NEWBORN
13 April 2019

6 Tanda Balita Moms Termasuk Anak Hiperaktif

Balita hiperaktif ternyata memiliki tanda tak terlihat seperti ini Moms
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh andia.ratna
Disunting oleh andia.ratna

 

Balita yang aktif bergerak, serta memiliki energi dan rasa penasaran yang tinggi sering kali dianggap sebagai balita hiperaktif. Banyak juga orangtua yang salah kaprah, dan tak bisa membedakan antara yang sangat aktif dengan yang memiliki  gangguan perilaku hiperaktif.

Hayo, meski sudah sering mendengar istilahnya, apa Moms sudah tahu bagaimana balita hiperaktif itu sebenarnya?

Balita hiperaktif adalah balita yang menderita ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder), sehingga bergerak secara hiperaktif dan impulsif, serta sulit untuk duduk diam dan tenang. Umumnya, balita hiperaktif memiliki 6 tanda sebagai berikut:

1. Sulit Fokus & Mudah Teralihkan

Balita hiperaktif biasanya memiliki kesulitan untuk fokus pada satu titik atau satu aktivitas. Mereka selalu saja mencoba mencari aktivitas baru saat mereka merasa bosan, meskipun baru beberapa detik berselang.

Fokus mereka selalu bercabang, sehingga sulit untuk melakukan aktivitas yang mudah sekalipun. Selain itu, mereka juga mudah teralihkan perhatiannya jika ada stimulasi suara atau visual didekatnya.

2. Bersifat Agresif

Sifat agresif yang dimiliki oleh anak hiperaktif biasanya akan terlihat jika dia bermain bersama orang lain. Tingkat agresivitas Si Kecil juga akan meningkat secara drastis jika orang lain tidak bersifat seperti yang dia inginkan.

Dia cenderung selalu curiga dengan orang lain yang memegang benda kepunyaannya, termasuk orangtuanya sendiri. Dalam kasus yang parah, sifat agresif ini bisa muncul secara mendadak dan dapat melukai orang lain secara serius.

3. Tidak Pernah Merasa Bahaya

Secara naluriah, balita sebenarnya sudah bisa melihat risiko dan konsekuensi sebelum melakukan suatu. Namun bagi balita hiperaktif, mereka seperti tak pernah merasa takut akan bahaya suatu hal pada diri mereka.

Apa yang ada di pikiran mereka adalah keinginan kuat untuk mencoba sesuatu yang baru tanpa peduli apakah hal tersebut dapat melukainya atau tidak. Sifat ini tentu saja sangat berbahaya, karena dapat melukai dirinya sendiri dan juga orang lain.

4. Sangat Impulsif

Sifat impulsif balita hiperaktif dapat Moms lihat pada saat Si Kecil diminta untuk menunggu. Mereka biasanya akan marah, melempar barang, atau tantrum hingga apa yang dia minta dituruti.

Balita hiperaktif juga biasanya selalu meminta perhatian dari orang lain secara tidak wajar dan terlampau obsesif. Ini karena balita hiperaktif tidak bisa mengontrol emosi mereka dengan sempurna.

5. Selalu Gelisah

Balita hiperaktif akan selalu dalam keadaan gelisah jika diminta untuk diam. Mereka akan berkeringat, memainkan tangan atau baju, ataupun melakukan aktivitas lain yang dapat mengalihkan perhatiannya.

Kegiatan yang membutuhkan fokus seperti membaca buku, mendengarkan cerita atau musik biasanya akan membuat mereka sangat tidak nyaman.

6. Terlampau Dingin dengan Orang Asing

Seperti yang sudah disebutkan di atas, balita hiperaktif hampir tidak pernah merasa takut dan cenderung tak sadar akan keselamatan dirinya sendiri.

Fatalnya, sifat ini akan membuatnya tidak berhati-hati dan sembarangan berbicara dengan orang asing. Mereka jadi tidak takut berbicara atau bercerita dengan orang asing, meskipun tidak ada orang tua di sekitarnya.

Apabila Si Kecil memperlihatkan beberapa tanda di atas, sebaiknya segera konsultasikan pada psikolog anak agar bisa menemukan solusi terbaik, dan ia bisa belajar sesuai dengan kepribadiannya. Apa Moms sendiri punya pengalaman mengasuh balita hiperaktif?

Foto: shutterstock

<WA>

 

 

 

Artikel Terkait