DI ATAS 5 TAHUN
22 Maret 2018

6 Keseruan antar Ayah dan Anak

Spend the day with Daddy!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh (fitria.rahmadianti)
Disunting oleh (fitria.rahmadianti)

“Kasih ibu sepanjang masa” kalimat ini cukup menjelaskan betapa murninya kasih sayang yang diberikan oleh seorang ibu pada anaknya. Peran ibu dalam keluarga memang tak dapat tergantikan serta menjadi figur utama dalam mendidik anak-anak.

Namun, peran seorang ayah pun tidak dapat diabaikan. Biasanya anak-anak akan menantikan jam pulang kerja ayahnya untuk bermain, bercerita, atau sekedar memeluknya. Berikut adalah keunggulan seorang ayah yang jarang bisa dilakukan oleh seorang ibu untuk anaknya!

Belajar mengemudi

Ketika anak mengalami musibah saat belajar mengemudi entah sepeda atau kendaraan bermotor, Moms pasti akan merasa sangat khawatir dengan kondisi anak dan memintanya untuk berhenti.

Namun, sebagai seorang ayah, dia justru akan menenangkan dan mendukung anaknya agar jangan berhenti belajar. Hal ini memang wajar terjadi, ketika Moms lebih menggunakan perasaan “tidak tega” atau “kasihan” melihat sang buah hati menangis dan kesakitan, akan tetapi ayahnya justru berpikir jauh kedepan untuk keberhasilan anaknya agar terus berjuang dan jangan mudah menyerah. 

Olahraga

Tidak peduli memiliki anak laki-laki ataupun perempuan, seorang ayah pasti akan menyempatkan waktu untuk mengajak anaknya berolahraga. Misalnya, bermain sepak bola, basket, baseball, bulu tangkis, bersepeda, ataupun berenang.

Moms mungkin akan segan untuk terlibat ketika dua jagoan ini sedang berlomba untuk menjadi pemenang dan tidak mengerti ketika diajak berdiskusi tentang pertandingan sepak bola. Untunglah ada ayahnya!

Bela diri

Selain olahraga, seni bela diri seperti, pencak silat, karate, taekwondo, dan kungfu juga biasanya ayahlah yang memulainya. Paling tidak, ketika menyaksikan sebuah film tentang kungfu misalnya, setelah film selesai pasti akan terjadi permainan peran seolah ayah dan anak ini sedang mengadu ilmu bela dirinya!

Oleh sebab itu, banyak ayah yang membekali anak-anaknya dengan ilmu bela diri sebagai pertahanan untuk menghadapi kejahatan dan melindungi diri, sama seperti di film-film kungfu!

Handyman

Saat keran air tidak berfungsi dengan baik, Moms pasti akan meminta pasangan Moms untuk melihatnya. Kemudian, dia muncul dengan peralatan pertukangan dan siap untuk membenarkannya.

Biasanya si kecil akan melihat apa yang dilakukan ayahnya dan membantunya untuk mengambilkan peralatan yang dibutuhkan. Bahkan mungkin Moms sendiri juga tidak tahu apa saja nama-nama peralatan yang ada di dalam kotak ajaib ini?

Otomotif

Mungkin Moms bisa mengendarai mobil dan motor, tapi saat ada masalah dengan kendaraan belum tentu Moms mengerti apa yang terjadi dan bagaimana harus memperbaikinya.

Saat laki-laki menyukai mobil dan motor, mereka seakan sedang mengagumi seorang wanita dan mengerti detail-detailnya. Hal ini juga yang membedakannya dengan Moms yang hanya bisa mengemudi kendaraan.

Saat anak Moms bersama ayahnya, dia akan ikut belajar tentang otomotif sekaligus belajar bagaimana cara merawat dan memperbaiki kendaraannya.

Bermain video game

Siapa yang tidak menyukai game? Umumnya baik anak-anak maupun dewasa pasti menyukai hal ini, terutama anak laki-laki. Tidak heran jika pasangan akan terlihat seperti seumuran dengan anaknya ketika bermain game.

Selain sebagai hiburan, game juga berfungsi untuk mengakrabkan hubungan ayah dan anak secara emosional agar mereka merasa seperti partner dan dapat menjadi sahabat.

Meskipun peran ibu dianggap sebai figur terpenting, pada kenyataannya ayah juga memiliki peran yang khas dalam pengasuhan sorang anak.

Dalam sebuah survey di Amerika Serikat menujukkan bahwa lemahnya atau ketiadaan ayah atau figur ayah yang menggantikannya (kakek, paman, dsb) dalam sekeharian hidup anak berhubungan dengan perilaku tidak adiptif atau nakal (delinquency) pada anak. Oleh karena itu peran ayah dalam keluarga pun tidak dapat digantikan.

(DA)

Artikel Terkait