BALITA DAN ANAK
21 Juli 2020

6 Tips Sukses Potty Training pada Balita

Cek dulu kesiapan balita sebelum memulai potty training pada balita
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Semakin bertambahnya umur si kecil, akan semakin banyak hal baru dan tanggung jawab baru yang akan dipelajarinya. Salah satunya adalah belajar buang air besar (BAB) dan buang air kecil (BAK) sendiri di kamar mandi.

Ini artinya si kecil tidak lagi bergantung pada popok untuk menampung air pipis atau poop-nya. Pengajaran ini dikenal juga dengan istilah potty training atau toilet training.

Potty training pada balita merupakan salah satu lompatan besar dalam perjalanan hidupnya. Jadi, siapkan diri Moms dan si kecil untuk memulai petualangan dan pengalaman baru ini sebagai bekal balita ke depannya.

Potty training pada balita seperti yang tertulis dalam situs Stanford Childrens, baiknya dilakukan jika Moms sudah melihat tanda-tanda kesiapan balita untuk potty training. Tidak ada waktu atau umur terbaik yang dapat dijadikan patokan dalam memulai potty training. Perhatikan tandanya dan mulailah potty training pada balita jika balita sudah siap. Jika balita dirasa belum siap, jangan memaksakan proses ini karena hanya akan membuat Moms dan anak menjadi tidak nyaman dan stres.

6 Tips Potty Training pada Balita

Lalu bagaimana cara membuat potty training pada balita sukses dan tidak membebankan anak serta orang tua? Ikuti beberapa langkah berikut ini!

1. Cek Kesiapan Balita Sebelum Memulai Potty Training

Cek kesiapan balita sebelum memulai potty training

Karena potty training ditargetkan pada si kecil, Moms perlu memastikan apakah balita sudah siap untuk diajarkan BAB dan BAK sendiri. Bagaimana cara mengeceknya?

  • Jika balita sudah dapat berjalan dan menunjukkan keinginan untuk duduk di toilet seat-nya
  • Sudah dapat membedakan rasa atau sensasi ingin BAK dan BAB
  • Dapat memberitahu kapan ingin BAB dan BAK pada Moms
  • Menunjukkan ketidaknyamanan jika popoknya penuh atau kotor dan minta segera diganti
  • Mengikuti dan mengimitasi perilaku BAB atau BAK Moms atau ayah saat di kamar mandi
  • Moms mendapati popok balita kering dalam 2 jam di siang hari atau kering sepanjang malam

Jika Moms banyak mendapati tanda-tanda seperti di atas, artinya balita siap untuk memulai potty training!

2. Siapkan Perlengkapan yang Dibutuhkan

Siapkan perlengkapan yang dibutuhkan

Sebelum mulai berperang, Moms perlu menyiapkan senjatanya. Dalam hal ini, Moms perlu menyiapkan barang-barang yang diperlukan untik mendukung proses potty training pada balita.

Salah satunya adalah adapter seat atau dudukan kursi yang ukurannya lebih kecil untuk ditempatkan pada toilet seat. Untuk membuat balita tertarik memakainya, minta si kecil untuk memilih motif dan warna kesukaannya. Pilih juga bahan adapter seat yang empuk dan nyaman digunakan ya, Moms!

Baca Juga: 6 Tips Potty Training untuk Balita dengan Autisme

3. Mulailah dengan Menggenakan Traning Pants pada Balita

Mulailah dengan menggenakan traning pants pada balita

Hal yang paling ditakuti oleh para orang tua saat proses ini adalah saat anak mengompol dan membuat rumah berantakan.

Menghindari hal tersebut, Moms dapat mengganti popok anak dengan training pants. Training pants berbentuk seperti celana dalam, namun pada bagian tengahnya terdapat mictofiber yang dapat menampung air seni anak sementara.

Meski mirip seperti popok, namun area penampungan pada training pants tidaklah kering seperti menggenakan popok. Biasanya balita akan merasa risih karena area vitalnya yang lembap dan basah. Ini akan membuat si kecil lebih peka dan mau berkomunikasi jika ingin ke kamar mandi.

4. Beri Contoh pada Balita

Beri contoh pada balita

Anak adalah peniru ulung. Biasanya anak cenderung meniru orang tuanya. Moms bisa memanfaatkan momen ini untuk mengajarkan si kecil cara pipis dan BAB yang benar.

Untuk anak laki-laki, minta ayah untuk mengajarkan dan memperlihatkan proses bagaimana cara BAK yang benar. Untuk anak perempuan, biar Moms yang mengajarkannya dengan duduk di kursi toilet.

Dibutuhkan konsistensi untuk selalu mengajarkan pada balita cara BAK dan BAB di tempatnya. Jangan bosan-bosan untuk mengajarkan balita, sehingga anak akan termotivasi dan terinspirasi dari kebiasaan orang tua di rumah.

Baca Juga: Ingin Anak Cepat Lulus Potty Training? Latih dengan Training Pants

5. Susun Jadwal Mengajak Anak BAK dan BAB

Susun jadwal mengajak anak BAK dan BAB

Buat rutinitas yang sama setiap hari untuk mengajak anak BAK dan BAB.

Pastikan ajak balita ke kamar mandi untuk pipis tepat sebelum tidur malam, setelah bangun tidur, sebelum mandi, sebelum dan sesudah makan, Moms juga bisa mengajak balita untuk BAB sesaat sebelum mandi.

Mungkin di awal proses, anak akan gelisah duduk di toilet seat, namun terus alihkan perhatian si kecil untuk membuatnya mau duduk lebih lama.

6. Pakaikan Popok saat Tidur Malam

Pakaikan pampers saat tidur malam

Jika balita sudah berhasil melalui pagi hingga sore hari tanpa mengompol, artinya sebentar lagi Moms perlu mulai mengajarkan balita tidur malam tanpa menggenakan popok lagi.

Untuk proses potty training di malam hari memang tidak semudah siang hari. Balita cenderung belum bisa menahan keinginannya untuk BAK saat malam hari.

Pelan-pelan saja ya Moms. Tetap pakaikan popok pada balita saat tidur malam jika balita masih belum siap. Balita dirasa sudah mulai siap jika Moms mendapati popoknya tetap kering di sepanjang malam.

Jika balita sudah siap, Moms hanya perlu memastikan anak tidak banyak minum sebelum tidur malam untuk meminimalisir mengompol di malam hari. Pasangkan juga perlak atau seprai anti air pada tempat tidur sebagai langkah antisipasi anak mengompol.

Baca Juga: 3 Penyebab Balita Harus Mengulang Potty Training

Itu dia beberapa tips suskes potty training pada balita yang perlu Moms ketahui. Kunci dalam menjalankan proses ini adalah tetap sabar dan konsisten ya Moms. Semoga berhasil!

Artikel Terkait