JALAN-JALAN
24 September 2017

6 Faktor yang Membuat Permohonan Visa Anda Ditolak

Ada sejumlah faktor yang membuat permohonan visa ditolak. Salah satunya, nominal saldo tabungan.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh (ade.ryani)
Disunting oleh (ade.ryani)

Saat Mama ingin pergi berlibur atau ketika mendapat tugas pekerjaan ke luar negeri, tentu aplikasi visa jadi salah satu dokumen yang wajib diurus. Visa adalah dokumen perjalanan selain paspor yang merupakan bentuk izin dari suatu negara untuk berkunjung ke negara lain yang dituju.

Indonesia sebagai salah satu negara berkembang memang memiliki daftar panjang nama negara dimana kita membutuhkan visa untuk mengunjungi suatu negara tertentu. Termasuk di seputar Asia.

Proses pengajuan aplikasi visa pun waktunya bervariasi, ada yang sebentar dan tak jarang memakan waktu cukup lama. Bahkan, tak menutup kemungkinan permohonan visa ditolak. Umumnya, 6 faktor berikutlah yang membuat permohonan visa Mama ditolak.

Baca Juga: Rencanakan Liburan Seru Bersama Keluarga

  1. Belum ada riwayat perjalanan di paspor

Jika ini adalah perjalanan pertama Mama ke luar negeri dan negara yang akan dikunjungi membutuhkan visa, kemungkinan sangat sedikit peluang permohonan visa Mama diterima. Sebaiknya jika Mama ingin pergi melancong cukup jauh seperti ke negara-negara di Eropa atau Amerika, dahului dulu dengan perjalanan ke negara-negara tetangga seperti Singapura, Malaysia atau Thailand.

Sebaliknya, jika Mama sudah punya riwayat perjalanan ke luar negeri secara mandiri yang tertera di paspor, maka petugas kedutaan jadi tak ragu melepas Mama ke negara tujuan. Hal ini karena Mama sudah pernah punya pengalaman ke luar negeri sebelumnya.

  1. Surat sponsor tidak meyakinkan

Kalau surat sponsor Mama kurang meyakinkan, misalnya hanya menyertakan keterangan bekerja dengan tulisan tangan sendiri, maka jangan berharap banyak kalau visa Mama akan disetujui oleh pihak kedutaan.

Mereka berhak meminta surat sponsor yang meyakinkan yang menyatakan kalau Mama pasti akan pulang setelah melancong ke negaranya. Solusinya buatlah surat sponsor resmi dari kantor yang ditandatangani atasan yang berwenang.

  1. Jumlah saldo tabungan tidak memadai

Jika permohonan visa yang Mama ajukan adalah visa liburan, kebanyakan negara mewajibkan pemohon visa untuk menyertakan bukti buku tabungan dalam beberapa bulan terakhir. Hal ini bisa dimaklumi karena petugas kedutaan punya kewajiban memastikan pemohon tidak akan kehabisan uang saat melancong di negaranya.

Maka penting bagi Mama untuk menyesuaikan waktu yang akan dihabiskan saat liburan dengan dana yang dimiliki selama berada di negara tujuan. Misalnya, biaya yang dihabiskan untuk liburan dua minggu ke Korea tentu akan berbeda dibanding berlibur seminggu di Eropa. Untuk itu, siapkanlah saldo tabungan dengan jumlah tertentu di rekening Mama. Idealnya Mama harus memiliki sekian puluh juta untuk bepergian ke negara maju seperti Jepang, Australia, Selandia Baru, Amerika Serikat atau negara-negara di Eropa.

Baca Juga: Destinasi Wisata Musim Dingin Di Asia yang Wajib Dikunjungi

  1. Belum menikah

Umumnya pihak kedutaan akan lebih mempertimbangkan pemohon yang memiliki status menikah untuk disetujui permohonan visanya dibandingkan mereka yang masih single atau tidak memiliki pasangan.

Alasannya, mereka yang sudah menikah tentu memiliki tanggung jawab lebih dibanding yang masih single. Maksudnya, kecil kemungkinan bagi mereka yang sudah menikah untuk tinggal di luar negeri, menetap lama, atau bekerja di negara tujuan.

  1. Saat interview

Wawancara adalah proses krusial yang menentukan apakah visa Mama ditolak atau tidak. Usahakan menjawab dengan jujur pertanyaan yang diajukan oleh petugas kedutaan.

Menjelaskan maksud kepergian Mama ke negara tujuan tersebut dengan detail juga menjadi poin penting apakah permohonan visa Mama diterima atau ditolak. Jadi, persiapkanlah jawaban yang kira-kira akan ditanya petugas kedutaan ssejak jauh-jauh hari.

Baca Juga: 5 Tips Menghemat Budget Wisata

  1. Riwayat visa sebelumnya

Jika Mama sudah pernah memiliki visa sebelumnya, maka akan lebih mudah untuk mendapatkan visa ke negara lain. Misalnya, Mama sudah memiliki riwayat visa ke negara Eropa, maka akan lebih mudah bagi Mama jika ingin bepergian ke China atau Jepang.

Hal ini menjadi tolak ukur bagi petugas kedutaan apakah Mama akan kembali ke negara asal dalam waktu yang ditentukan.

Nah, apakah Mama punya pengalaman lainnya seputar pengajuan aplikasi visa yang ditolak atau diterima? Yuk, ceritakan juga di kolom komentar.

(LMF)

Artikel Terkait