yang berdarah juga bisa terjadi pada bayi yang alergi susu formula, atau dapat juga menandakan hal yang lebih serius.

Baca Juga: 3 Resep Sorbet Tanpa Susu untuk Balita dengan Intoleransi Laktosa

3. Ruam Kulit

Ruam Kulit.jpg

Dalam sebuah penelitian di Journal of Pediatric Gastroenterology and Nutrition menemukan bahwa 50% bayi dengan alergi susu formula juga memiliki masalah dermatitis atopik.

Masalah kulit ini ditandai dengan rasa gatal dan ruam kemerahan yang muncul di wajah, kulit kepala, lengan, dan kaki bayi.

4. Masalah Pernapasan

crying_baby_bottle.jpg.653x0_q80_crop-smart.jpg

Napas berbunyi dengan nada tinggi atau yang biasa disebut mengi (wheezing) disebabkan oleh peradangan dan penyempitan saluran udara.

Kondisi ini terjadi pada sekitar 20-25% bayi dengan reaksi alergi makanan termasuk susu formula.

Gejala pernapasan lainnya yang terjadi akibat alergi susu formula, antara lain batuk kronis, hidung tersumbat dan pilek.

Baca Juga: 5 Kesalahan dalam Menyiapkan Susu Bubuk Formula

5. Serangan Kolik

Serangan Kolik.jpg

Kolik digambarkan sebagai bayi rewel dan menangis selama beberapa jam dalam sehari. Biasanya terjadi pada bayi usia tiga minggu hingga tiga bulan.

Bayi mulai rewel pada sore ke malam hari dan dapat ditandai juga dengan perut kembung, bergas, dan bayi terlihat seperti sakit perut (misalnya dengan menarik kaki).

Meski tidak diketahui pasti apa penyebab kolik, namun pada beberapa kasus hal ini bisa disebabkan intoleransi bayi terhadap susu formula.

Jika menemukan tanda-tanda bayi tidak cocok dengan susu formula yang diminumnya, Moms bisa berkonsultasi kepada dokter mengenai rekomendasi susu lainnya yang tepat untuk bayi.

(GS/INT)

Artikel Terkait