TREN
13 Maret 2019

Mengumumkan Kehamilan di Tempat Kerja Ada Etikanya Lho, Apa Saja ya?

Sebaiknya dilakukan pada akhir trimester pertama
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh mentari.delita
Disunting oleh mentari.delita

Bagi perempuan yang telah menikah, kehamilan adalah kabar yang menggembirakan. Betul tidak Moms?

Karena kabar gembira, Moms tentu ingin segera membagikannya, termasuk kepada rekan kerja di kantor. Tapi, tahukah Moms, mengumumkan kehamilan di tempat kerja ada etikanya lho.

Dikutip dari Verywellfamily.com, Robin Elise Weiss, seorang doula, edukator persalinan, dan penulis buku kehamilan, mengatakan bahwa memberitahu lingkungan kerja khususnya atasan tentang kehamilan bisa jadi sebuah hal yang menakutkan bagi sebagian perempuan.

Namun, Moms tidak perlu takut. Robin punya beberapa tips yang dapat dicoba agar saat mengumunkan kehamilan di tempat kerja dapat berjalan lancar. Apa saja? Yuk kita lihat di bawah ini!

1. Putuskan Kapan Memberitahu Atasan

hamil1

Moms harus memiliki rencana kapan ingin memberi tahu atasan tentang kehamilan. Hal Ini sebaiknya dilakukan pada akhir trimester pertama, agar kedepan Moms bisa mendapatkan lingkup pekerjaan yang sesuai dengan kondisi tubuh.

Khususnya bagi Moms yang mungkin pekerjaannya berkenaan langsung dengan bahan-bahan kimia. Maka sangat penting untuk memberitahu atasan lebih awal.

Baca Juga: 5 Hal Yang Harus Diperhatikan Saat Ibu Hamil Kerja Lembur

2. Beri Tahu Atasan Terlebih Dahulu

Jangan terjebak dalam memberi tahu orang lain di kantor terlebih dahulu ketimbang atasan. Hal ini terlihat sangat tidak profesional ketika atasan adalah yang terakhir mengetahuinya.

3. Tetap Profesional

hamil2

Ibu hamil yang akan mendapatkan beberapa pengecualian kecil. Tapi, sebisa mungkin tetap lakukan pekerjaan seperti biasa.

Ingatlah bahwa Moms sedang hamil dan bukan sedang sakit. Meminta semua orang membantu pekerjaan Moms hanya akan membuat mereka tidak menyukaimu.

4. Ketahui Bagaimana Kehamilan Akan Memengaruhi Pekerjaan

Cobalah mencari tahu bagaimana pekerjaan akan dipengaruhi oleh kehamilan.

Apakah tanggal kelahiran akan mendekati tenggat waktu proyek besar? Apakah Moms perlu mengubah rencana perjalanan karena kehamilan?

Cobalah memiliki rencana sebelum hamil atau segera setelah Moms tahu.

5. Bersiaplah untuk Berbicara Tentang Cuti Bersalin

hamil3

Foto: bestlifeonline.com

Atasan mungkin khawatir apakah Moms akan kembali setelah melahirkan atau tidak. Jika Moms belum memutuskan hal tersebut, sebaiknya mengatakan bahwa berencana untuk kembali.

Siapkan rencana tentang apa yang akan Moms lakukan untuk mempersiapkan seseorang dalam mengambil alih pekerjaan jika diperlukan, saat sedang cuti.

Baca Juga: 4 Masalah Janin Ini Terjadi Akibat Stres Pada Ibu Hamil

6. Tentukan Tempat untuk Memberitahu Atasan

Moms juga harus memutuskan di mana akan memberi tahu atasan. Di tempat makan dengan banyak orang adalah ide yang buruk.

Cobalah untuk berbicara dengan atasan ketika mereka tidak sedang terburu-buru, dan tidak dalam mood yang buruk. Jika Moms perlu membuat janji, lakukanlah.

Jika tidak ada tempat yang tenang dan pribadi di kantor, mintalah untuk menggunakan ruang meeting atau pergi minum secangkir kopi atau makan siang singkat dengan atasan.

Ingatlah untuk tidak merasa bersalah karena hal ini, kehamilan merupakan hal yang membahagiakan dan tak seharusnya membuat Moms takut apalagi tertekan. Setuju tidak Moms?

(MDP)

 

Artikel Terkait