KEHAMILAN
13 November 2019

5 Tips Mengatasi Alergi Makanan pada Ibu Hamil

Contekan Mudah untuk Mengambil Manfaat dari Bahan Makanan Lain
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Dina Vionetta

Alergi makanan pada ibu hamil terhadap makanan tertentu kerap membuat cemas. Sebab wanita hamil butuh nutrisi penting dari beragam jenis makanan. Jika Moms memiliki alergi makanan atau intoleransi terhadap makanan seperti telur, susu, kacang-kacangan, ikan, atau biji-bijian, Moms mungkin terbiasa menemukan menu makanan lain. Tetapi selama kehamilan, Moms tentu tidak ingin mengambil risiko kehilangan nutrisi penting yang disediakan makanan itu.

Nah, dilansir dari situs What To Expect, ada cara untuk mengatasi alergi makanan pada ibu hamil ini. Caranya adalah dengan mengonsumsi makanan pengganti ini akan membantu Moms mendapatkan semua nutrisi penting selama kehamilan. Berikut adalah substitusi cerdas yang akan membantu Moms mengelola alergi dan intoleransi makanan saat hamil.

  1. Penyakit Celiac

Makanan pengganti untuk Moms yang memiliki penyakit celiac bisa didapat dari biji-bijian. Seperti, edamame, kacang-kacangan, lentil, popcorn, sayuran hijau dan buah beri. Karbohidrat kompleks yang ditemukan dalam makanan biji-bijian sangat penting. Mereka dapat membantu memerangi mual, melawan sembelit, dan menyediakan zat besi, vitamin B, niasin, dan folat yang penting untuk perkembangan bayi.

  1. Intoleransi Laktosa atau Alergi Susu

Untuk Moms yang memiliki intoleransi laktosa, manfaat kalsium masih bisa Moms dapatkan dari bayam, kangkung, dan salmon liar. Sedangkan vitamin D bisa didapat dari telur, tuna kaleng, sereal dan jus. Kalsium berperan penting untuk membangun tulang bayi dan menjaga Moms tetap kuat menjalani masa kehamilan dan seterusnya. Jika Moms masih kesulitan mendapatkan dosis harian, pertimbangkan untuk mengonsumsi suplemen kalsium.

  1. Alergi Kacang

Alergi makanan pada ibu hamil pada sajian berbahan kacang dan selai kacang agak sulit diakali karena makanan tersebut mengandung mineral penting. Termasuk mangan, magnesium, selenium, seng, kalium dan kalsium, bersama dengan vitamin E dan protein. Moms bisa konsumsi sumber DHA lain dalam telur yang diperkaya dan minyak nabati. Sedangkan protein bisa didapat dari keju, daging tanpa lemak, dan susu.

Pastikan untuk makan banyak sayuran hijau untuk mendapatkan mineral penting, dan konsumsi pisang satu buah sehari untuk memperbaiki kalium. Periksa juga vitamin prenatal yang Moms konsumsi, karena kebanyakan sudah mengandung DHA untuk memastikan Moms memenuhi kebutuhan harian selama kehamilan.

  1. Alergi Makanan Laut

Makanan laut sebetulnya paling mudah dihindari, kecuali Moms senang pergi ke pantai. Alergi makanan laut pada ibu hamil bisa diakali dengan mengonsumsi kacang kenari, telur yang diperkaya DHA, dan minyak biji rami. Sedangkan protein bisa didapat dari daging sapi tanpa lemak dan unggas. Moms juga bisa mendapatkan manfaat antioksidan dari buah ceri, stroberi, brokoli, kale, dan asparagus.

Makanan laut adalah sumber protein tanpa lemak dan asam lemak omega-3. Keduanya sangat penting untuk perkembangan bayi dan baik untuk kesehatan jantung Moms. Jangan khawatir, karena satu porsi empat ons daging unggas atau daging tanpa lemak akan membantu Moms memenuhi kebutuhan protein harian.

  1. Alergi Telur

Telur kaya akan kolin, yang penting untuk pertumbuhan bayi dan perkembangan otak. Kolin membantu mencegah cacat lahir, membantu sel-sel bayi berkembang dan membuat Moms tetap berenergi sepanjang hari. Beberapa telur juga diperkaya dengan DHA, asam lemak yang baik untuk komponen utama otak dan retina.

Untuk mendapatkan seporsi penuh protein tanpa telur, makanlah secangkir keju cottage, satu cangkir yogurt Yunani, atau empat ons daging unggas atau daging sapi tanpa lemak. Sumber DHA lain termasuk salmon. Jadi cobalah mengonsumsi dua atau lebih porsi salmon liar enam ons per minggu.

Jika Moms hidup dengan alergi makanan, besar kemungkinan Moms sudah tahu cara mencegah alergi makanan datang selama kehamilan. Pastikan untuk berhati-hati membaca label makanan yang baru dibeli, dan jangan ragu ingatkan pihak restoran mengenai alergi Moms sebelum memesan makanan. Selalu beritahukan situasi yang Moms hadapi kepada dokter kandungan, agar dokter dapat menentukan suplemen tambahan apa yang Moms perlukan saat hamil.

//end

Artikel Terkait