2-3 TAHUN
6 Mei 2019

6 Tips Potty Training untuk Balita dengan Autisme

Selalu lakukan penyesuaian agar Si Kecil merasa nyaman selama proses potty training
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Orami

Proses latihan penggunaan toilet atau potty training balita dengan autisme sebenarnya tidak jauh berbeda dengan balita lain pada umumnya.

Namun, karena balita yang berada dalam spektrum autis umumnya memiliki keterbatasan komunikasi dan sulit menghadapi perubahan, memang butuh strategi dan kesabaran ekstra dalam proses toilet training.

Yuk Moms, lihat dulu beberapa tips yang bisa membantu Moms potty training balita dengan autisme!

Baca Juga: Mungkinkah Mencegah Autisme Selama Kehamilan?

1. Perhatikan Tanda Balita Siap Potty Training

6 Tips Potty Training Untuk Balita Autis 1.jpg

Saat potty training balita autis, jangan jadikan umur sebagai patokan ya, Moms. Karena perkembangan balita autis biasanya sedikit terlambat, yang perlu Moms perhatikan adalah tanda kesiapan.

Menurut Autism Awareness Center, dua tanda paling utama balita siap toilet training adalah popoknya tetap kering sepanjang malam dan bisa berinisiatif meminta Moms mengganti popoknya yang kotor.

Pastikan waktu potty training balita dengan autisme tidak berdekatan dengan momen lain yang bisa membuat Si Kecil stres, juga Moms dan Dads sudah siap dan mantap untuk menghadapi masa potty training.

2. Rutinitas Toilet

6 Tips Potty Training Untuk Balita Autis 2.jpg

Membangun rutinitas baru untuk balita autis yang tidak suka perubahan mungkin akan memakan waktu lama, tapi akan sangat membantunya melalui masa potty training.

Hal pertama yang bisa Moms lakukan adalah mulai mengganti popok di kamar mandi untuk mengenalkan hubungan antara buang air dengan toilet.

Selanjutnya, perhatikan jadwal buang airnya agar Moms bisa segera membawanya ke toilet atau menggunakan pispot bila sudah mendekati waktunya.

Saat pertama kali mengajarkan balita dengan autisme menggunakan toilet, jangan lupa jelaskan kalau suara flush atau siraman air mungkin akan sedikit keras, tapi dia tidak perlu takut karena semua akan menjadi bersih.

Baca Juga: Anak Anji Didiagnosis Autism Spectrum Disorder, Apa Penyebab dan Gejalanya?

3. Gunakan Bantuan Visual

6 Tips Potty Training Untuk Balita Autis 3.jpg

Balita dengan autisme biasanya bisa belajar lebih baik dengan bantuan visual, jadi Moms bisa buatkan gambar panduan tentang langkah lengkap yang harus dilakukannya saat akan buang air di toilet atau pispot.

Mulai dari membuka celana, membuka celana dalam, duduk di toilet, buang air di toilet, membersihkan diri, menyiram toilet, memakai celana dalam, memakai celana, sampai mencuci tangan.

Moms juga bisa membuat toilet terasa lebih nyaman dengan menambahkan mainan, stiker, atau mengecatnya dengan warna kesukaan Si Kecil.

4. Gunakan Kalimat Spesifik

6 Tips Potty Training Untuk Balita Autis 4.jpg

Saat melatih potty training balita dengan autisme, pastikan Moms menggunakan kalimat yang singkat dan jelas, seperti “Duduk di toilet supaya kamu bisa buang air besar” ketimbang “duduk di toilet” saja. Atau “Sekarang waktunya ke kamar mandi” ketimbang “Apa kamu mau ke kamar mandi sekarang?”

Untuk balita autis non-verbal, Moms bisa mengajarkan isyarat khusus untuk memberitahu Moms kalau dia merasa ingin buang air.

Baca Juga: 5 Persiapan Sebelum Traveling Bersama Anak dengan Autisme

5. Langsung Gunakan Toilet

6 Tips Potty Training Untuk Balita Autis 5.jpg

Untuk balita autis yang sangat sulit menghadapi perubahan, lakukan toilet training langsung dengan mengajarkan buang air di kamar mandi tanpa latihan dengan pispot dulu.

Pastikan Moms menggunakan dudukan khusus anak agar Si Kecil merasa lebih nyaman. Langkah ini akan mengurangi perubahan yang harus dihadapi balita autis saat toilet training.

6. Berikan Pujian dan Hadiah

6 Tips Potty Training Untuk Balita Autis 6.jpg

Sama seperti balita lain pada umumnya, memberikan pujian spesifik dan hadiah juga akan memotivasinya untuk terus buang air di kamar mandi dengan tepat waktu.

Pujian bisa berbentuk verbal dengan ucapan seperti “Pintar Nak, kamu sudah bisa duduk di toilet” atau pujian gestur seperti tepuk tangan atau acungan jempol.

Hadiah juga bisa diberikan setiap kali Si Kecil bisa buang air di kamar mandi tepat pada waktunya, seperti stiker untuk buang air kecil atau camilan favorit untuk buang air besar.

Supaya latihan potty training balita dengan autisme bisa berjalan lancar, terus lakukan penyesuaian, tidak membesarkan “kecelakan,” dan fokus pada tujuan besarnya, yaitu Si Kecil bisa buang air di toilet sendiri. Semoga lancar latihannya, Moms!

(WA/INT)

Artikel Terkait