DI ATAS 5 TAHUN
12 Desember 2018

5 Trik Ampuh Mengatasi Anak yang Takut Disuntik

Sikap dan ekspresi Moms lebih penting dari yang disadari, lho
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh ade.ryani
Disunting oleh ade.ryani

Si Kecil yang daya tahan tubuhnya belum sebaik orang dewasa tentu membutuhkan berbagai macam vaksinasi. Untuk pemberian vaksin ini mereka harus disuntik dan seringkali menolak.

Meski tentu mereka menolak dan Moms menjadi tak tega, vaksin tetap menjadi hal yang sangat penting. Ketimbang harus menghindari vaksin, lebih baik gunakan beberapa cara atau trik ampuh berikut untuk mengatasi anak yang takut disuntik :

1. Jangan Tunda Vaksinasi Sampai Mereka Besar

Jadwal imunisasi menganjurkan agar anak-anak mendapatkan sebagian besar vaksin mereka sebelum usia 2 tahun.

Bayi tidak akan mengingat rasa sakit dari kunjungan sebelumnya, tetapi balita dan anak-anak prasekolah yang membutuhkan vaksinasi lanjutan dapat mengingat rasa sakit tersebut.

Banyak Moms yang mungkin mengatakan bahwa ‘ini yang terakhir’. Namun demikian, berhati-hatilah karena semakin besar mereka, semakin sulit mereka memvaksinasi, karena mereka ingat janji terakhir.

Baca Juga : Rachel Vennya Bawa Anak Jalan-Jalan ke Kenya, Ini Vaksin yang Harus Disiapkan

2. Tersenyum

Sikap dan ekspresi Moms lebih penting dari yang disadari, karena banyaknya anak-anak kecil menyesuaikan isi hatinya dari orang tua. Jika Moms meringis atau tegang, anak mungkin menjadi cemas pula.

Perilaku orang tua selama vaksinasi telah terbukti menjadi faktor dalam menentukan jumlah rasa sakit dan kecemasan yang akan dialami seorang anak.

Banyak penelitian menunjukkan bahwa ketika orang tua mengatakan "Jangan khawatir " kemungkinan akan meningkatkan kekhawatiran anak, karena hal ini secara tak langsung memberitahu anak bahwa ada sesuatu yang perlu dikhawatirkan.

Baca Juga : Vaksin Bayi, Perlu atau Tidak?

3. Berkata Jujur

Pernahkah Moms mengatakan tidak akan ada suntikan atau jarum suntik tidak akan sakit? Tentu pernah.

Kebenaran memang dapat menyebabkan kekhawatiran, tetapi berbohong bisa membuat anak tidak mempercayai apa yang orang tua katakan, yang akan menjadi hal buruk kedepan.

Mengatakan bahwa suntikan tidak menyakiti bukanlah ide yang baik, karena suntikan memang menyakitkan, meskipun jumlah rasa sakit bermacam-macam pada setiap anak.

Gunakan saja cara yang lebih bak seperti dengan mengtakan ‘disuntik mungkin menyakitkan, tapi Ibu akan ada di sini bersamamu, dan jika rasanya sakit, maka tidak akan lama”.

Baca Juga : Kisah Adil Khan, Anak Asal Pakistan yang Hidup dengan Polio

4. Coba Bermain Peran

Di rumah, orang tua dapat membacakan buku kepada anak-anak tentang mengunjungi dokter dan mendorong mereka untuk bermain dokter- dokteran.

Memiliki peralatan dokter di rumah dapat membantu mengurangi kecemasan bagi putra-putra berusia 2 hingga 4 tahun.

Cobalah bermain dengan peralatan dokter di rumah, termasuk rutinitas yang akan terjadi ketika pergi ke dokter.

Jangan lupa pula untuk selalu ingatkan “meskipun akan terasa sakit sebentar, namun jarum suntk dapat membantu membuat kita lebih sehat.”

Baca Juga : Kenali Gejala dan Cara Mencegah Polio Pada Anak

5. Alihkan Perhatiannya

Ketika jarum suntik sudah dekat, mengalihkan perhatian anak bisa jadi cara terbaik. Bahkan, hal ini telah terbukti mengurangi rasa sakit dan kecemasan anak-anak.

Bagaimana Mom mengalihkan perhatian anak harus bergantung pada usianya. Bayi dan balita dapat dialihkan  dengan bernyanyi, cerita, atau bermain dengan mainan kecil.

Sedangkan anak-anak yang lebih tua bisa dialihkan dengan menonton video atau mendengarkan cerita atau musik. Orang tua juga dapat menggunakan ponsel untuk menampilkan film atau foto kepada anak-anak mereka selama sedang disuntik.

Wah, rupanya tak sulit ya menghadapi anak-anak yang takut pada jarum suntik. Karena intinya, Moms hanya perlu mengenal anak-anak dengan baik dan berkata jujur untuk membuat mereka lebih berani dan dapat dialihkan perhatiannya saat disuntik.

(MDP)

Sumber : webmd.com

Artikel Terkait