GAYA HIDUP
31 Agustus 2020

Scabies pada Anak, Ini Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

Bahan alami sifatnya hanya membantu penyembuhan scabies saja, bukan sebagai obat keseluruhan
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Scabies adalah penyakit kulit umum yang disebabkan oleh tungau atau kutu gatal pada manusia. Penyakit scabies pada anak terjadi ketika tungau menggali ke dalam lapisan atas kulit untuk hidup dan makan.

Penyakit scabies merupakan keadaan kulit yang disebabkan oleh tungau Sarcopes scabei yang ditandai dengan keropeng pada kulit dan rasa gatal.

Kondisi lingkungan dengan sanitasi yang buruk, lingkungan tempat tinggal yang padat, keadaan sosial ekonomi yang rendah, tingkat pengetahuan yang kurang, dan berganti-ganti pasangan seksual jadi faktor risiko penyebaran penyakit scabies.

Ketika kulit manusia bereaksi terhadap tungau, ruam gatal pun timbul. Tungau ini sangat kecil sehingga tidak bisa dilihat dengan mata saja.

“Kebanyakan orang mendapatkan scabies dari kontak langsung kulit ke kulit. Tapi mungkin juga scabies menular dari tempat tidur, pakaian, atau furnitur,” ungkap dr. Joshua Zeichner, MD, FAA, asisten profesor dermatologi di Ichan School of Medicine di Mount Sinai, New York.

“Karena scabies menular, penyakit ini sangat mudah menyebar di antara anak-anak, ibu dengan anak kecil, dan para penghuni panti jompo,” lanjut dr. Zeichner.

Berikut ini penjelasan tentang penyebab, gejala, cara mengatasi, dan pencegahan scabies pada anak yang bisa dilakukan.

Baca Juga: Anak Beranjak Remaja, Rawat Kulitnya dengan 5 Cara Ini

Penyebab Scabies pada Anak

penyebab scabies pada anak

Foto: Orami Photo Stock

Dalam Journal of Pediatrics Review, scabies pada anak adalah kondisi kulit yang sangat gatal yang disebabkan oleh tungau Sarcoptes scabiei. Penyakit ini dapat terjadi pada semua usia tetapi terutama terjadi pada anak-anak, dan paling banyak menyerang anak di bawah usia 2 tahun.

Scabies pada anak merupakan penyakit yang menular. Ini menyebar melalui kontak dekat dengan seseorang yang terinfeksi. Kontak fisik langsung, seperti berpegangan tangan, adalah cara paling umum orang terkena kondisi ini.

Tungau dapat hidup selama sekitar 2 sampai 3 hari di pakaian, tempat tidur, atau debu. Sehingga orang bisa tertular scabies dengan berbagi pakaian, handuk, atau alas tidur yang digunakan oleh penderitanya.

Scabies juga paling mudah menyebar di tempat-tempat ramai dengan banyak kontak dekat, seperti pusat penitipan anak, asrama perguruan tinggi, dan panti jompo, mengutip Kids Health.

Baca Juga: Sering Dialami Anak, Apa Perbedaan Panu, Kurap, dan Kudis?

Gejala Scabies pada Anak

gejala scabies pada anak

Foto: Orami Photo Stock

Menurut data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), ada sekitar 130 juta kasus scabies di dunia. Scabies adalah penyakit yang menular sangat mudah dari satu orang ke orang lain lewat kontak kulit langsung, namun scabies bukanlah penyakit menular seksual.

Mengutip University of Rochester Medical Center Rochester, diperlukan waktu antara 4 hingga 6 minggu bagi seorang anak untuk mendapatkan gejala scabies pada anak setelah bersentuhan dengan orang yang terinfeksi.

Pada anak di bawah usia 2 tahun, ruam akibat tungau cenderung muncul di kepala, leher, telapak tangan, dan telapak kaki.

Sementara, pada anak yang lebih tua, ruam biasanya terjadi di salah satu lokasi berikut: tangan; di sela-sela jari; pergelangan tangan; garis ikat pinggang; paha; pusar; area selangkangan; area dada; ketiak.

Ini adalah gejala scabies pada Si Kecil yang paling umum. Tetapi setiap anak mungkin mengalami gejala yang berbeda. Gejala mungkin termasuk: gatal yang parah; ruam dengan jerawat kecil atau benjolan merah.

Bahkan, gejala scabies pada anak juga bisa berupa kulit bersisik atau berkerak dalam kasus yang terburuk atau terparahnya.

Baca Juga: Mencegah Penyebaran Moluskum Kontagiosum di Kulit Anak

Cara Mengatasi Scabies pada Anak

cara mengatasi scabies pada anak

Foto: Orami Photo Stock

Scabies yang terjadi pada anak dapat diobati, dan biasanya semua anggota keluarga dirawat pada waktu yang sama. Perawatan akan tergantung pada gejala, usia, dan kesehatan umum anak.

Cara pengobatannya juga akan tergantung pada seberapa parah kondisinya. Perawatan mungkin termasuk:

  • Menggunakan krim dan losion resep seperti permetrin
  • Minum obat melalui mulut untuk membunuh tungau
  • Minum obat antihistamin melalui mulut untuk membantu meredakan gatal
  • Menggunakan obat lain di kulit sesuai kebutuhan

Penting untuk Moms memotong kuku anak untuk membantu mencegah infeksi. Selain itu, penting untuk mencuci semua pakaian dan seprai dengan air panas dan mengeringkannya dengan pengering panas.

Pakaian dan benda lain yang tidak bisa dicuci harus dimasukkan ke dalam kantong plastik minimal selama 1 minggu. Barang-barang ini dapat berupa bantal dan boneka binatang.

Rasa gatal bisa berlangsung selama berminggu-minggu setelah pengobatan awal. Jika scabies masih ada setelah waktu ini atau jika lubang baru muncul, hubungi penyedia layanan kesehatan anak.

Baca Juga: Si Kecil Bisa Alami Alergi, Ketahui 3 Penyebab Alergi Kulit Bayi

Cara Mengatasi Scabies pada Anak yang Alami

Nah, scabies ini bisa saja diobati dengan bahan-bahan alami. Namun, perlu diingat bahwa bahan-bahan alami ini sifatnya hanya untuk membantu proses penyembuhan saja.

Untuk kesembuhan total, Moms tetap harus mengonsumsi obat dari dokter, ya. Berikut ini bahan-bahan alami yang bisa membantu kesembuhan scabies.

1. Minyak Tea Tree

3 tea tree oil

Foto: Orami Photo Stock

Minyak tea tree adalah minyak esensial yang terkenal bisa jadi salah satu penyembuh alami scabies pada anak. Dalam beberapa penelitian, ditunjukkan bahwa minyak ini efektif dalam mengobati scabies.

Tapi, untuk membasmi telur-telur tungau yang jauh terkubur di dalam kulit, minyak tea tree belum terbukti efektif.

Minyak ini punya sifat antibakteri, anti-inflamasi, acaricidal (mampu membunuh tungau), dan antipruritic (mengurangi rasa gatal).

Namun, Moms tidak bisa hanya menggunakan minyak tea tree saja untuk kesembuhan scabies.

Minyak ini cukup digunakan sebagai bahan alami yang membantu proses kesembuhan, disertai obat-obatan yang sudah Moms dapatkan dari dokter.

Minyak ini bisa didapatkan di apotek atau secara online. Bagi Moms yang punya alergi dengan minyak tea tree, sebaiknya tidak menggunakan minyak ini untuk perawatan scabies dan cari alternatif lain.

2. Neem

Minyak neem, sabun neem, dan krim neem bisa sangat berguna sebagai alternatif pengobatan untuk scabies pada anak.

Neem atau nimba adalah salah satu herbal dari India yang sudah digunakan secara turun temurun dalam ilmu pengobatan Ayurweda (salah satu ilmu pengobatan di India). Daun neem punya kandungan anti-inflamasi, antibakteri, dan analgesik.

Dalam penelitian yang dilakukan oleh College of Forestry, Sichuan Agricultural University, China, menyebutkan bahwa komponen aktif dalam daun neem bisa membunuh tungau scabies ketika dites laboratorium.

Penelitian lain dari Zoology Department, Cairo University, Mesir, juga menyebutkan bahwa menggunakan sampo ekstrak daun neem berhasil menyembuhkan scabies pada anjing yang terinfeksi.

Sebagian besar dari 10 anjing yang diteliti menunjukkan peningkatan setelah tujuh hari. Setelah 14 hari menggunakan sampo, delapan anjing benar-benar sembuh dan dua anjing lain hanya memiliki sisa beberapa tungau.

Meskipun belum ada penelitian lebih lanjut pada manusia, tapi daun neem sangat patut dicoba, Moms.

3. Lidah Buaya

Masker wajah alami kulit jerawat - masker lidah buaya.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Gel lidah buaya punya efek penyembuhan yang menenangkan pada kulit yang terbakar sinar matahari. Gel ini juga bisa mengurangi gatal dan menghilangkan scabies.

Sebuah studi dari Department of Paediatrics and Child Health, Obafemi Awolowo University, Nigeria menemukan bahwa gel lidah buaya sama ampuhnya dengan benzyl benzoate (pengobatan resep umum) dalam mengobati scabies. Penelitian ini tidak mencatat adanya efek samping.

Apabila Moms mau menggunakan gel lidah buaya untuk mengobati scabies pada anak, pastikan Moms membeli gel lidah buaya yang murni tanpa zat tambahan apapun.

4. Cabai Rawit

Meskipun belum ada penelitian yang membuktikan hal ini, tetapi beberapa orang percaya kalau cabai rawit bisa mengobati scabies pada Si Kecil secara efektif, lho Moms.

Capsaicin, senyawa yang terkandung dalam cabai rawit membuat kulit jadi peka ketika diaplikasikan langsung. Senyawa ini bisa membantu meringankan beberapa rasa sakit dan gatal terkait scabies.

Sebuah studi pada tahun 2010 menemukan bahwa krim yang mengandung krim yang mengandung capsaicin efektif menguranagi nyeri jaringan lunak kronis saat orang menggunakannya selama tiga minggu.

Tapi, jangan lupa konsultasikan dulu dengan dotker dan lakukan tes kulit untuk melihat adanya efek alergi atau tidak.

5. Minyak Cengkeh

antioksidan cengkeh

Foto: Orami Photo Stock

Minyak cengkeh punya sifat antimikroba, anestesi, dan antioksidan yang berkontribusi terhadap penyembuhan scabies. Minyak ini juga merupakan insektisida yang efektif.

Sebuah studi yang dilakukan beberapa peneliti dengan judul Acaricidal Activity of Eugenol Based Compounds against Scabies Mites melakukan penelitian pada sekelompok babi dan kelinci.

Hasilnya, minyak ini sangat efektif untuk mengobati scabies pada subjek yang diteliti, dibandingkan dengan minyak-minyak lainnya.

Meskipun masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut tentang dampak minyak cengkeh pada scabies di tubuh manusia, tetapi patut dicoba, Moms.

6. Kunyit

Salah satu bahan alami lain yang bisa membantu kesembuhan scabies pada anak dengan cepat adalah kunyit.

Walaupun belum ada penelitian ilmiah yang membuktikannya, tetapi banyak orang percaya bahwa kunyit bisa secara efektif menyembuhkan scabies.

Namun, menggunakan kunyit saja tidak akan menyembuhkan scabies secara total. Masih diperlukan bantuan pengobatan lainnya.

7. Minyak Esensial

minyak esensial sembuhkan scabies.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Moms, minyak esensial juga bisa dijadikan bahan alami untuk mengobati scabies pada anak, lho. Walaupun penelitian-penelitian ini hanya berdasarkan pengamatan, tapi berikut ini minyak esensial yang direkomendasikan untuk mengobati scabies:

  • Lavender
  • Thyme
  • Peppermint
  • Biji adas manis
  • Sereh
  • Jeruk
  • Pala

Moms, itulah bahan-bahan alami yang bisa digunakan untuk membantu pengobatan scabies.

Perlu diingat, menyembuhkan scabies tidak hanya bisa dengan bahan-bahan alami, tetapi harus juga menggunakan perawatan medis. Bahan-bahan alami ini sifatnya hanya membantu mempercepat penyembuhan saja.

Baca Juga: 5 Masalah Kulit Anak Di Musim Kemarau Dan Pencegahannya

Pencegahan Scabies pada Anak

pencegahan scabies pada anak

Foto: Orami Photo Stock

Melansir Raising Children, Moms tidak dapat mencegah infeksi awal scabies yang terjadi pada anak, tetapi dapat menghentikan penyebaran scabies ke seluruh anggota keluarga di rumah.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention, cara terbaik untuk mencegah scabies pada anak adalah dengan menghindari kontak langsung dengan penderita. Lebih baik hindari pakaian atau tempat tidur yang telah digunakan penderita scabies dan belum dicuci.

Tungau penyebab scabies bisa hidup selama 3 sampai 4 hari setelah jatuh dari tubuh manusia.

Apabila Moms ingin mencegah tungau menyebar, pastikan untuk mencuci semua barang-barang seperti pakaian, seprai, handuk, dan bantal dengan air panas dan keringkan dalam pengering yang panasnya sangat tinggi selama 10-30 menit.

Apapun yang tidak bisa dicuci, harus segera disingkirkan. Setelah Moms menyedot debu, buang kantong vakum dan bersihkan vakum dengan pemutih dan air panas.

Penggunaan pemutih dan air panas ini pun bisa digunakan untuk membersihkan permukaan lain yang mungkin jadi tempat persembunyian tungau scabies.

Langkah yang terbaik adalah menjauhkan anak dari penitipan anak, taman kanak-kanak, atau sekolah sampai Si Kecil menyelesaikan perawatannya.

Nah, itu dia pembahasan mengenai apa itu scabies pada anak, serta penyebab, gejala, dan cara mengatasinya.

Apabila Moms mengalami gejala-gejala seperti di atas, segera kunjungi dokter, ya. Lebih baik segera diobati daripada harus menunggu penyakit menjadi semakin parah dan memberikan ketidaknyamanan pada Si Kecil.

Artikel Terkait