NEWBORN
11 November 2019

5 Risiko Komplikasi Bayi Sungsang Setelah Lahir, Kenali Segera!

Ternyata bayi sungsang memiliki sejumlah risiko setelah lahir, salah satunya autisme.
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Dina Vionetta

Tahukah Moms bahwa ada risiko komplikasi bayi sungsang yang bisa menyerang bayi di kemudian hari?

Kehamilan sungsang atau posisi bayi sungsang sendiri adalah kondisi di mana kepala bayi di dalam rahim berada di atas sebelum kelahiran.

Sebenarnya posisi bayi sungsang ini sangat umum terjadi selama kehamilan. Karena, posisi bayi akan berputar secara alami menjelang persalinan.

Tetapi, beberapa kasus menunjukkan posisi bayi sungsang tetap tidak berubah hingga usia kehamilan 37 minggu. Artinya, proses persalinan bayi sungsang lebih berisiko daripada posisi bayi normal.

Menurut tim dokter ahli dari Mater Mother's Hospital Australia, risiko bayi sungsang mengalami komplikasi akan lebih tinggi apabila dilahirkan secara normal melalui vagina. Sehingga dokter lebih menyarankan operasi caesar jika Moms hamil bayi sungsang.

Baca Juga: Bayi Bisa Terkena Komplikasi Sinusitis, Waspadai Gejala Ini!

Penyebab risiko komplikasi bayi sungsang pun sangat bervariasi. Posisi bayi sungsang dapat menyebabkan suplai oksigen terputus sebelum kelahiran.

Sehingga kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan pada tubuh bayi sungsang. Selain itu, kondisi ini juga mengakibatkan berbagai masalah terkait kelahiran.

Berikut ini beberapa risiko komplikasi bayi sungsang setelah persalinan seperti yang dilansir dari parenting.firstcry.com.

1. Autisme

1 - 6 Risiko Komplikasi Bayi Sungsang Setelah Lahir.jpg

Foto: pixabay.com

Autisme adalah kelainan yang menjadi risiko komplikasi bayi sungsang. Gangguan yang disebabkan oleh kerusakan otak ini bisa menyebabkan banyak masalah perkembangan anak.

Termasuk kurangnya kemampuan anak dalam berkomunikasi setelah tumbuh besar. Kondisi ini terjadi akibat proses persalinan bayi sungsang.

Bahkan kondisi ini juga bisa menyebabkan prolaps tali pusat, yakni pasokan oksigen yang diterima bayi melalui tali pusat akan terganggu selama proses kelahiran. Sehingga fungsi otak terhambat dan berdampak jangka panjang.

2. Memperparah Kondisi Down's Syndrome

2 - 6 Risiko Komplikasi Bayi Sungsang Setelah Lahir.jpg

Foto: dosomething.org

Posisi sungsang juga bisa memengaruhi perilaku anak yang menyebabkan keterlambatan pertumbuhan dan perkembangan anak. Pada anak normal, 23 pasang kromosom terbentuk bersama-sama dari kromosom Moms dan Dads.

Dalam kasus-kasus tertentu, seorang anak mungkin memiliki kromosom ekstra yang tidak berpasangan. Kondisi itulah yang bisa menyebabkan down sindrom.

Baca Juga: Waspadai 9 Kondisi Ibu yang Berisiko Melahirkan Bayi Prematur Ini!

3. Deformitas Struktural

3 - 6 Risiko Komplikasi Bayi Sungsang Setelah Lahir.jpg

Foto: pbs.org

Risiko komplikasi bayi sungsang lainnya yakni merusak bagian tubuh tertentu bayi dalam kandungan. Mereka mungkin memiliki tengkorak yang kurang bisa menahan tekanan.

Tetapi, mereka juga mungkin berisiko mengalami cacat lahir lebih tinggi pada sumsum tulang belakang, masalah otot dan komplikasi lain yang terkait pertumbuhan anak.

4. Cedera Fisik

5 - 6 Risiko Komplikasi Bayi Sungsang Setelah Lahir.jpg

Foto: americanpregnancy.org

Menurut European Journal of Obstetrics and Gynecology and Reproductive Biology, risiko komplikasi cedera fisik pada bayi sungsang juga lebih tinggi dibandingan bayi normal maupun lahir prematur. Bayi lahir sungsang akan lebih berisiko mengalami memar, patah tulang dan sendi mengalami dislokasi.

5. Cedera Fisik pada Ibu

6 - 6 Risiko Komplikasi Bayi Sungsang Setelah Lahir.jpg

Foto: pregnancybirthbaby.org.au

Selain cedera pada bayi sungsang, Moms juga berisiko mengalami cedera fisik setelah persalinan. Apalagi jika Moms melahirkan bayi sungsang secara normal, karena penggunaan forsep dapat menyebabkan cedera pada area genital.

Nah, Moms. Itulah berbagai risiko komplikasi bayi sungsang yang bisa dicegah. Semoga Moms bisa lebih awas dan waspada, ya.

Baca Juga: Mengenal Afasia Pada Anak, Gangguan Bahasa Akibat Cedera Otak

(SA/DIN)

Artikel Terkait