DI ATAS 5 TAHUN
20 November 2019

6 Tips Meningkatkan Kualitas Hidup Anak Penderita Epilepsi

Simak dengan baik ya, Moms!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Sebagian besar anak penderita epilepsi sebenarnya bisa bersekolah dan beraktivitas seperti anak lain pada umumnya.

Namun datangnya kejang di waktu yang tidak terduga terkadang membuat anak penderita epilepsi merasa tidak percaya diri dalam bersosialisasi atau konsentrasinya terganggu saat sedang beraktivitas.

Nah, berikut adalah berbagai bentuk dukungan yang bisa dilakukan oleh orang tua agar anak penderita epilepsi bisa menjalankan hidup yang berkualitas.

Mempelajari Epilepsi Sebanyak Mungkin

anak penderita epilepsi

Foto: lwwellness.com

Penting sekali bagi para orang tua dari anak epilepsi untuk mempelajari sebanyak mungkin tentang epilepsi, supaya bisa berdiskusi dan memberikan pemahaman pada Si Kecil maupun orang di sekitarnya.

Setidaknya dengan memahami penyebab epilepsi, pemicu kejang pada epilepsi, penanganan kejang epilepsi, serta pengaruh epilepsi pada perkembangan dan proses belajar anak, Moms bisa menjaga keselamatan Si Kecil dan mendukungnya melakukan aktivitas secara normal.

Baca Juga: Penanganan Pertama Epilepsi Anak, Wajib Moms Ketahui!

Pastikan Si Kecil Minum Obat Sesuai Jadwal

anak penderita epilepsi

Foto: Bitesforfoodies.com

Sebagian besar anak penderita epilepsi biasanya diberikan obat khusus oleh dokter untuk membantu mengendalikan kejang.

Supaya bisa bekerja dengan efektif, obat perlu diminum secara rutin sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan.

Moms juga perlu telaten memantau perkembangan kondisi anak maupun efek samping yang mungkin timbul dan mempengaruhi kehidupan anak.

Dukung Untuk Melakukan Aktivitas yang Sesuai dengan Minatnya

anak penderita epilepsi

Foto: rubbermulch.com

Mengutip informasi dari situs yayasan kesehatan Henry Ford Health System, anak penderita epilepsi harus didorong dan didukung bersosialisasi dan beraktivitas sesuai dengan minat yang dimilikinya, agar hidupnya lebih kaya dan berkualitas.

Namun, orang tua sebaiknya berkonsultasi terlebih dulu dengan dokter anak dan neurologis untuk memastikan aktivitas yang akan dilakukan anak masih dalam batasan aman.

Baca Juga: 7 Jenis Olahraga yang Pas untuk Penderita Epilepsi

Bantu Anak Hindari Pemicu Kejang

anak penderita epilepsi

Foto: verywellfamily.com

Menurut dokter spesialis epilepsi anak dokter Jules E. C. Constantinou, MD, anak penderita epilepsi bisa lebih leluasa beraktivitas dengan menghindari berbagai hal yang berpotensi memicu kejang.

Pemicu pada setiap anak mungkin berbeda, tapi umumnya stress, tidak minum obat sesuai jadwal, kurang tidur, dan kilatan cahaya yang tidak beraturan perlu dihindari.

Moms juga perlu memonitor aktivitas keseharian anak dan mencatat berbagai pemicu kejang lain yang perlu dihindari di masa depan.

Ajarkan Anak Berpikir Positif

anak penderita epilepsi

Foto: parenttv.com

Seperti dijelaskan dalam situs Masschusets General Hospital, berdiskusi tentang epilepsi dengan anak akan membantunya tetap bersikap positif dan tidak malu dengan kondisinya. Dengan begitu, ia bisa lebih percaya diri dalam menjalin pertemanan dan beraktivitas.

Jangan lupa, selalu dengarkan kekhawatirannya dan berikan pujian serta semangat saat dia berprestasi dan mencapai keberhasilan ya, Moms.

Baca Juga: Adakah Pengaruh Epilepsi Pada Kemampuan Belajar Anak?

Bekerja Sama Dengan Pengajar dan Pihak Sekolah

anak penderita epilepsi

Foto: thouhtco.com

Menurut Epilepsy Foundation, diskusi dengan pengajar dan pihak sekolah tentang kondisi anak penderita epilepsi sangat penting untuk mendukung keselamatan, kelancaran belajar serta sosialisasi anak di sekolah.

Pihak sekolah juga kemudian bisa memberikan pengertian pada pengajar dan siswa lain di sekolah tentang keadaan anak, supaya tidak ada yang ketakutan saat Si Kecil mengalami kejang dan juga tidak menjadi bahan ejekan atau bullying.

Jangan lupa, ajak Si Kecil untuk rutin memeriksakan diri ke dokter supaya bisa terus dipantau perkembangan kondisinya ya, Moms.

Nah, bagaimana pengalaman Moms dalam mendampingi anak penderita epilepsi?

Artikel Terkait