NEWBORN
23 November 2020

Manfaat dan Tips Menjemur Bayi yang Benar, untuk Para Orang Tua Baru

Cara menjemur yang benar bisa terhindar dari risiko berbagai penyakit
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Bagi Moms yang baru melahirkan, salah satu aktivitas rutin setiap hari adalah menjemur bayinya saat matahari terbit. Kegiatan ini memang bisa membuat tubuhnya lebih sehat.

Tidak hanya memberikan kehangatan, berjemur pagi bayi dapat mengencerkan dahak, mengurangi penyakit kuning akibat bilirubin yang tinggi, serta mengaktifkan pembentukan vitamin D di dalam tubuh. Vitamin D dapat mencegah gangguan tulang dengan membantu penyerapan kalsium.

Konon, sinar matahari pagi yang mengandung vitamin D juga turut berperan penting dalam pembentukan tulang bayi. Benarkah demikian?

Perlu kita tahu Moms, vitamin D dibutuhkan oleh tubuh untuk membantu proses penyerapan kalsium dan fosfor dari makanan. Nah, kedua unsur mineral ini berperan penting dalam pertumbuhan tulang dan gigi anak.

Bila kebutuhan vitamin D terpenuhi, diharapkan kelak saat ia tumbuh dewasa, bisa terhindar dari risiko berbagai penyakit. Misalnya, tekanan darah tinggi, osteoporosis, berbagai penyakit autoimun bahkan mencegah kanker.

Sebaliknya, bila anak kekurangan vitamin D, dikhawatirkan kelak ia berisiko mengalami masalah tulang lemah dan lunak, bahkan mungkin mengalami masalah kelainan bentuk tulang (riketsa).

Baca Juga : Ternyata Ini Waktu Ideal dan Tata Cara yang Benar Menjemur Bayi

Cara Mendapatkan Vitamin D untuk Bayi

cara menjemur bayi

Foto: Orami Stock Photos

Lalu, bagaimana cara untuk mendapatkan vitamin D ini?

Salah satu caranya adalah dengan menjemur bayi di bawah sinar matahari. Paparan Ultra Violet B (UV B) tingkat rendah dari sinar matahari yang mengenai kulit, dapat membantu tubuh untuk memproduksi vitamin D. Ya, tubuh membutuhkan vitamin D dari sinar matahari untuk pembentukan tulang Si Kecil.

Akan tetapi Moms mesti perhatikan juga, bila terlalu lama terpapar sinar matahari tidaklah baik. Pasalnya, hal tersebut bisa menyebabkan kulit Si Kecil terbakar. Bila hal itu terjadi, efeknya akan menimbulkan nyeri, demam bahkan dehidrasi pada Si Kecil.

Selain itu, terlalu lama terpapar sinar matahari bahkan bisa meningkatkan risiko kanker kulit (melanoma) serta masalah kulit lainnya di kemudian hari.

Inilah alasan mengapa perlindungan terhadap sinar matahari sangat penting bagi Si Kecil. American Academy of Pediatrics telah merilis pedoman bahwa bayi berusia 0 hingga 6 bulan tidak boleh terpapar sinar matahari secara langsung.

Maka sebelum menjemur Moms menjemur Si Kecil di bawah sinar matahari, ketahui terlebih dulu caranya, durasinya, tempatnya dan sebagainya. Dengan begitu, manfaat yang diperoleh dari menjemur bayi bisa dipetik, sekaligus bayi terhindari dari berbagai risiko yang disebutkan tadi.

Pertanyaannya, seberapa lama bayi perlu dijemur di bawah sinar matahari agar hasilnya efektif?

Tentu munculnya efek negatif sinar matahari terhadap kulit jadi merah dan terbakar berbeda-beda pada setiap individu. Akan tetapi, setidaknya untuk menjemur Si Kecil tidak lebih dari 10-15 menit. Durasi waktu tersebut sekiranya cukup bagi bayi untuk mendapatkan vitamin D.

Ini juga sesuai dengan yang dianjurkan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), yakni agar bayi dijemur di dalam ruangan melalui jendela (tidak langsung terkena matahari) selama 10 menit, dengan pakaian.

Namun sekitar 30 menit sebelum berjemur, gosok kulit bayi dengan sunblock minimal SPF 15. Hindari paparan sinar matahari antara jam 10 pagi sampai 4 sore karena radiasi sinar UVB tertinggi. Seorang anak dengan riwayat keluarga kanker kulit, berkulit putih, dan memiliki bintik-bintik / bintik coklat di wajah sebaiknya saya lebih berhati-hati.

Kemudian apakah perlu diberikan tabir surya sebelum bayi dijemur? Seperti kita tahu, ada beberapa produk tabir surya yang ada di pasaran.

Baca juga: Bayi Kuning Saat Baru Lahir? Ini Penyebab dan Cara Merawatnya

Nah, sebenarnya kulit bayi tak perlu diberikan perlindungan tabir surya. Pasalnya, bayi membutuhkan paparan sinar matahari langsung mengenai kulitnya. Di sisi lain, bagi bayi berusia 0-6 bulan, kulitnya masih terlalu sensitif bila dikenakan tabir surya.

Cara Menjemur Bayi yang Benar

cara menjemur bayi

Foto: Orami Photo Stock

Untuk lebih jelasnya, berikut ini beberapa poin yang harus Moms perhatikan sebelum menjemur Si Kecil yang tepat.

1. Waktu

Pilih waktu yang tepat. Pukul berapa? Sebaiknya di bawah pukul 10 pagi atau di atas pukul 4 sore. Soalnya, antara pukul 10 pagi hingga 4 sore sinar matahari sangat kuat.

2. Durasi

Hindari menjemur bayi terlalu lama. Setidaknya cukup 10-15 menit setiap hari. Menjemur bayi dengan durasi yang lama juga bisa menimbulkan efek negatif bagi bayi.

3. Pakaian

Bayi sebaiknya menggunakan pakaian saat dijemur. Kenapa tidak dilepaskan bajunya? Pasalnya, tubuh bayi baru lahir masih rentan dan sensitif terhadap kuman penyebab penyakit.

Selain itu, IDAI juga menganjurkan para orang tua untuk memakaikan topi dan tabir surya selama menjemur bayinya. Ketika berada di luar, minimalisasi paparan cahaya matahari.

4. Gunakan Pelindung

Selain pakaian, sebaiknya Si Kecil mengenakan pelindung kepala dan wajah, seperti topi atau kacamata kecil. Dengan begitu, sinar matahari tak mengenai langsung pada kepala, wajah dan matanya. Cahaya matahari bisa memengaruhi retina mata Si Kecil, lo Moms!

5. Hindari Tabir Surya

Sekali lagi, untuk bayi usia 0-6 bulan sebaiknya hindari mengenakan tabir surya karena kulitnya masih sensitif ya Moms. Kecuali, bayi sudah berusia di atas 6 bulan.

Baca juga: Cara Memijat Bayi yang Bisa Anda Lakukan di Rumah

Boleh saja mengenakan tabir surya bila hendak bepergian. Namun pastikan pilih tabur surya dengan minimal SPF 15. Oleskan pada kulit Si Kecil 15-20 menit sebelum berangkat. Ulang pemakaian setiap 2 jam atau setelah berkeringat.

6. Tempat

Pilih tempat yang aman, nyaman dan pastikan terkena sinar matahari langsung. Bagaimana kalau dijemur di balik kaca rumah yang terpapar sinar matahari?

Sebenarnya hal itu tidak begitu berpengaruh karena sinar UV yang dibutuhkan untuk produksi vitamin D tidak menembus kaca.

7. Riwayat Meloma

Orang tua dengan anak berisiko tinggi terkena melanoma harus dibekali pengetahuan yang cukup tentang paparan sinar matahari yang aman. Anak dengan risiko tinggi antara lain kulit putih, muka berbintik (freckels) dan riwayat keluarga dengan melanoma.

Manfaat Menjemur Bayi

tips menjemur bayi yang baik

Foto: healthline.com

Berikut ini beberapa manfaat baik yang bisa kita dapatkan dari menjemur bayi. Di simak ya, Moms.

1. Mendapatkan Vitamin D Lebih Banyak

Ini adalah salah satu manfaat terbesar yang akan bayi Moms dapatkan saat terpapar sinar matahari. Tubuh kita membutuhkan vitamin D; dan untuk membuatnya, tubuh membutuhkan minimal 15 menit sinar UV setiap hari.

Vitamin D ini akan membantu dalam menyerap kalsium, yang pada gilirannya memperkuat tulang dan gigi. Sistem kekebalan bekerja secara efisien, dan tubuh terlindungi dari penyakit.

2. Tingkat Serotonin yang Lebih Baik

Sinar matahari diketahui dapat meningkatkan produksi serotonin saat bayi menerimanya dalam jumlah yang diperlukan. Serotonin, yang sering disebut 'hormon bahagia', meningkatkan perasaan bahagia dan aman. Serotonin mengatur tidur dan pencernaan pada bayi.

3. Meningkatkan Insulin

Menerima sinar matahari sejak usia dini dapat membantu mencegah kondisi seperti diabetes sampai batas tertentu. Meskipun ini bukan satu-satunya penyedia kadar insulin yang baik, ini jelas merupakan keuntungan tambahan karena vitamin D dalam tubuh membantu mengelola kadar insulin.

Pola makan dan olahraga yang sehat selama masa pertumbuhan anak bisa sangat bermanfaat dalam mengendalikan diabetes.

4. Membantu Mengelola Penyakit Kuning

Sinar matahari membantu memecah bilirubin, senyawa kekuningan yang terjadi di jalur katabolik alami, sehingga hati bayi dapat memprosesnya dengan lebih mudah.

Baca Juga: Ini Dia 5 Makanan yang Bisa Membantu Menyembuhkan Penyakit Kuning

Pertumbuhan bilirubin yang tidak terkendali dapat menyebabkan kulit bayi baru lahir menguning. Menjemur Si Kecil di bawah paparan sinar matahari pagi selama 15 sampai 20 menit, setiap hari, dapat membantu mengatasi penyakit kuning ringan. Namun, pada kasus yang parah perlu konsutasi dengan dokter ya Moms.

5. Meningkatkan Energi Lebih Tinggi

Saat bayi baru lahir terpapar sinar matahari alami, ini membantu mengatur produksi melatonin. Kadar melatonin pada bayi dapat memengaruhi pola tidurnya, yang paling penting pada tahun-tahun awal bayi baru lahir. Sinar matahari menyebabkan penurunan kadar melatonin dan meningkatkan serotonin, sehingga meningkatkan tingkat energi.

Tips Mendapatkan Manfaat Maksimal dari Menjemur Bayi

bayi bisa mendapatkan vitamin D dari paparan sinar matahari

Foto: harianhalmahera.com

Penelitian dalam U.S. National Library of Medicine yang dilakukan oleh University College of Medical Sciences, New Delhi menunjukkan bahwa menjemur bayi secara teratur memiliki kemampuan untuk memberi mereka tingkat vitamin D yang cukup agar mereka tetap sehat.

Studi tersebut menemukan bahwa memaparkan bayi semuda 6 minggu selama sekitar 30 menit seminggu dapat memberinya tingkat vitamin D yang cukup untuk membantu pertumbuhan dan perkembangannya yang optimal.

Penelitian juga menunjukkan bahwa mengekspos 40% tubuh bayi ke sinar matahari dapat membantu. Namun, yang menarik, penelitian tersebut menunjukkan bahwa waktu yang ideal untuk berjemur bagi bayi adalah antara jam 10 pagi hingga 3 sore!

Namun, karena kita tinggil di negara dengan iklim tropis, yang umumnya hangat, pertimbangkan pengaturan waktu yang lebih baik antara jam 7 pagi hingga 10 pagi untuk menjemur Si Kecil.

Ada beberapa cara yang bisa Moms lakukan untuk memaksimalkan manfaat yang didapat saat menjemur bayi dengan cara berikut ini.

  • Pilih waktu yang tepat. Pastikan bayi dijemur selama 10 sampai 15 menit antara jam 7 dan 10 pagi untuk mendapatkan manfaat maksimal. Satu jam setelah matahari terbit dan satu jam sebelum matahari terbenam dianggap sebagai waktu terbaik untuk menjemur bayi. Karena kulit bayi sensitif, paparan sinar matahari tidak boleh lebih dari 30 menit.
  • Jangan memakaikan pakaian terlalu tebal. Penting agar seluruh tubuh bayi, termasuk dada dan punggung, mendapat perhatian yang sama. Jadi, pastikan anak tidak berpakaian terlalu tertutup. Lindungi mata Si Kecil jika memungkinkan untuk menghindari kemungkinan kerusakan.
  • Pilih tempat yang tepat. Bayi tidak perlu berjemur di tempat yang benar-benar terbuka. Buka jendela yang dapat mengalirkan sinar matahari, atau letakkan bayi di kamar dengan sinar matahari alami. Jika berangin, sebaiknya bayi tetap berada di dalam ruangan agar debu atau benda asing lainnya tidak memengaruhi matanya. Bayi juga bisa berjemur di bawah sinar matahari melalui jendela kaca bening.
  • Perawatan kulit sensitif. Jika bayi memiliki kulit sensitif, tanyakan kepada dokter apakah boleh memaparkannya ke sinar matahari langsung. Jika tidak, dapat merusak kulit bayi karena dapat mengeringkan kulit, menyebabkan ruam, pengelupasan, atau iritasi umum.
  • Perhatikan suhu tubuh. Peningkatan suhu tubuh bayi yang tidak normal akibat paparan sinar matahari yang berkepanjangan harus menjadi perhatian. Fungsi tubuh dan otak bayi dapat dipengaruhi oleh suhu tinggi, sehingga durasi dan suhunya harus dipantau dengan cermat.

Nah, selamat menjemur bayi ya Moms!

Artikel Terkait