NEWBORN
30 Maret 2019

6 Fakta Clinodactyly, Kondisi Jari Melengkung Pada Bayi

Dapat diturunkan oleh orang tua
Artikel ditulis oleh Intan Aprilia
Disunting oleh Intan Aprilia

Apakah Moms pernah mendengar istilah clinodactyly dari dokter atau sesama orang tua lainnya?

Sudah tahukah Moms kalau ini adalah penyebab dari jari bayi atau anak menjadi melengkung?

Nah, untuk mengetahui lebih jelas mengenai kondisi ini, mari simak beberapa fakta clinodactyly pada bayi yang sudah kami rangkum di bawah ini!

1. Kondisi Jari Abnormal Tetapi Tidak Sakit

6 fakta seputar clinodactyly pada bayi 3

Dilansir dari situs milik Rumah Sakit Anak di Boston, bayi yang lahir dengan clinodactyly memiliki jari yang tidak normal.

Jarinya cenderung melengkung sehingga tumpang tindih dengan jari lainnya.

Meskipun demikian, jari yang abnormal tersebut masih dapat berfungsi dengan baik dan tidak menimbulkan rasa sakit.

2. Hanya Memengaruhi Sebagian Kecil Populasi

Secara klinis clinodactyly tidaklah umum, hanya mempengaruhi sekitar 3 persen bayi yang lahir di seluruh dunia.

Bayi dengan clinodactyly umumnya memiliki jari mana pun di salah satu tangannya yang melengkung secara klinis.

Namun, dalam kasus yang tidak biasa dapat mempengaruhi jari di kedua tangan.

Baca Juga: Ternyata, Sarung Tangan Bayi tidak Wajib Hukumnya

3. Bayi dengan Down Syndrome Memiliki Risiko Lebih Tinggi

6 fakta seputar clinodactyly pada bayi 1

Menurut penelitian oleh National Center for Biotechnology Information, 35-79 persen bayi down syndrome mengalami clinodactyly.

Pada bayi dengan down syndrome, terkadang ibu jari yang melengkung ke arah jari-jari lainnya.

Namun, pada kebanyakan bayi, biasanya yang terpengaruh adalah jari kelingking dengan persendian yang paling dekat dengan kuku tertekuk ke arah jari manis.

4. Disebabkan oleh Pertumbuhan Tulang Jari yang Tidak Normal

Menurut situs Rumah Sakit Anak Philadelphia, clinodactyly adalah kondisi bawaan yang berarti sudah ada sejak bayi lahir. Bahkan kondisi ini bisa tidak disadari hingga anak tumbuh dewasa.

Secara klinis kondisi ini dapat diwariskan dan dapat menjadi gejala dari sindrom tertentu.

Penyebabnya biasanya adalah pertumbuhan tulang yang tidak normal pada jari-jari bayi, yang kemudian menyebabkan jari melengkung ke samping.

Selain itu, dapat pula disebabkan karena pertumbuhan lempeng tulang yang tidak teratur di salah satu jari bayi.

Baca Juga: Kenapa Telapak Tangan dan Kaki Bayi Dingin Ketika Bangun Tidur?

5. Tidak Membutuhkan Perawatan dan Pengobatan Khusus

6 fakta seputar clinodactyly pada bayi

Melansir situs kesehatan Healthline, karena secara klinis clinodactyly tidak menimbulkan gejala dan tidak membatasi penggunaan jari, dokter anak biasanya tidak merekomendasikan perawatan dan pengobatan apa pun.

Dalam kasus ringan, dokter anak hanya akan memantau pertumbuhan jari dan tangan untuk melihat ada atau tidaknya tanda-tanda bahwa kondisi ataupun fungsi jari akan memburuk.

Selain itu, memasang gips pada jari yang melengkung untuk meluruskannya sangat tidak dianjurkan. Tindakan ini justru dapat memperburuk kesehatan dan pertumbuhan jari yang terkena clinodactyly.

6. Operasi Dibutuhkan untuk Kasus yang Lebih Serius

Ketika kurva melengkung jari lebih dari 30 derajat, fungsi jari mungkin terganggu dan tindakan operasi mungkin diperlukan.

Operasi biasanya dilakukan ketika masa anak-anak dengan kondisi tulang yang masih terus tumbuh.

Operasi biasanya melibatkan ahli bedah ortopedi dan ahli bedah plastik. Kedua dokter yang terlibat akan memeriksa apakah fungsi jari dapat dipertahankan atau ditingkatkan, sambil membantu memastikan penampilan jari senormal mungkin.

Perawatan pasca operasi dapat pula melibatkan beberapa terapi fisik dan terapi okupasi setelah tulang dinyatakan sembuh.

Itulah beberapa fakta clinodactyly pada bayi yang semoga dapat membantu Moms lebih mengenal dan memahami kondisi ini.

Jika Si Kecil mengalami kondisi serupa, hubungi dokter untuk mengetahui tindakan selanjutnya yang dapat Moms lakukan.

(RGW/INT)

Artikel Terkait