BAYI
25 Januari 2020

6 Jenis Ruam yang Umum Terjadi Pada Bayi

Umumnya tidak berbahaya dan sembuh dengan sendirinya
Artikel ditulis oleh Reksita
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Kebanyakan bayi baru lahir sering berhadapan dengan masalah kulit. Beberapa diantaranya pernah atau berkali-kali mengalami ruam dalam bulan-bulan pertama kehidupan mereka.

Sebagian besar ruam pada bayi tidak berbahaya dan cenderung sembuh dengan sendirinya. Berikut merupakan beberapa jenis ruam pada bayi yang sangat umum selama beberapa bulan pertama kehidupan.

6 Jenis Ruam pada Bayi

1. Cradle Cap

6 Jenis Ruam yang Umum Terjadi Pada Bayi 1

Foto: pixels.com

Seperti dijelaskan dalam laman Kids Health, cradle cap adalah istilah umum untuk menyebut dermatitis seboroik pada kulit kepala bayi. Bayi dapat mengalami dermatitis seboroik ketika mereka berusia antara 2 minggu hingga 12 bulan. Biasanya dimulai dengan munculnya cradle cap.

Bayi dengan masalah ini akan memiliki bercak kuning atau merah yang sedikit bersisik di kulit kepala mereka. Ini juga dimulai pada bagian wajah atau area popok dan menyebar ke bagian lain di tubuh bayi.

Baca Juga: DIY Cara Menghilangkan Ruam Pada Bayi

2. Miliaria

6 Jenis Ruam yang Umum Terjadi Pada Bayi 2

Foto: medicalnewstoday.com

Miliaria juga dikenal sebagai biang keringat atau ruam panas. Jenis ruam pada bayi ini terjadi karena kelenjar keringat bayi yang belum sepenuhnya berkembang sehingga sangat mudah tersumbat. Ini terutama terjadi di daerah yang beriklim panas dan lembab.

“Alih-alih menguap, keringat tetap terperangkap di bawah kulit, menyebabkan peradangan dan ruam,” jelas Dr Mark Koh Jean Aan, Pimpinan sekaligus Konsultan dari KK Women’s and Children’s Hospital (KKH), yang juga merupakan anggota dari SingHealth group, seperti dikutip dari HealthxChange.sg.

3. Ruam Popok

6 Jenis Ruam yang Umum Terjadi Pada Bayi 3

Foto: unsplash.com

Menurut Pregnancy Birth Baby Australia, ruam popok adalah peradangan kulit di area popok yang terlihat merah dan meradang. Jenis ruam pada bayi ini disebabkan oleh beberapa hal, termasuk air seni atau kotoran yang mengiritasi kulit bayi.

Ruam popok yang persisten dapat diobati dengan krim khusus. Jangan gunakan bedak atau antiseptik untuk mengobati ruam popok. Jika kulit bayi menderita infeksi jamur, gunakan salep antijamur untuk mengobatinya. Mintalah saran dari dokter atau apoteker.

Baca Juga: Bolehkah Memandikan Bayi yang Sedang Ruam dan Gatal-gatal?

4. Eksim (Dermatitis Atopik)

6 Jenis Ruam yang Umum Terjadi Pada Bayi 4

Foto: thehealthmagazine.com

Dikutip dari Parents, Ahli Kulit Mona A. Gohara, M.D., menuliskan bahwa hampir 20% anak-anak di seluruh dunia menderita dermatitis atopik atau eksim, di mana kulit yang kering dan pecah-pecah berubah menjadi ruam parah.

Pemicu umum dari kondisi ini termasuk wol, panas, atau bahan kimia dalam sabun, wewangian, pelembap, dan deterjen. Ini biasanya dimulai pada masa bayi dan lebih dari setengah pasien mengalami gejala pada tahun pertama kehidupan. Sebagian besar gejala berkembang sebelum usia 5 tahun.

Dermatitis atopik ditandai dengan bercak-bercak merah muda atau merah pada kulit kering yang cenderung bersisik dan mengeluarkan cairan. Benjolan yang muncul umumnya juga terasa sangat gatal.

5. Jerawat Bayi

6 Jenis Ruam yang Umum Terjadi Pada Bayi 5

Foto: todaysparent.com

Family Doctor menyebutkan bahwa jerawat bayi adalah benjolan merah atau putih yang umumnya muncul pada area pipi, hidung, dagu atau dahi bayi.

Jenis ruam pada bayi ini disebabkan oleh paparan hormon Moms selama bayi berada di dalam rahim. Kondisi ini tidak memerlukan perawatan dan akan hilang dengan sendirinya dalam beberapa minggu atau bulan.

Baca Juga: Anak Demam dan Ruam Merah? Waspada Penyakit Kawasaki!

6. Erythema Toxicum Neonatorum (ETN)

6 Jenis Ruam yang Umum Terjadi Pada Bayi 6

Foto: babycenter.com

American Osteopathic College of Dermatology (AOCD) menyebutkan bahwa ETN adalah gangguan kulit ringan yang umum terlihat pada bayi baru lahir. Lesi ditandai oleh beberapa makula eritematosa dan papula mulai dari 1 sampai 4 mm yang berkembang dengan cepat menjadi pustula pada basis eritematosa.

ETN biasanya ditemukan pada tubuh bagian atas ekstremitas proksimal (tungkai bawah dan daerah pantat), menyisakan telapak tangan dan kaki. Jenis ruam ini dapat muncul saat lahir, tetapi umumnya muncul dalam satu hingga dua hari setelah kelahiran.

Bayi dengan ETN dinyatakan sehat dan tidak memiliki gejala sistemik. Dalam sebagian besar kasus, ETN dapat sembuh dengan sendirinya dalam waktu 5-14 hari.

Itulah beberapa jenis ruam pada bayi yang sangat umum terjadi dalam beberapa bulan awal kehidupan. Jika Moms ragu dengan gejala ruam yang dialami Si Kecil, segera hubungi dokter.

Artikel Terkait